
Bab 167 Tidak Ada Yang Setara Dengannya
“Kenapa kamu menolaknya? Adik apakah kamu tahu, kamu adalah kuat dan jenius. Dengan bakat kamu, mungkin saja kamu di sekte akan melambung tinggi menjadi keberadaan yang mempesona.”
“Adik aku meyakinkan kepada kamu, jika kamu menjadi murid sekte, aku yakin kamu akan mendapatkan manfaat yang tak terhingga.” Ning Xue masih bersikeras,
“Kakak Ning, maaf... aku hanya ingin mengharumkan Naga Azhure saja. Jika aku memasuki sekte bukankah karena bakat aku sekte terciprat popularitas aku? Sehingga sekte tersebut akan menjadi terkenal.”
“Kakak Ning mencoba merekrut aku, agar Kakak mendapatkan popularitas juga kan? Kamu sungguh licik..” Ding Fan cemberut lucu.
Ning Xue ingin pingsan setelah apa yang di katakan anak kecil ini, dia bahkan tidak bisa menjawab lagi.
“Maaf kakak Ning, aku hanya tunduk di Naga Azhure, tidak ada yang lain yang setara dengan dia. Bahkan kakak tertua aku, Li Jeju mengatakan sekte itu sangat jahat hanya memanfaatkan murid jenius untuk di jadikan boneka sekte tersebut.” Ding Fan berkata lagi.
"Puff!"
Ning Xue menyemburkan darah dari mulutnya, dia seperti tidak salah dengar ketika Ding Fan mengatakan kakak tertuanya adalah Li Jeju. Li Jeju adalah muridnya yang sangat nakal dan sering pergi meninggalkan pelajaran. Bahkan dia pergi dari sekte, hanya ingin mencari Li Jeju saja.
Sambil menahan amarah, Ning Xue berkata kepada Ding Fan. “Adik, apakah yang di sebutkan kakak tertua kamu adalah Li Jeju,”
Ding Fan mengangguk serius: “Benar, dia adalah kakak tertua kita, dia sangat baik mau memberikan rumah kecil untuk tempat tidur aku.”
“Ok baiklah..baiklah..” Ning Xue mengangguk terus menerus. Apa kata Ding Fan dia sangat setuju. Li Jeju adalah anak yang baik, namun dia sekaligus murid yang sembrono dan nakal. Kemudian dia berkata lagi kepada Ding Fan: “Aku mengenal Li Jeju, adik..... bisakah kamu tunjukkan dimana Li Jeju itu, aku ingin bertemu?”
“Hmmm..... kebetulan, dia sedang berkumpul dengan teman-teman aku yang lainya jika kakak ingin melihat dia ayo ikutlah dengan aku..” Ding Fan menjawab.
“Baiklah ayo adik aku ingin pergi melihat dia.” Ucapnya Ning Xue kepada Ding Fan. Dia ingin sekali menghajar Li Jeju ini. Karena murid nakal ini, dia pergi keluar sekte.
Kemudian Ding Fan membawakan Ning Xue untuk pergi ke rumah kecilnya. Hanya karena dia membawa Ning Xue untuk bertemu Li Jeju.
Dalam perjalanan, Ning Xue sempat berkata kepada Ding Fan. Apakah adik kecil pernah bertemu dengan Long Fai, dan apakah apa yang di katakan Ta Kong Long Fai itu, memiliki sosok yang tampan.
Tapi, jawaban Ding Fan sama seperti jawaban Ta Kong. Yaitu, Long Fai kuat, baik, dan tampan layaknya peri turun dari langit.
Ning Xue tentunya masih sedikit tidak percaya. Ding Fan berkata seperti itu, karena sudah di doktrin oleh Naga Azhure. Sehingga walau sejelek atau setampan apapun, para pengikut Naga Azhure tidak akan mengucapkan kata-kata yang sembrono.
Karena saking semangatnya, Ding Fan berkata lagi: “Aku juga mendengarkan dari kakak Jeju bahwa tuan Long Fai akan bertunangan dengan Ratu Ho Tu,”
Pada saat ini, ketika Ning Xue mendengarkan bahwa orang yang di sebut Long Fai akan bertunangan dengan ratu Ho Tu, seketika dia ingin tersandung. ‘Bajingan... Long Fai ini sungguh pembohong...’ Ucapnya Ning Xue dalam hati.
Dua menit sudah berlalu, Ding Fan sudah kembali di tempat rumah kecilnya.
Saat ini, ketika Li Jeju mengetahui Ding Fan sudah kembali, dia tersenyum. Namun senyuman itu mengeras tiba-tiba. Karena dia melihat ada guru Li Jeju yang sedang menatap ke arah dirinya sambil tersenyum tipis.
“Guru Ning...” Pekikk Li Jeju sangat kaget seperti seekor kucing yang di injak ekornya.
“Halo murid yang terkasih, akhirnya aku menemukanmu..” Ning Xue tersenyum lucu. Dia juga melihat ada lima anak kecil lagi yang sedang duduk menatap ke arah dirinya.
Ning Xue menyapa ke lima anak itu. “Halo... adik..”
Ke lima anak kecil itu, mengangguk sambil bingung. Tapi Ding Fan berkata: “Dia adalah Ning Xue, dia berkata bahwa mengenal kakak tertua kita. Sehingga aku mengajak kakak Ning untuk datang di sini.”
Akhirnya kelima anak itu, mengangguk lembut. Dan Mengyue Gelou berbicara: “Kakak Ning, duduklah bersama kita... karena kakak Jeju akan menyiapkan masakan daging untuk di makan bersama.”
“Oh apakah seperti itu?” Ning Xue sediki terkejut, setelah dia mengetahui bahwa Li Jeju akan menghidangkan makanan kepada kita semua.
Li Jeju tidak senang cara memandang Ning Xue kepada dirinya. Dia akhirnya membuat dengusan: “Hummp guru kamu jangan meremehkan keahlian aku..!”
“Mari guru ini melihat bagai mana kamu menghidangkan makanan kepada kita semua..” Ning Xue tersenyum mengangguk. Dia juga melihat Li Jeju memakai baju berlogo Naga Azhure.
“Apakah kamu juga bagian dari Naga Azhure?” Tiba-tiba Ning Xue bertanya kepada Li Jeju.
“Ini...benar.. aku sekarang adalah bagian Naga Azhure..!” Li Jeju berpose keren kepada Ning Xue.
“Huh pantas saja, kamu sangat nakal dan sangat enggan ketika kamu memasuki sekte. Kamu sekarang menjadi bagian Naga Azhure, apakah kamu berhianat?” Ning Xue cemberut, bahkan dia sangat kesal kenapa rata-rata pemuja Naga Azhure semuanya monster, bahkan Li Jeju yang menurut dirinya sedikit jenius sudah bergabung dengan kelompok Naga Azhure.
‘Tunggu sebentar!’ Ning Xue mengerutkan keningnya dia tahu bahwa Li Jeju tidak terlalu kuat. Bahkan dirinya bisa mudah melawannya, namun dia juga pengikut Naga Azhure?
Setahu Ning Xue, kelompok Naga Azhure adalah monster. Jika seperti itu, bukankah murid Jeju diam-diam menyembunyikan kekuatannya kepada dirinya.
Memikirkan ini, dia sangat kesal. Bahkan dia lebih kesal lagi karena ke enam anak ini sudah di pastikan memiliki kemampuan unik dan sangat kuat. Tapi dia tidak bisa merekrut anak kecil ini, karena percuma saja.
Di samping itu, Li Jeju melihat ada raut kekesalan kepada Ning Xue diam-diam dia tersenyum tipis. “Giru kelemopok Naga Azhure adalah kelompok bebas. Dan tidak ada kekangan layaknya naga yang melambung ke langit.”
“Huh aku ingin tahu siapa pemimpin itu, jika aku melihat aku akan berkata kepadanya, bahwa cara licik pemimpin kamu bisa sukses mendoktrin anak kecil ini.” Dia sangat kesal sambil mengeluarkan daging monster dari cincin penyimpanan dan di serahkan kepada Li Jeju.
Li Jeju juga tersenyum tanpa menjawab, dia hanya mengambil bongkahan daging dan dia langsung di eksekusi untuk di jadikan santapan.
Ketika semuanya dalam kedamaian, tiba-tiba di luar pintu rumah ini, ada yang memarahi sangat keras.
“Hei bajingan kamu keluarlah jika tidak rumah ini akan aku bakar....! Cepat keluarlah...!”