Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Sekarang Aku Lawanmu


Bab 462 Sekarang Aku Lawanmu


Seketika semua dari pihak kerajaan dan penonton, langsung sunyi dan senyap seperti tidak ada hawa kehidupan.


Bahkan, Yan Dongliu membuka mulut begitu sangat lama karena masih tersesat sejenak.


Raja Song Wanfang, langsung berteriak sambil menunjuk ke arah Xia Wanying.


“Kamu pasti curang! Bagaimana mungkin hanya satu pukulan bisa membuat anakku pingsan! Ahhh kamu pasti curang!”


Xia Wanying melihat Song Wanfang seperti kucing oren yang terinjak ekornya, langsung berkata tanpa rasa takut.


“Dia kalah karena hal simpel. Yaitu dia terlalu lemah bahkan gagang pedang ku dibandingkan bakat dia sungguh memiliki kesenjangan yang sangat jauh.”


“Bajingan!" Song Wanfang malu. Sepertinya dikalahkan oleh kerajaan level tujuh membuat kehilangan wajah.


“Kalian semua! Maju beri pelajaran kepada dia!” Song Wanfang meraung. Seketika kedua murid pilihannya langsung maju dan menatap kearah Xia Wanying dengan ganas seperti berapi-api.


“Kamu bedebah mempermalukan kerajaan Song kami! Tidak ku maafkan!”


"Swosh!"


Pemuda hitam dan bringas bernama Dugu Wanshi, berlari sangat cepat seperti mobil sport langsung menggunakan tongkat emas untuk memukul Xia Wanying.


"Sowh!"


Xia Wanying langsung memukul tongkat emas itu menggunakan gagang pedang. Seketika akibat pukulan langsung membuka tingkat emas pecah menjadi dua bagian.


"Dang!"


"Crack!"


Xia Wanying tidak Samali di sini, dia melanjutkan serangan menggunakan gagang pedang untuk mengikut dada Dugu Wanshi.


"Engah!"


Seketika terkena sikutan gagang pedang, dia langsung memuntahkan darah sangat banyak. Alhasil, Dugu Wanshi mundur enam langkah sambil melihat Xia Wanying yang sedang menatap kearah dirinya dengan seringai.


“Heheh kalian masih sampah! Dan memiliki mulut besar dari pada tindakan,” kata Xia Wanying sambil menunjuk kearah Dugu Wanshi menggunakan gagang pedang.


“Kamu ahhh!” Dugu Wanshi berlari lagi dan menggunakan jurus dalam sepesialis angin sehingga dari atas langit, ada angin topan langung ingin melemparkan Xia Wanying sangat jauh.


Sayangnya, Xia Wanying langsung melepaskan sedikit pedang dan menggunakan jurus dalam sepesialis pedang angin juga.


“Lihatlah angin aku yang akan keluarkan kepada mu!”


"Pedang Balon Angin!"


Seketika pucuk pedang ditarik dari belakang, kemudian di tunjuk ke angin topan raksasa itu, seketika dari pucuk pedang, meludahkan semburan angin bercampur material es hingga akibat percampuran itu, mengeluarkan percikan Guntur. Alhasil, percikan guntir tersebut, langsung menyambar Dugu Wanshi.


"Swosh!"


"Ahhhhh!" Dugu Wanshi menjerit dan sekujur tubuhnya gosong. Sekarang dia pingsan tidak sadarkan diri.


Dua partisipasi sudah gagal, sekarang hanya menyisakan satu perwakilan dari kerajaan Song.


Xia Wanying menatap ke arah satu yang tersisa dari kerajaan Song.


“Ayo lebih cepat kamu melawan ku, lebih cepat kamu akan seperti dia,” kata Xia Wanying sambil tersenyum sopan.


“Sial kamu mengejek!” Perwakilan dari kerajaan Song yang terakhir bernama,Fei Muliu. Fei Muliu menggertakan giginya dan mengeluarkan kertas dan langsung menggambar naga air.


Seketika setelah menggambar Naga air, tiba-tiba gambar naga itu, berubah hidup langsung melayang dan menghampiri Xia Wanying.


Semua dari kerajaan yang menonton pertandingan, sungguh terpukau. Karena dalam berspesialisasi serangan menggunakan hukum gambar sungguh sangat langka. Ternyata ada praktek seperti itu di kerajaan Song.


Semua kerajaan yang melihat tersenyum sambil mengelus jenggotnya.


Kini setelah dipuji, raja Song Wanfang besar kepala. Setidaknya ada yang memuji kepada pihaknya walopun belum pasti kerajaan dirinya akan memenangkan pertandingan ini.


Saat ini, Xia Wanying tersenyum sinis, langsung mendekati monster naga air menggunakan teknik pedang halilintar.


"Clarak! Jedar!"


Pedang itu, mengeluarkan listrik yang sangat menyilaukan seperti cidori Sasuke Uchiha. Hanya sekali tebas, listrik itu menyambar seluruh naga air yang dihasilkan menggunakan metode menggambar.


“Naga yang kamu buat, terbuat dari tinta. Tinta mengandung beberapa zat cait. Zat cair, sungguh mudah untuk di alirkan listrik. Hahah apakah kamu bodoh? kamu tidak melihat situasi?” Xia Wanying menghina.


Seketika Fei Muliu ususnya langsung menjadi biru akibat menahan amarah. Sambil dada terengah-engah, dia membuat naga api.


"Roar!"


Seketika Naga api muncul dari kertas pena dan mencoba menyerang Xia Wanying.


Sekali lagi, Xia Wanying menggunakan metode jurus pedang naga air, sehingga ketika naga api mendekat kearahnya, dia melemparkan pedang itu sangat cepat.


Seketika pedang berubah menjadi naga biru dan menyemburkan salju sehingga memadamkan naga api.


"Burrrr!"


Sembari melempar pedang, Xia Wanying sosoknya menghilang sudah dihadapan Fei Muliu.


“Hahah aku tidak suka menunda-nunda. Sekarang saatnya kamu menyerang!"


"Teknik tamparan pantat Neptunus!"


Tiba-tiba Xia Wanying sudah dibelakang Fei Muliu dan telepak tangan, langsung menampar bokongnya begitu sangat keras.


"Plak!"


"Swosh!"


Fei Muliu terhempas keluar dari arena sambil berputar-putar sangat cepat dan menabrakku beberapa dinding dan seketika langsung pingsan.


Akhirnya melihat tiga peserta sudah gugur dari kerajaan lain yang melihatnya langsung terpana.


Kerajaan level tujuh melawan kerajaan level lima, sungguh membuka mata. Bagaimana mungkin tidak coba, kerajaan level lima seperti karung pasir dihadapan kerajaan Level tujuh.


Bahkan kerajaan Song, dari 3 peserta mengalami kekalahan telak dan itu juga sangat memalukan.


Alhasil, Song Wanfang langsung terkena serangan jantung. Dia pingsan dan tidak sadarkan diri. Dia merasa di lempar sangat tinggi lalu dihempaskan sangat rendah.


“Apakah ada yang ingin melawan lagi!" Xia Wanying memandang ke seluruh peserta kerajaan. Bahkan, Yan Dongliu sedikit tidak bisa mempercayainya padahal Ada kesenjangan yang sangat besar tetapi dia busa mengalahkan kerajaan level lima.


Ketika Dia Wanying ingin meninggalkan peron pertandingan, tiba-tiba ada pemuda seperti binaragawan Langsung Melompat menghadapi Xia Wanying.


“Aku akan melawan mu.”


Sontak Xia Wanying langsung melirik ke arah Pemuda seperti binaragawan. Dia menebak-nebak mungkin saja, dia memiliki kekuatan dalam hal fisik. Untuk fisik, Xia Wanying memang belum sempurna seperti Yang Chen. Sehingga pada saat itu, Xia Wanying mempersilahkan Yang Chen untuk maju.


“Hei aku tidak pandai dalam fisik, aku serahkanlah kepadamu!” seru Xia Wanying kepada Yang Chen.


“Baik aku akan melawan dia,” balas Yang Chen dan melompat untuk turun.


Pemuda yang memiliki tubuh seperti binaragawan setelah melihat Yang Chen, hanya mengerutkan keningnya. Pasalnya, penampilan bocah itu sungguh kurus, dibandingkan dengan Xia Wanying sungguh besar kesenjangannya.


Yang Chen menatap pemuda kekar dan berkata: “Halo aku Yang Chen. Aku di sini untuk melawan mu.”


Pemuda itu menganggukan kepalanya dan menjawab sambil memperkenalkan dirinya. “Namaku Liu Wanmo. Perwakilan dari kerajaan Duanren."


“Hmmm Duanren ya? Aku tadi malam melewati kerajaan itu,” ucap Yang Chen sambil tersenyum. Kemudian, langsung mengepalkan keduaa tanganya lalu berkata lagi. “Ayo! kita melawan menggunakan fisik.”


Saat ini, Yang Chen semangat dia ingin mencoba fisik Liu Wanmo apakah bisa menandingi jurus pukulan Fisik dari teknik buku Saitama yang diberikan oleh Long Fai.