
Bab 153 Mei An Vs Ta Kong
“Aku...aku..aku...” Mei An akhirnya tidak berdaya dan maju kedepan. Kemudian dia menatap ke arah paman Ta Kong seraya berkata lagi: ”Paman Ta Kong, ini mohon bantuannya... aku tidak pernah bertempur dan aku masih kecil, aku harap paman, bersikap lembut.“
Ta Kong yang melihat bocah kecil dan imut ini untuk melawan dirinya, menjadi cemberut. Apakah anda mengejek kepadaku?
Ta Kong adalah pria paruh baya. Sedangkan, Mei An adalah anak kecil yang masih belia. Untuk berurusan dengan bocah kecil itu, dia takut akan melukai. Kemudian dia menatap Long Fai: “Apakah kamu bercanda kepada aku?”
Long Fai menggelengkan kepalanya terus berkata: “Aku tidak bercanda, coba kamu kalahkan dia jika kamu menang maka aku rela mendapatkan hukuman. Tapi jika kamu kalah, aku akan memukul kamu hingga pingsan. Bagaimana apakah paman setuju?”
Melihat kepercayaan diri dari Long Fai yang terus di pancarkan, dia tidak bisa menggelengkan kepalanya. Sepertinya dia masih mengejek dirinya ini. Kemudian Ta Kong mengangguk langsung berkata: “Baiklah ini kesepakatan dan kamu, tidak boleh melanggar kesepakatan yang kamu buat.”
“Aku akan menepati janji.” Jawabannya Long Fai tenang.
“Yahh...” Ta Kong mengangguk kemudian dia menatap ke arah Mei An langsung berkata: “Baiklah adik kecil... jika kamu ingin menyerang aku, aku tidak akan melawan menggunakan kekuatan aku. Karena sangat tidak sopan.”
“Ayoo kamu serang dulu adik kecil aku sudah siap ....”
Mei An mencoba menenangkan kepanikan yang berada di lubuk hati ini. Karena semua tubuh sudah di transformasi menjadi tubuh naga 🐲 melahap, dia mempunyai fisik yang sangat kuat. Semakin dia menyerap energi para kultivator maka semakin kuat kekuatannya.
Mei An mendesahh dan berkata nada keras. “Paman aku mulai..”
"Sikat!"
Tiba-tiba, sosok Mei An langsung hilang. Bekas di mana Mei An hilang juga ada gelombang kecil yang bergejolak. Saat ini, Ta Kong pupil matanya menyusut.
“Tidak baik... dia sangat cepat...” Ta Kong langsung serius tidak meremehkan lagi.
Walau dia masih berhati-hati. Tapi masih lengah sehingga ada suara di sampingnya.
‘‘Paman aku menyerang...” Mei An meninju pipi sebagian Ta Kong sehingga terpental sangat jauh.
"Bang!"
"Swoshh!"
"Bom!"
Ta Kong berguling-guling di tanah sekitar dua puluh meter. Kemudian, dia mencoba berdiri sambil menatap ke arah Mei An.
‘Dengan seusia masih anak-anak, namun sudah memiliki kekuatan yang sangat kuat. Dan asumsi aku, anak ini tidak mengenakan basis kultivasi, melainkan hanya tinju fisik yang murni.’ Batin Ta Kong sambil mengkerutkan keningnya.
Kemudian dia ada pikiran gila yang muncul secara tiba-tiba. Mungkin saja, kedua wanita itu adalah murid dari orang yang bernama Long Fai, apakah ini ide bagus? Jika anaknya untuk di sarankan menjadi murid pemuda bernama Long Fai?
Ta Kong mengangguk terus menerus sambil mengelus-elus dagu yang tidak tumbuh jenggot.
Di samping Mei An sangat terpana, pasalnya dia sendiri hanya menggunakan tinju biasa dan tidak mengira akan meledakan kekuatan yang maha dahsyat.
Saat ini Mei An melihat paman Ta Kong sedang linglung sehingga dia berteriak: “Paman... kenapa kamu diam saja.. ayo keluarkan kekuatan paman..! Aku belum melihat paman menyerang aku..”
Teriakan Mei An akhirnya menyadarkan Ta Kong dan berkata: “Adik kecil, aku meremehkan kemampuan kamu. Ternyata kamu sangat berbakat dan jenius. Baiklah aku akan menggunakan kekuatan aku hingga maksimal.”
“Baik paman..! Ayo aku sudah bersiap...” Mei An sangat bersemangat. Apakah ini yang namanya kekuatan sungguh hebat!
Saat ini, Ta Kong kedua tangan membuat tak-tik yang sungguh rumit namun 10 detik kemudian ada aura merah darah di belakangnya. Setelah aura itu keluar, langsung menyelimuti tubuh Ta Kong.
"Hiyaa...!"
Ta Kong mengamuk layaknya bison yang sangat garang. Kemudian dia berlari sangat cepat, sehingga tanah itu bergemuruh sangat keras.
Tentu saja, ada orang yang menonton aktraksi Ini, bagi penduduk kultivator, melihat pertempuran di tempat terbuka adalah hal sesuatu yang menegangkan dan lumrah. Tapi tidak sedikit juga akibat pertempuran itu akan merusak suatu bangunan dan titik paling serius menimbulkan korban.
“Apakah pria paruh baya itu gila? Dia sangat berani menggunakan kekuatan penuh untuk menyerang adik kecil itu..”
“Ya tuhan, apakah pria paruh baya itu sungguh keterlaluan berani membunuh anak kecil... ”
“Ini benar bahkan jika aku menjadi pria itu, walau aku jahat masih memiliki hati nurani.”
Semua orang yang melihat pertempuran itu, saling berdiskusi secara bisikan. Namun ada juga salah satu penonton yang berkata lagi: “Tapi lihatlah, adik kecil itu, mengucapkan baju dan bergambar Naga sama seperti wanita yang berada di sisi pemuda itu.”
“Apakah mungkin dia salah satu dalam kelompok itu?”
“Tapi kenapa harus anak kecil untuk melawan pria paruh baya itu..? Apakah hanya ujian?”
Semua yang menontonnya saling berdiskusi satu sama lain dan ada juga yang mencibir ke arah Ta Kong bahkan ada yang bersimpati kepada Mei An seraya berdoa agar anda baik-baik saja.
Di sisi Ta Kong yang tubuhnya di selimuti aura merah seperti darah yang sedang berlari sudah tiba di depan Mei An.
“Adik kecil, aku akan menyerang kamu.. harap kamu berhati-hatilah...!”
“Hiyaaaa!”
Ketika pukulan itu hendak mengenai kepala Mei An yang imut, semua penduduk menutup mata. Hanya Long Fai dan Hu Mulan yang masih melihat sangat serius.
Long Fai tersenyum. Dia sudah tahu siapa pemenangnya.
Pada saat ini, tangan kecil milik Mei An langsung mengangkat ke atas langsung menangkap pukulan Ta Kong.
Seketika itu juga, dia menyerap energi merah Ta Kong seperti mode jincuriki.
“Kekuatan aku di serap...!” Ta Kong serius, bahkan dia seperti tidak memiliki tenaga untuk memukul karena merasa sangat lemas.
Kemudian Long Fai menginstruksi: “Adik kecil, lepaskan dia dan tinju perutnya...!”
“Baik...!” Mei An menuruti langsung meninju bagian perut Ta Kong.
"Bang!"
"Enggah...!"
Ta Kong sekali lagi meludahkan darahnya dari mulut sambil terhempas jauh.
"Sikat!"
"Bug!"
"Bug!"
“Tuan... aku menang...!” Mei An berteriak sambil meloncat sangat gembira. Di sisi Yan Ming yang sudah siuman, dia marah langsung menghampiri Ta Kong dan mencambuk sangat keras.
"Cetar!".
"Cetar!"
"Cetar!"
“Kamu pria tua dasar pengawal tidak berguna mati kamu..! Ahhhh..”
Yan Ming meraung sangat gila dan sangat semangat untuk mencambuk punggung Ta Kong yang sedang tergeletak di tanah.
Karena saat ini, Ta Kong dalam keadaan lemah karena energi sudah di hisap oleh Mei An, dia tidak bisa melawan. Hanya punggung di cambuk hingga berdarah.
"Ahhh..!”
“Nona.. maafkan aku, dia sangat kuat...!” Ta Kong kesalahan dia mohon belas kasih.
"Cetar!"
"Cetar!"
"Cetar!"
“Aku tidak peduli, kamu sampah dasar pengawal tidak berguna! Mati kamu...ahhhh!’’ Raungan demi raungan yang di keluarkan oleh Yan Ming sangat keras seperti orang gila.
Long Fai sangat marah, namun dia melihat bahwa Mei An sudah mendekati Yan Ming.
"Bang!"
“Kamu sangat keterlaluan!” Mei An meninju mulut kotor Yan Ming.