Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Gadis Kecil Yang Malang


Bab 504 Gadis Kecil Yang Malang


Beitang Yu menyerahkan kartu kecil yang terbuat dari emas untuk diserahkan kepada Lucia.. Beitang Yu hanya memerintahkan agar Lucia meneteskan darah di kartu identitas emas itu agar dengan otomatis kartu emasnya langsung mengeluarkan informasi Di mana tempat tinggal Lucia.


Lucia tidak bertanya apa lagi, kemudian dia langsung menuruti apa yang dikatakan oleh Beitang Yu. Yaitu dia langsung meneteskan darah ke kartu emas itu.


Seketika kartu emasnya bercahaya terang dan ada tulisan yang terbuat dari bahasa Arcadia dengan sangat jelas.


Nama : Lucia Beelzebub


Umur : 16 Tahun.


Pekerjaan : Penyihir peringkat empat, penguasa pedang peringkat tiga.


Alamat: Wilayah Aksu, putri dari Baron Reinar Beelzebub yang memerintahkan desa Aksu.


Kebangsaan: Kerajaan Karoline.


Mata Lucia terpana kaget setelah melihat informasi yang sungguh sangat detail. Dia tidak tahu jenis apa kartu sihir ini yang hanya meneteskan darah ke dalam benda tiba-tiba informasi yang sangat spesifik langsung tertelan jelaskan.


Lucia bertanya dengan keingintahuan yang sangat besar, “Benda apa ini? Kenapa aku baru pertama melihat benda aneh seperti ini. Sungguh sangat aneh hanya meneteskan darah langsung mengeluarkan informasi yang sangat detail.”


“Aku tidak tahu bentuk ini yang kuat adalah Tuan Xiandi,” balas Beitang Yu.


“Xiandi? Apa itu Xiandi?” Lucia langsung bingung mendengar istilah yang disebutkan oleh Beitang Yu.


“Uhuk! Xiandi mungkin bisa jadi penyihir di atas Kemoyin,” ucap Beitang Yu sambel terpatuk karena tidak tahu tingkatan yang dimiliki dari kekuatan Long Fai. Setiap dirinya berbisik kepada salah satu rekan kerja di dunia daratan naga, Long Fai memilih kekuatan tak terbatas.


Bahkan menjadi hartaku jika mengatakan hal seperti itu.


“Tidak mungkin! Di dunia Arcadia, penyihir paling tinggi adalah Kemoyin. Bahkan dia juga masih dipertanyakan Apakah ada penyihir Kemoyin saat ini.” Lucia menganggap Beitang Yu mengatakan hal omong kosong.


“Jika kamu tidak percaya tidak apa-apa, kamu melihat tuanku mungkin kamu akan paham bagaimana kekuatan yang tak terbatas itu.” Kemudian Beitang Yu langsung memasukkan kartu emas itu ke dalam brankas.


Sepertinya dia butuh rekan kerja di tempat ini jika hanya dirinya saja mungkin akan kewalahan ketika ingin menagih uang yang akan dikreditkan. Ini timbangan yang sangat bagus untuk meminta kepada Long Fai.


Kemudian, Lucia melihat bahwa Beitang Yu memasuki ke dalam mode serius sehingga dirinya tidak ingin berlama-lama lagi keluar dari toko persenjataan ini. Dia kepada orang tuanya menemukan berita besar.


Jika ayahnya mengetahuinya, mungkin tidak akan marah penyebab uang kepingan emas yang telah diberikan untuk biaya kehidupan selama beberapa bulan akan habis.


~


~


#Malam Hari!


Pada saat ini, Beitang Yu sudah menutup toko persenjataannya dia membereskan dan mengelap berbagai debu yang menempel di seluruh persenjataan. Setelah sudah menyelesaikan semuanya dia harus kembali pergi untuk melapor kepada Long Fai.


Tetapi pada saat itu, tiba-tiba ada ketokan pintu yang sangat keras dibarengi suara anak kecil sekitar umur sepuluh tahun dengan rasa cemas yang sangat besar.


”Ada apa lagi?” Beitang Yu wajahnya cemberut langsung membuka pintu untuk ingin tahu siapa sih, yang mengganggu dirinya untuk kembali ke dataran Naga.


Dia menangis wajah yang sangat ketakutan dan keputusasaan, sebagai wanita baik yang rendah hati apalagi dia juga awalnya hanyalah manusia biasa yang selalu melihat berbagai penindasan dari kalangan bawah. Rasa iba yang dimiliki Beitang Yu, akhirnya langsung menarik tubuh gadis kecil itu untuk masuk ke dalam.


“Apa yang terjadi, Kenapa dengan telingamu, kenapa menghilang!” Beitang Yu bertanya dengan gugup.


Akan tetapi, gadis kecil itu menghiraukannya malahan langsung menyelinap ke belakang sambil memeluk sungguh sangat erat dia masih menatap kejauhan dengan tatapan horor.


“Aku tidak ingin mati, ayah ku dia membunuh ibuku dan kakak perempuan aku," ucapnya sungguh ada jejak kesakitan.


Beitang Yu langsung mengurutkan keningnya. Apa yang dibicarakan gadis kecil ini sepertinya salah mendengar. Bisa-bisanya ada seseorang Ayah tega membunuh istri dan beserta anak. Bahkan dirinya sungguh sangat marah dan tindakan itu tidak akan diampuni.


“Adik, Apa yang kamu katakan Jika benar maka aku akan murkak kamu tunggu di sini aku akan memberi pelajaran Ayah durhaka!” Kemudian, Beitang Yu langsung keluar dari toko persenjataannya. Kebetulan ini sudah malam banyak rumah-rumah yang jarak-jaraknya tidak terlalu dekat sehingga untuk berjalan sendirian akan mengalami ketakutan.


Pada saat ini, Beitang Yu seperti melihat serigala besar yang berdiri dengan gagah matanya merah dan ada cakar yang sangat panjang sekitar setengah meter sambil berjalan menatap ke arah dirinya.


“Apakah dia yang telah membunuh istri dan anak? Kenapa penampilannya sungguh sangat tidak kontras? Ini sungguh tidak beres,” guman Beitang Yu sambil memegang dagunya.


Tetapi, Serigala monster itu, langsung menyerang sungguh sangat cepat sekali lompat jaraknya sepuluh meter Sehingga dalam sekejap langsung di sampingnya Beitang Yu.


Roar!


Sring!


Cakar yang sungguh sangat tajam ingin mencabik-cabik wajah Beitang Yu. Tetapi Entah dari mana asalnya tiba-tiba tangannya langsung memegang pedang langsung menangkis saklar atau jam dari monster serigala.


Dentang!


Teknik Sihir petir!


Jedar!


Seketika dari pedangnya langsung mengeluarkan listrik yang sangat besar langsung menyambar tubuh monster serigala sehingga semua bulu-bulunya langsung gosong.


Pedang Angin Meteor!


Sekeliling tubuh Beitang Yu langsung mengeluarkan lusinan angin yang sangat runcing langsung terbang untuk memotong-motong tubuh monster serigala sampai tidak berbekas karena potong-potongannya menjadi sangat kecil dan lembut.


“Hmm. Adik, sekarang Monster itu sudah mati kamu sudah aman,” kata Beitang Yu. Tetapi dia melihat gadis kecil itu langsung berlari untuk menghampiri darah yang bersimbah akibat cincangan dari sihir angin yang dilakukan oleh Beitang Yu.


“Ayah... Aaaa walaupun aku sedih karena Ayah meninggalkan aku sendirian hanya sebatang kara, aku juga membencimu Ayah karena telah membunuh Ibu aku dan kakak perempuan aku.” Kedua tangannya langsung meraih darah dan meremas-remass sungguh sangat erat.


Ehh?


Seketika Beitang Yu baru tersadar bahwa monster serigala yang sangat jelek itu, adalah Ayah dari gadis kecil. Sehingga pada saat itu dia langsung berjongkok untuk meraih bahu gadis kecil langsung berkata, “Maafkan aku karena telah membunuh ayahmu. Sekarang sebagai tanggung jawabku, kamu bisa tidur di toko ini sambil bekerja. Kamu aku akan melapor kepada Tuanku.”


Gadis kecil tidak menjawab tetapi masih menunduk sambil melihat darah yang sangat banyak di tanah.


”Uhuk! Adik ngomong-ngomong Nama kamu siapa?” Beitang Yu bertanya.


“Flora Laurent,” ucap Flora dengan nada yang sangat lirih.