Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Situ Haotian Vs Long Fai


Bab 278 Situ Haotian Vs Long Fai


Situ Haotian mengingat ketika Tatapan yang dilakukan oleh pemuda berpakaian hitam.


“Tidak mungkin bagaimana mungkin hanya tatapan bisa membuyarkan kekuatanku.” Situ Haotian berkata kepada diri sendiri dia bahkan mencibir ketika dia melihat pemuda Long Fai yang memiliki kekuatan yang sangat rendah tidak mungkin bisa membuyarkan kekuatan bersembunyiannya hanya dengan sekali lirik.


Menurutnya jika Situ Haotian berkata seperti itu kepada Long Fai, tentu saja dia akan berkata demikian. Karena Long Fai matanya dari dari efek lirikan itu yang begitu menakutkan.


Setelah menarik ke atas tiba-tiba long pai melihat ada pria sekitar umur 40 tahunan dengan rambut panjang berwarna putih sedang terurai tertepa angin.


Long Fai melihat Situ Haotian, sehingga Situ Haotian berkata kepada Long Fai dengan tetapannya tidak senang: “Hei bocah brengsek beraninya sekali kamu menatapku terus-menerus..”


Long Fai yang dihina oleh Situ Haotian, hanya mengganggu lembut tapi tiba-tiba dia mengacungkan jari tengahnya ke arah Situ Haotian.


“Jari tengah buatmu karena telah menghinaku..” Kata Long Fai berkata sangat ringan.


“Brengsek.. kamu sangat lancang sekali!” Situ Haotian mendung muslimin kemudian tangannya melambaikan ke arah udara tipis seketika ada badai bencana surgawi yang menerpa ke arah Long Fai dan Lainnya.


"Buf!"


Suara badai yang sangat besar bahkan bisa merontokkan gedung-gedung pencakar langit.


Long Fai tidak tinggal diam-diam menstabilkan nafasnya seketika dia berpura-pura bersin.


"Haciu...!"


Tiba-tiba dari suara bersin itu memunculkan badai dua kali lipat dari lambaian tangan Situ Haotian.


"Bufff!"


Badai yang teramat besar langsung menghantam yang wilayah dilalui. Bahkan badai yang dilakukan oleh Situ Haotian langsung kalah dan terhempas ke depan.


"Uhh... sangat dingin.." Long Fai berpura-pura sambil menggaruk hidungnya.


Bahkan Murong Ruyue terpana ketika melihatnya kehebatan yang dikeluarkan oleh Long Fai dari bersin itu.


Situ Haotian sungguhmuram karena serangan yang darinya dipatahkan oleh sebuah bersin. saja. Dia sungguh malu seperti kehilangan muka akhirnya dia menatap ke arah Long Fai dengan marah.


“Beraninya sekali kamu menghalau seranganku apakah kamu bosan hidup hah..” Situ Haotian berkata sangat garang.


“Apakah kamu gila semua orang yang memiliki nyawa sudah dipastikan takut mati.” Long Fai berkata menjadi garang karena kata-kata Situ Haotian sangatlah tidak masuk akal.


“Bagus.. sangat bagus kamu bocah rendahan berani sekali menentang otoritasku maka matilah..” Situ Haotian menggunakan kekuatan paksa untuk berlutut kepada Long Fai.


"Ding!"


Getaran Aura yang dikeluarkan oleh Situ Haotian mengakibatkan semua benda-benda yang berada radius km sepertinya menjadi memiliki gravitasi yang sangat lusinan kal lipat beratnya.


Semua murid yang terkenal gravitasi itu langsung berlutut sambil kesakitan karena dia merasa tubuhnya akan hancur.


Long Fai dingin karena melihat para murid wanita yang tidak bersalah akan meninggal Dia menatap ke arah Situ Haotian sangat dingin.


Karena ditatap dingin oleh Long Fai, seketika paksaan yang begitu menakutkan hilang seperti buih di dalam lautan.


“Bagai mungkin..” Situ Haotian wajahnya tertegun lagi.


Dia curiga kepada Long Fai yang sedang menatapnya bahkan sendirinya belum percaya yang dia lihat di hadapan matanya.


Mungkin saja ada praktisi yang sangat kuat diam-diam membantu pemuda Long Fai di belakangnya.


Setelah itu dia menggunakan array penghalang sekitar 100 meter untuk supaya praktik sekuat yang menolong di belakangnya tidak bisa berkutik.


Situ Haotian tertawa bahagia: “hahaha Sekarang kamu tidak bisa berkutik lagi maka saatnya kamu mati..”


"Tinju Auman Kekosongan!"


Long Fai mengerutkan keningnya dia langsung menghadang serangan Situ Haotian. mengepalkan tangannya dan bercahaya emas seketika setelah tinju Situ Haotian sudah dekat dia langsung meninju tangannya.


"Bang!"


Akibat tinju yang dilakukan oleh Long Fai mengakibatkan Situ Haotian terhempas berapa puluh meter sambil berguling-guling.


“Hahaha.. kamu dasar sampah..” Long Fai menjeringkahi sambil menghina.


Kemudian dirinya juga melompat untuk mendekati Situ Haotian. kedua tangannya berubah menjadi cakar yang menyala-nyala berwarna emas.


"Sring!"


"Sring!"


"Sring!"


Ke 10 jari yang mengeluarkan zakat itu sangat tajam dan serangkan ke arah Situ Haotian dengan sangat cepat.


"Brengsek!"


Situ Haotian berteriak buram dia menghindari cakaran yang dilakukan oleh Long Fai. Situ Haotian menghindari sambil melompat salto ke belakang dan menyamping tidak banyak itu saja dia juga diam-diam menyerang menggunakan kedua kakinya.


Namun anak-anak sepertinya Pemuda Long Fai mempunyai mata dari segala arah sehingga serangan yang dilakukan oleh dirinya langsung.


Dia menghindari cakaran tangan kanan Long Fai bengkok tubuhnya menjadi mengkayang. namun ketika dia hendak bangun dari tidur itu tiba-tiba wajahnya ditunjuk oleh tangan Long Fai.


"Bam!"


Akibat tinju itu wajahnya langsung mimisan dan ada sedikit retak di wajahnya.


“Brengsek kamu nak kamu meremehkanku Aku adalah waktu si iblis yang sudah tutup berapa lu 9 tahun aku tidak akan kalah dengan keroco seperti kalian...!!”


Situ Haotian berteriak kemudian mengeluarkan pedang berwarna merah untuk menambahkan daya sarangnya.


“Raskan.. bajingan.. hiya...!” Situ Haotian setelah mengeluarkan langsung diarahkan ke leher Long Fai dia berniat untuk memenggal lehernya hingga terputus.


Tapi sayangnya tebasan itu langsung dihalau oleh tangan kanan Long Fai yang bercahaya emas.


Setelah tangan kanan menangkap pedang itu tangan kiri akhirnya menampar pipi Situ Haotian.


"Plak!"


“Brengsek kamu menamparku..!” Situ Haotian berkata muram dia langsung melepaskan pedang itu dan melangkah mundur berapa kali.


Makan dia merasakan rasa kebas di pipinya akibat tamparan.


“Ini masuk akal sebagai praktisi yang sudah berumur ratusan tahun mempunyai kulit yang sangat erat dan tebal sehingga Untuk menamparmu sekali lagi harus menggunakan sedikit usaha.” Kata Long Fai Iya sama sekali mengabaikan kata-kata amarah yang dilontarkan oleh Situ Haotian.


“Hahahah kamu sungguh sangat lancang orang yang begitu sempurna akan tidak memiliki hidup yang sangat lama.” Situ Haotian tertawa muram.


Long Fai berkata: “Bertindak teguh adalah sifat bagikuku. Aku adalah serigala tunggal yang berbeda dari ribuan Serigala. Dan Aku adalah serigala yang kelaparan untuk memangsamu.”


Setelah itu Long Fai melanjutkan perkataannya lagi: “Ayo aku sudah bersiap-siap untuk menerkam Serang lah..”


“Bagus.. bersiaplah dasar babi lancang..!” Situ Haotian memarahi Long Fai.


Kemudian dia menggunakan pedang merah itu untuk mencoba memenggal kepalanya lagi. Situ Haotian melompat sambil berputar-putar menggunakan pedangnya sangat cepat dan akibat aura negatif yang dipancarkan oleh pedang merah sepertinya ruangan di sekitarnya menjadi sangat mencengkam dan menakutkan.


”Hiya... mati kau brengsek...!"


Long Fai hanya menyringai iblis