Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Aku Akan Bertanggung Jawab


Bab 173 Aku Akan Bertanggung Jawab


Qin Luo saat ini hanya duduk di sebelahnya sambil tidak bergerak tanpa berkutik diam seribu bahasa.


kemudian dia mencoba mengatakan kepada Mu Hanyan. “bisakah kamu diam?”


“Apa kamu bilang....? Kamu menyuruh aku diam bagaimana bisa hah!” Mu Hanyan melototi terus-menerus ke arah Qin Luo yang berada di sampingnya.


Jika saja tatapan dirinya untuk diarahkan kepada Qin Luo bisa membunuhnya mungkin saja dia akan mati 100 kali.


“Bagaimana bisa aku diam hah...Kamu brengsek kamu telah mengotori tubuh aku... kamu telah merusak keperawanan aku bagaimana aku bisa tenang hah..” Kemudian Mu Hanyan akhirnya meneteskan air mata sungguh sangat deras, bahkan derasnya air mata itu seperti air yang mengalir jatuh ke bawah kasur.


Qin Luo akhirnya tidak berdaya dia menghela nafas langsung kedua tangan itu meraih kedua bahu Mu Hanyan, untuk membuat kode agar dia bisa tenang. Namun operasi itu sungguh sangat susah dia tidak berhasil tapi dia coba bersikeras untuk meyakinkan agar tetap tenang jangan panik.


Qin Luo sambil memegang dua bahu Mu Hanyan, dia mencoba berkata sambil meningkatkan sedikit nada suaranya. “Bisakah kamu tenang jika aku jahat aku sudah membunuhmu dari tadi malam itu. Aku membawamu di sini karena aku akan bertanggung jawab atas kejadian tadi malam itu, yakinlah aku adalah orang yang bertanggung jawab atas masalah ini..”


“Tanggung jawab pamanmu....!” Kata Mu Hanyan sambil memukul pipi kanan Qin Luo tanpa ada sedikit tenaga sama sekali.


"Bang!"


“Sial kamu memukulku...!” Mulut Qin Luo berkedut hebat. Bahkan dia tidak tahu apa yang dia mau dari Mu Hanyan ini.


“Lepaskan tangan kotormu ini..aku sungguh tidak ingin disentuh oleh kamu...kamu adalah orang jahat menyungkirlah... aku tidak mau belas kasih dari kamu...!” Mu Hanyan meronta-ronta dia menggunakan kedua tangannya, untuk melepaskan tangan Qin Luo dari bahunya yang sedang di pegang erat-erat.


“Tidak semudah itu ferguso..! Yakinlah aku akan bertanggung jawab kepada kamu, aku sungguh mencintai kamu dari pandangan pertama, yakinlah... aku tidak bercanda dengan kamu jika aku bercanda dengan kamu, maka kamu sudah mati dari tadi malam itu. Apakah kamu paham?” nada Qin Luo sangat lembut dia mencoba meyakinkan agar Mu Hanyan percaya apa yang dia katakan.


“Aku bilang lepaskan tangan kotor kamu itu.. aku sungguh jijik jika kamu menyentuh tubuh aku menyingkirlah dari pandangan aku...!" Tatapan Mu Hanyan masih dingin seperti tadi. Bahkan dia ada Jejak niat membunuh yang meluap-meluap dari tubuhnya. Tapi, anehnya dia tidak berniat untuk membunuh kepada Qin Luo.


Pada saat ini, Qin Luo berkata sambil menatap ke arah Mu Hanyan dengan seperti ini: “kenapa kamu jijik dengan tubuh aku? Bukankah kamu tadi malam sangat menyukai apa yang aku perbuat? Dari belaian aku kepada tubuh kamu, dari pilihan pantat yang aku lakukan kepada kamu, bukankah kamu saat menyukai? Bahkan kamu masih memeluk aku sangat erat-erat sehingga aku tidak berdaya.


Akhirnya Mu hanyan yang sedang marah ketika mendengarkan kata-kata yang tidak tahu malu dari Qin Luo akhirnya dia tersipu malu tapi dalam raut wajah itu masih ada jejak kebencian yang mendalam dia berkata seperti ini. “Kamu tutup mulut kotor kamu itu dasar sialan kamu sungguh mesum...!”


Mu Hanyan tidak sampai di situ saja, dia bahkan langsung menampar pipi Qin Luo sangat keras lusinan kali. Karena akibat tamparan itu, bahkan mungkin Qin Luo saat ini tidak segan-segan untuk membalas. Dia hanya diam di tempat seribu bahasa tanpa berkutik sedikit sama sekali.


Dia merelakan rasa sakit agar dia melihat Mu Hanyan melampiaskan semua kekesalan kepada dirinya. Mungkin itu adalah hal yang sebanding bagi dirinya karena wanita dengan menjaga kesucian, adalah harta yang paling tinggi dan tidak diganggu gugat.


Karena itulah dia tidak akan melawan kepada wanita yang menurut dirinya adalah cinta pertamanya dia tidak akan melukai sama sekali dari sekarang dia akan mencoba meyakinkan bahwa jika anda bergabung dengan naga azora maka anda akan hidup bahagia seperti penduduk negara lainnya tanpa ada kekhawatiran dalam hati dan pikiran.


Detik demi detik, menit demi menit, akhirnya Mu Hanyan secara tidak sengaja atau tidak sadar dia mencoba menurunkan kekuatan untuk menampar pipi kedua Qin Luo.


Dia juga melihat bahwa kedua pipi itu sangatlah merah seperti apel matang yang siap-siap dipetik.


Merasa tidak enak dan tidak nyaman karena dirinya terlalu berlebihan akhirnya dia berkata ingin tahu kepada Qin Luo dengan sangat ingin tahu dia berkata.


“Kamu apakah tidak sakit? Apakah kamu tidak apa-apa?” Ucap Mu Hanyan dengan melirik sedikit ke arah Qin Luo.


“aku yakin tamparan ini yang kamu lakukan kepada aku tidak sebanding dengan rasa kehilangan kesucian kamu akibat-akibat kesalahanku.”


“Jika kamu marah kepada aku kamu marah dan kesal terhadap aku, tanparlah sesuka hati kamu, aku sungguh menerimanya..aku menerima dengan lapang dada... yakinlah tampar aku jika membuat hati kamu menjadi nyaman.” kata kilau sambil menatap serius kepada muhan Yan tapi tatapan itu tidak ada tatapan kekesalan kejahatan atau kebencian tapi tatapan kilo murni dari tatapan yang sangat lembut seperti melihat orang yang sangat dicintai.


Mu Hannyan memalingkanw wajah, karena merasa tidak enak. Mungkin saja apa yang dikatakan Qin Luo adalah sebuah kebenaran dia berkata bahwa akan bertanggung jawab atas peristiwa tadi malam.


kemudian dia berkata kepada Qin Luo dengan nada sedikit direndahkan. “Hummp yakinlah aku akan menampar pipi kamu lagi setelah pipi kamu sudah sembuh aku akan menampar pipi kamu setiap hari apakah kamu mau?”


“Yakinlah.. aku akan tersedia setiap saat. Tapi percayalah apa yang dikatakan olehku aku akan bertanggung jawab kepada kamu karena aku sudah menjelaskan kepada kamu bahwa kamu adalah cinta pertama aku.” kata Qin Luo dengan penampilan yang sangat bermartabat bahkan dia berkata sangat berhati-hati takut melukai hati yang rapuh Yang terdalam pada Mu Hanyan.


“Yakinlah aku akan menampar pipi kamu Jika kamu sekali lagi.. kamu berani menyentuh tubuhku aku lagi. Bahkan aku akan menampar kamu lebih keras daripada tadi.” Kata Mu Hanyan sambil mengangguk dan menatap ke arah Qin Luo yang sedang menatap ke arah dirinya dengan pandangan yang sangat serius.


Melihat keadaan dan ketabahan yang dilakukan oleh Qin Luo, dia sepertinya merasakan rasa tidak nyaman dan perasaan yang sangat rumit muncul di hatinya.


Dirinya masih curiga, dirinya masih bimbang, apakah yang dikatakan pemuda itu adalah sebuah kebenaran dan akan mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat ketika tadi malam itu?


Singkatnya dia tidak tahu.


Tapi pada saat ini, Qin Luo berkata kepada Mu Hanyan. “Tapi aku minta maaf kepada kamu. Kamu, adalah pembunuh bayaran yang mencoba mencelakai Paviliun dari pihak Kerajaan Naga Azhure. Karena itulah kamu dijadikan sandera oleh aku dan aku sudah memasang gelang di tangan kanan kamu agar kamu tidak pergi meninggalkan tempat ini.”


“tapi yakinlah.. selama kamu tidak melarikan diri, maka kamu aman dan kehidupan kamu akan terjaga.”