
Bab 568 Maaf Aku Tidak Seperti Dulu
Fang Shandu dengan kekuatan yang sangat menakutkan hanya menggunakan tangan kanannya langsung ditempelkan ke arah bagian bahu Fang Chu, seketika dia langsung sembuh dengan kecepatan mata telanjang.
“Aku akui kamu memiliki kekuatan yang sangat hebat sangat membantu jika pertempuran ini dalam keadaan terdesak. Pilihan yang sangat tepat jika kamu ikut untuk beroperasi agar bisa menculik bayi brengsek tersebut,” ucap Fang Chu sambil menggerakkan tangannya yang sudah tumbuh setelah disembuhkan oleh Fang Shandu.
“terima kasih ... Sebagai sesama satu suku sepatunya saling membantu dan saling membahu,” angguk Fang Shandu dia juga langsung tidak bisa berlama-lama untuk turun ke dunia dataran Naga.
Fang Chu kalau sudah sembuh dan memasuki keadaan prima bahkan bola energi yang tertanam di dadanya juga sepertinya menandakan tidak terjadi apa-apa langsung mengikuti ke bawah.
Bom!
Membuka retakan ruang, Fang Shandu dan Fang Chu seketika sudah tiba di dataran Naga. Akan tetapi, Fang Shandu langsung mengaktifkan gelang ajaib dengan menetaskan darah itu ke gelang tersebut.
Tes! Seketika darah mengenai gelang itu tiba-tiba gelang tersebut seketika bercahaya merah. Gelang ini adalah gelang penanda dan ketika gelangnya diaktifkan maka Fang Molin akan merasakan dan dia juga bisa mengetahui di mana tempat gelang itu diaktifkan.
Pada saat itu, Fang Molin yang sudah ribuan tahun di dunia Artefak Naga lantai satu, dan sudah melupakan semuanya hal suku Fang, tiba-tiba matanya berkerut. Wajahnya juga menjadi serius sehingga dengan rasa yang tidak nyaman sekaligus rumit langsung berkata kepada beberapa wanita Long Fai.
”Kakak Ketiga. Tunggu sebentar aku ingin pergi dari sini. Ada hal yang harus aku lakukan,” ucap Fang Molin kepada Xiao Yun.
“Apa yang ingin kamu lakukan adik ke tujuh?” balas Xiao Yun dengan ingin tahu.
“Ada kenalan dari suku Fang yang datang untuk menemui ku,” ucapnya dengan lembut. Kemudian dia pergi dan menghilang diudara tips dan Fang Molin sudah berada di dataran Naga.
Walaupun hanya berjarak kurang lebih enam bulan di waktu luar, tetap di dunia Artefak sungguh sudah ribuan tahun abad sehingga dibandingkan Wang Roulan dan Murong Ruyue yang selalu stay di toko kelontong, umurnya langsung dilibas oleh Fang Molin.
Dapat dikatakan Fang Molin yang sekarang seperti monster tua. Setelah menyapa Wang Roulan dan Murong Ruyue, Fang Molin pergi dan tidak lupa untuk berpamitan dengan mereka.
Fang Molin terbang demgan sangat anggun. Rambut biru yang panjang seperti petir dan kedua pupil mata yang memiliki warna yang berbeda sehingga kecantikannya sungguh menakutkan. Apalagi dia sudah ditransformasikan di danau pada waktu itu sehingga kecantikannya adalah kecantikan maksimal dan tentu saja jika Fang Shandu melihat akan tidak tahan untuk memeluk dan mencium Fang Molin.
Akan tetapi, Fang Molin sudah menjadi normal setelah menemukan cinta bersama Long Fai sehingga tidak mungkin akan berpelukan dengan sesama wanita.
Kamudian setelah menghilang, Fang Molin hanya sekejap sudah menemukan posisi Fang Shandu dan ada Fang Chu yang sedang berada di sisinya.
Fang Molin keluar di udara tipis dan dibebani ada kilatan listrik di antara langit.
Jedar!
Jedar!
Fang Shandu melihat juga perubahan Fang Molin yang sekarang menjadi sangat menawan dan sudah tak tahan untuk bergegas dan berlari langsung memeluk.
Fang Molin dengan tenang, dia mendekati Fang Shandu yang memiliki mata berkaca-kaca.
“Dari mana saja kamu, apakah kamu tidak merindukan ku,” ucap Fang Shandu sambil meraih tangan Fang Molin yang sangat halus dan perubahannya juga sangat menawan.
Dia juga melihat di dahi Fang Molin ada tanda permata biru yang mewakili suku Fang sendiri. Tetapi kenapa dia memiliki tanda di dahi? Bukannya pada saat itu berada di bagian dada? Apakah memungkinkan tanda suku Fang bisa berubah? Terlebih lagi dua pupil matanya memiliki warna yang berbeda sehingga tatapannya semakin menyihir.
“Hmmm apakah kamu datang ke sini hanya untuk menemui ku?” tanya Fang Molin dengan lembut.
“Benar. Aku datang ke sini hanya ingin mengambil mu dan ayo kita pulang kita melakukan hubungan musim semi lagi untuk menghilangkan rasa rindu antara kita berdua.” Fang Shandu sangat berharap.
Fang Molin memejamkan matanya langsung menggelengkan kepalanya dan berkata: ”Maaf tetapi aku sudah memiliki kekasih. Dan aku juga sudah tidak seperti dulu.”
Fang Molin kemudian melepaskan tangan Fang Shandu dengan lembut. Dia berkata, ”Lebih baik kamu juga mencari pasangan yang normal. Karena menjadi normal adalah pilihan yang sangat melegakan.”
”Apa magsudmu? Apakah kamu menolak ajakan aku? Apakah kamu sudah tidak memiliki rasa kepada ku ... Apakah kamu sudah menghianati?” Mata Fang Shandu sungguh mendung.
“Aku masih mencintai mu. Tetapi hanya sebatas teman dan bukan seperti dulu. Rasa cinta ku sudah diganti oleh Long Fai.” Fang Molin mengangguk dengan lembut.
Wajah Fang Shandu sungguh mendung dan sedih. Tetapi dia juga menggunakan teknik boneka sutra sehingga dalam tubuhnya keluar energi merah yang hanya bisa dilihat oleh dirinya saja. Teknik sutra boneka bertujuan mengikat hati Fang Molin agar bisa kembali lagi seperti dulu.
Hanya saja Fang Molin yang sudah kelewatan sakti, matanya melihat energi seperti benang mencoba memasuki kedalam tubuh.
Energi itu memasuki kedalam tubuh, tetapi hanya sedikit kekuatan Fang Molin digunakan seketika benang merah itu hancur dan berdampak kepada Fang Shandu.
Bang!
Engah!
Fang Shandu muntah darah sambil menatap ke arah Fang Molin tidak percaya.
“Bagai mana kamu melakukannya!”
“Cukup Fang Shandu, jangan lakukan itu, jangan memaksakan,” kata Fang Molin.