
Bab 47 Dayan Sumei
Setelah memejam terlalu lama, mata yang sangat indah milik Wang Roulan ahirnya, membuka.
Ketika mata itu membuka, seseolah ada tatapan yang sangat dingin sehingga jika ada orang yang terkena tatapan ini, akan mati seketika.
Namun Bagi Long Fai tatapan itu, tidak memiliki efek, karena dia memakai jubah dewa sarjana.
Mata indah Wang Roulan membuka langsung melihat, Long Fai yang sedang menatap ke arah dirinya dengan senyum lembut.
"Kamu cantik sekali!" Kata Long Fai dia tak tahan dengan kecantikan Wang Roulan yang sekarang.
"Hmmp." Wang Roulan hanya tersenyum, dengan itu, dia berjalan menghampiri Long Fai dengan tatapan lembut.
"Long Fai terimakasih atas manual yang kamu berikan, ini sungguh berharga bagi aku, bahkan sekarang, akibat manual yang kamu berikan, seseolah melengkapi konstitusi tubuh aku."
"Ngomong-ngomong ini adalah manual peringkat surga. Bagai mana kamu mendapatkan manual ini?" Kata Wang Roulan setelah tiba di depan Long Fai dia berterimakasih, sekaligus terkejut dengan penemuan ini. Bahkan dia menjadi sangat tertarik kepada Long Fai.
"Kamu tidak perlu tahu, yang terpenting aku adalah pria yang bisa di andalakan." Kata Long Fai dia tutup mulut.
Setelah itu, Wang Roulan ahirnya menyadari bahwa tempat yang dia tinggali, sudah hancur dan lulu-lalang.
"Ini tempat aku hancur, bagai mana ini!" Wang Roulan tanpa sadar menggaruk kepalanya, dia merasa pusing.
"Oh itu gampang, kamu hanya perlu ke tempat aku saja." Kata Long Fai dengan gigi meringis.
"Tapi, apakah kamu jika seperti itu, para murid tidak akan curiga?" Wang Roulan ragu-ragu akan permintaan Long Fai.
"Kamu tidak perlu ragu, dengan hubungan yang kita jalani, maka di masa depan mungkin kita tidak bisa menghadapi panah gelap." Kata Long Fai dia setelah melihat bahwa Wang Roulan menjadi begitu sangat cantik, dia akhirnya tak tahan untuk mengasih kabar bahwa ini adalah wanita aku anda tidak boleh mengacaukannya.
Wang Roulan juga paham dan setuju akan usulan Long Fai, dengan hubungan yang dia sembunyikan, mungkin akan terbongkar juga. Tapi setidaknya dia mempunyai jumplah pria yang mengejar-ngejar dirinya, apakah Long Fai bisa menahanya.
"Kamu jangan khawatir, ayo kita bergegas, ke tempat aku." Kemudian mereka berdua terbang dengan bergandengan tangan. Tentu saja adegan itu di saksikan sejumplah murid-murid.
Bahkan Long Yu melihatnya adegan mesra antara Long Fai dan Wang Roulan. Dia tidak tinggal diam, dia harus membunuh bajingan Long Fai.
...~...
Di sisi lain Bai An sekarang dia sedang memotong pohon-pohon, dan meratakan hutan ini untuk dia jadikan sebagai ladang pertanian sesuai instruktur Long Fai.
Namun karena terlalu bersemangat, dia menebang pohon sampai ke pinggiran sungai yang di mana dulu Long Fai bertemu Nalan Rua.
Ketika dia sedang menebang pohon, Bai An mendengarkan suara pertempuran.
Bai An mengerutkan kening, dan melihat dari kejauhan bahwa dia melihat pertempuran antar orang berkelompok sedang melawan satu wanita.
Ketika dia sedang mengamati, tiba-tiba wanita itu terpental sangat jauh dan mengampiri Bai An sendiri.
Ketika wanita itu terjatuh, Wanita itu melihat Bai An, Bai An juga melihat wanita itu. Bai An mengenali seragam sekete ini.
Wanita itu, menurut informasi Bai An adalah dia berasal dari sekte bulu elang. Sekte itu adalah sekte nomer satu di dinasti Dayan.
"Kamu bisakah kamu membantu aku, untuk menyelesaikan para penjahat itu." Kata Wanita itu bangun dari tidurnya, setelah itu dia berkata kepada Bai An sambil memegang dada karena sesak nafas.
"Membantu? Jika aku ingin membantu, tapi ada syarat." Kata Bai An, dalam pikiran Bai An ini adalah aji mumpung. Ketika anda ingin tidur, dan anda sedang mencari bantal, tanpa sadari ada orang yang dengan senang hati memberikan bantal kepada anda. Maka karena kesempatan ini lah, dia mencari pembantu untuk mengumpulkan kayu ini, untuk kayu bakar bagi Long Fai.
Dia melihat bahwa kelompok itu, setidaknya berlima.
Bai An melihat ketua kelompok, ketua kelompok itu, juga melihat Bai An.
"Oh bocah, apakah kamu ingin menjadi pahlawan kesiangan, hahaha!" Ketua kelompok itu tertawa dan menghina Bai An."
Namun Bai An hanya berkata seperti ini. "Lebih baik, kamu jangan melewati garis ini, jika tidak!"
"Hahaha apakah kamu mengancam nak, maaf tapi sayang aku tidak taku." Setelah itu, Ketua kelompok, berkata lagi. "Ayo kita habisi bocah bau ini..!"
"Haaaa!" Akhirnya kelompok itu, menyerang bersama untuk membunuh Bai An, Walau begitu Bai An masih tenang. Dengan tatapan penuh martabat, dia menebas kapak itu di udara.
"Tekat adalah kekuatan jika tidak ada tekat, maka tidak ada kekuatan!" Bai An mengucapkan kata-kata yang dia ingat dari Long Fai, sambil menebas di udara.
Begitu tebasan kapak sudah di lakukan, tiba-tiba seketika ada pemandangan yang sangat mengerikan.
"Berdengung!"
"Sring!"
Tebasan kapak itu memunculkan bilah cahaya bulan sabit, bilah bulan sabit itu, dengan awalan lebar, dengan kecepatan menakjubkan, langsung berubah, menjadi bilah bulan sabit yang lebar lusinan meter.
"Ini tidak baik!"
Para kelompok yang menyerang wanita itu, ngeri. Namun sudah terlambat, seketika kelima kelompok itu langsung teropotong menjadi daging cincang.
Bahkan bilah cahaya bulan sabit itu, efeknya membuat hutan di depanya pohon-pohon gundul dengan luas lusinan meter.
"Ini..!"
Wanita yang sedang duduk di tanah sambil memulihkan energi, dia berseru akan kekuatan tebasan yang di keluarkan dari kapak.
Dalam benak wanita itu, apakah pemuda ini adalah jenius? Setelah melihat bahwa para perampok itu sudah meninggal, maka dia berdiri dan menghadap ke arah Bai An dengan penuh syukur.
"Terimakasih, karena susah menjadi penolong aku, kalau boleh tau seiapa nama kamu." Wanita itu, berkata dengan memasang wajah hormat.
Bai An sekarang setelah menjadi kaki anjing Long Fai, entah kenapa tempramen sudah tidak senitimental. Bahkan dia melihat kecantikan yang ada di depannya terasa hambar.
Bai An langsung tanpa bertele-tele berkata. "Ayo bantu aku, mengumpulkan kayu bakar secukupnya."
"Ini..!" Wanita itu, bingung. Seharusnya dengan kecantikan yang dia miliki seharusnya bisa meluluhkan pria yang ada di depannya.
Tapi kenyataan membuat wanita itu menangis dalam hati, anda sebagai kecantikan murid sekte, sedang mengumpulkan kayu bakar, jika ada orang yang melihat bukanya ini menjadi sangat malu.
Bahkan dia mengumpulkan kayu bakar bukan hanya sedikit, namun tergolong cukup banyak, memikirkan hal ini, wanita itu, ingin kabur.
Wanita ini adalah Dayan Sumei, dia adalah murid teratas di sekte Bulu Elang, bukan hanya itu saja, disamping murid kecantikan atas, adalah dia sebenarnya putri dari kerajaan Dayan ini.
Jika pengawal kerajaan mengetahui ini bukankah pria itu mendapat hukuman? Dia-diam dengan kesal Dayan Sumei cemberut.
Tentu saja, Bai An seperti melihat wanita itu merasa familiar, namun dia tidak berpikir keras.