
Bab 527
Setelah mereka semua pergi meninggalkan toko Long Fai, Beitang Yu tiba-tiba mengajukan pertanyaan, “Tuan, jika dia mempersulit kita agar melebarkan sayap dalam memperjual belikan senjata, apakah yang harus kita lakukan?”
“Jangan khawatir. Setidaknya jika pihak Gereja Santanik ingin mempersulit kita untuk melambung tinggi, setidaknya kita sudah memiliki dua orang yang menurutku telah dipercaya. Yang pertama adalah Veldav dari penguasa desa, dan keluarga Ashley. Dengan kedua pihak itu, mungkin aku bisa melakukan perdagangan secara perlahan-lahan.”
“Intinya, fokuslah pada masa depan, bagaimana untuk menarik perhatian.”
Setelah itu, Long Fai akan menanyakan agar bisa bekerja sama dengan keluarga Ashley agar dia bisa melebarkan sayap di Kerajaan Aksu. Bahkan, tidak mustahil untuk memperluas ke wilayah kerajaan lain melalui paviliun keluarga Ashley.
Saat ini, Beitang Yu hanya bisa mengangguk. Dia tidak tahu instruksi dari Long Fai, tetapi dia yakin bahwa Long Fai akan memperluas pengaruhnya dengan sangat mudah.
Long Fai tiba-tiba mengeluarkan lusinan zombie suci yang kebal terhadap matahari dan sihir suci. Dirinya memerintahkan mereka untuk membangun toko persenjataan yang lebih besar dan memiliki lantai sepuluh, persis seperti di dunia Bumi.
Kemudian, Long Fai memerintahkan kepada dua zombie putih dengan nama Chang Lan dan Chang Fu untuk pergi ke rumah Veldav di wilayah desa Carne. Mereka harus mencari paviliun yang terkenal dan bisa diajak kerja sama, yang tentunya Long Fai sudah membawa uang suap agar operasi ini berjalan lancar.
“Kalian berdua pergi ke wilayah desa Carne yang tepat di mana Veldav berada. Minta agar dia memandu kalian mencari paviliun agar bisa diajak kerja sama dengan pihak kita!” ujar Long Fai saat itu, sambil mengeluarkan batu diamond biru yang sangat berguna bagi para penyihir jika orang memilikinya. Setelah kehabisan energi, benda ini bisa mengembalikannya hanya dengan menyentuhnya.
Chang Lan dan Chang Fu langsung mengangguk dan bersujud kemudian menghilang.
Hanya beberapa saat kemudian, mereka sudah tiba di depan rumah bangsawan Veldav Beelzebub.
Tok! Tok! Tok!
Seketika pintu terbuka dan muncul Lucia yang kaget melihat dua pemuda dengan wajah pucat dan tatapannya kosong.
“Halo? Kami dari keluarga Beelzebub, adakah yang bisa kami bantu denganmu?" tanya Lucia yang sudah waspada, tapi kemudian melihat logo naga yang dikenakan oleh kedua bawahan Long Fai, yaitu Beitang Yu dan Flora.
“Halo, kami ditugaskan untuk menemui kamu. Raja Xiandi hanya ingin mengutus kami untuk meminta kamu untuk mencari paviliun terkenal dan bekerja sama dengan pihak kami,” jawab Chang Lan dengan tenang, meskipun tanpa ekspresi seperti makhluk tanpa perasaan.
“Baiklah... Silakan masuk terlebih dahulu agar kami bisa menanyakan kepada ayah,” balas Lucia dan mempersilahkan kedua zombie tersebut untuk masuk ke dalam rumah.
Veldav yang sedang gembira mendapatkan kekuatan yang sangat kuat tiba-tiba melihat Lucia yang datang menghampirinya.
"Ayah, punggawa Arthur datang ke sini hanya ingin meminta kita untuk mencari paviliun yang bisa bekerja sama dengan pihak Arthur," kata Lucia, lalu memberi minuman kepada kedua zombie tersebut.
Setelah diberi minuman, kedua zombie tersebut hanya menggelengkan kepalanya.
Veldav datang dan bertemu dengan mereka berdua, “Kalian diperintahkan untuk datang ke sini hanya untuk mencari paviliun dan bekerja sama dengannya?” Veldav ingin tahu, tetapi ia merasa pengaturan ini cukup baik dan selangkah lebih maju daripada pihak gereja Santanik.
“Benar, kami diperintahkan untuk mencari paviliun dan bekerja sama dengannya,” jawab Chang Fu tanpa ekspresi.
Veldav langsung mengangguk dan memerintahkan pelayannya untuk menyiapkan gerobak yang akan membawa mereka ke wilayah El Rentel. Di sana, ada paviliun bernama Paviliun Kabut Mendalam, yang sangat mendukung para kelompok petualang dalam memperjualbelikan hasil barang rampasan.
Chang Lan merasa kuda gerbang yang dinaikinya sangat lambat, lalu mengeluarkan kuda putih suku mayat hidup yang sangat cepat.
Veldav dan Lucia terkesima melihat kuda tersebut dengan tanduk yang sangat runcing dan gagah.
“Hebat! Ini sungguh sangat hebat, Tuan Arthur adalah orang yang sangat hebat memiliki sesuatu yang tidak bisa dimiliki oleh bangsawan lain!” ucap Veldav girang.
Akhirnya, mereka masuk ke gerbong milik Chang Lan.
Wush!
Gerbong melaju dengan sangat cepat dan tidak ada getaran sama sekali, kursinya sungguh sangat empuk.
“Ini sungguh sangat cepat dan empuk!” ujar Veldav yang yakin bisa ketiduran di dalam gerbong jika dibiarkan terlalu lama.
Seketika saja, banyak para petualang atau para pencuri yang melihat kuda zombie itu merasa tergoda dan ingin mencurinya.
Merasa ada bahaya, Chang Fu langsung keluar dan meloncat di atas gerbong.
"Kalian tidak diizinkan untuk bertindak jahat kepada kami semua. Jika kalian ingin merampas harta ini, setidaknya kalian harus mati terlebih dahulu!" kata-kata Chang Fu sangat tenang, kemudian dia melambaikan tangannya dan memunculkan tembakan duri tulang yang sangat banyak dan sangat cepat.
Sring!
Sring!
Sring!
"Awa menghindar! Kamu berpencar dan menyamping di setiap bagian gerbong ini dan serang orang itu dengan cara menyelinap!" Kata seorang wanita yang memiliki penampilan seperti bajak laut dengan sebelah matanya ditutup menggunakan kain.
Hiya!
"Kamu pemuda yang sombong tidak bisa melawan kami yang berenam!"
Hiya!
Chang Fu tidak melirik sedikitpun, tetapi tiba-tiba di seluruh tubuhnya keluar duri tulang seperti kaktus langsung melesat ke segala arah.
Bom!
Ahh!
Beberapa kelompok meninggal akibat ditusuk-tusuk oleh duri tulang yang keluar dari tubuh Chang Fu.
"Semut seperti kalian ingin melawan kecoa sepertiku, mimpi!"
Bom!
Seketika, seluruh tubuh Chang Fu mengeluarkan gelombang putih bercahaya yang menyilaukan dan langsung menghancurkan mereka menjadi abu tanpa ada perlawanan sama sekali. Bahkan kumpulan itu juga langsung rontok menjadi abu akibat efek cahaya Chang Fu.
Para bandit seketika ragu-ragu untuk mendekati pertempuran tersebut. Mereka langsung memerintahkan penyihir jarak jauh untuk menembak Chang Fu.
"Kalian tembak dia dari jarak jauh, kita semua mendekati, mungkin akan seperti para kelompok petualang yang akan meninggal menjadi abu."
"Baik!"
Seseorang langsung meloncat ke arah pegunungan dengan paling tinggi seketika mengeluarkan panah.
Swosh!
Ketika panah itu dilesapkan ke arah Chang Fu, itu seperti roket yang sedang terbang mengarah ke wilayah lain.
Chang Fu langsung meloncat untuk menangkap panah tersebut.
"Hanya mainan ini, kalian ingin membunuhku? Mimpi! Bahkan kamu tidak bisa membunuhku karena aku adalah mayat hidup!"
Hap!
Chang Fu langsung menangkap bilah panah itu, lalu dilemparkan kepada pemiliknya dengan sangat cepat.
Wush!
Kecepatan pelesatannya dua kali lipat dari yang pertama sehingga si pemilik yang melihat panahnya menghampiri sedang melompat akan menghindari panah tersebut.
Bom!
Tembakan panah saja langsung mengakibatkan separuh gunung itu hancur. Lucia dan Veldav sangat ingin melihat pertempuran di luar, akan tetapi Chang Lan tidak mengizinkan mereka keluar dari grup band tersebut.
"Dia bisa mengatasinya sendirian. Kalian tidak perlu khawatir," ucap Chang Lan. Bahkan jika penyergapan ini dilakukan terus-menerus sampai besok, Chang Fu tidak akan merasa kecapean karena pada sisinya ia adalah mayat hidup.
Mayat hidup tidak pernah merasakan kelelahan atau rasa sakit. Jika dia terpotong menjadi beberapa bagian itu tidak masalah, karena dia akan langsung menyatu kembali.
Chang Lan langsung mengeluarkan burung zombie sehingga di atas langit kekosongan, langsung mengeluarkan lusinan burung zombie itu untuk menyerang sekumpulan bandit.
Kukuruyuk!
Kukuruyuk!
Lusinan burung zombie itu mengeluarkan suara yang sangat menakutkan, sehingga langsung menyerang sekumpulan para bandit yang ingin menyergap dan merampok gerbong beserta kudanya.
"Ahh, hewan apa ini! Sungguh hewan yang sangat aneh. Bagaimana mungkin ada burung berkepala kucing!"
Mereka berlari terpikat-pikat karena adanya burung seperti merpati raksasa dengan kepala kucing.
~
Ini adalah visual burung zombie.