Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Salah Sasaran


Bab 359 Salah Sasaran


“Ayo! Cepat bagai mana kamu ingin memberikan kompensasi kepada ku!” Long Fai memelototi ke arah Fenghuang Chen.


“Kompensasi? Kamu mimpi aku tidak ingin memberikan kompensasi kepada mu!” Fenghuang Chen sungguh masih memiliki rasa bangga kepada suku Fenghuang, bagaimanapun dia adalah suku kuno dan orang yang berada dihadapannya adalah manusia, sangat mustahil sebagai generasi suku tiga akan tunduk kepada manusia.


Long Fai mengangkat kakinya langsung menginjak dada Fenghuang Chen sehingga akibat hal itu tulang bagian dada ingin pecah.


"Engah!"


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


“Brengek kau! Lepaskan kaki kotormu!” Fenghuang Chen berteriak ganas, tapi Long Fai sekali lagi menekan dadanya sehingga akhirnya tulang bagian dada patah.


"Crack!"


“Cepat bagai mana kamu ingin memberikan kompensasi!” tanya Long Fai, karena orang ini tidak diajak kompromi, akhirnya langsung merampok cincin penyimpanan.


Setelah merampok, dia menendang perut Fenghuang Chen sampai semua tulang dada patah dan meluncur sangat jauh tidak terkendali.


“Jika aku membunuh mu, tidak ada harganya karena nyawamu sungguh sangat murahan. Jika aku mengambil cincin penyimpanan itu beda cerita.” Long Fai menyringai, kemudian menggeldah cincin penyimpanan kemudian menemukan bahwa hanya berupa senjata yang cukup unik dan beberapa keping emas setinggi tiga meter.


Dengan memberikan kehidupan bagai Fenghuang Chen, mungkin dia akan memanggil beberapa rekan, pada saat itulah Long Fai bereaksi untuk merampas harta dan membunuhnya.


Walaupun senjata unik, tapi tidak memiliki kualitas seperti batang di dunia pedang, Long Fai melihat bahwa gagang pedang ini seperti ada corak gambar burunh Fenghuang.


Pedang yang serupa cukup banyak, mungkin jika dijual di toko akan memiliki nilai yang tinggi, karena sepertinya harta dari rampasan Fenghuang Chen walaupun tidak sebagus yang dia kira, tapi masih memiliki nilai jual.


Long Fai mengambil air di baskom langsung mencipratkan ke tanaman tomat yang rusak, seketika langung berdiri seperti semula, bahkan bertambah subur.


Setelah itu, dia menghampiri Fang Yuan yang masih tergeletak.


Memasukkan satu buah kecil, seketika tiba-tiba tubuh Fang Yuan langsung bergetar, hanya membutuhkan beberapa nafas Fang Yuan tersadar.


“Uhhh! Tuan.” Kemudian Fang Yuan bangung dan akhirnya sadar bahwa dia telah pingsan akibat dimarahi oleh kura-kura yang sedang dipeluk Long Fai.


‘Kura-kura ini sungguh menakutkan, aku yang memiliki fisik kuat masih kalah dengan suara kura-kura itu!’ guman Fang Yuan sambil berkeringat deras.


Long Fai setelah melihat Fang Yuan bangun, akhirnya berkata: “Kamu sudah bangun, ayo aku perintahkan kamu untuk menambah beberapa tokoh seperti pedang dan sebagainya yang bersebelahan di toko.”


“Jangan lupa ajak Mu Bai untuk membantu mu biar semakin cepat,”


“Baik Tuan!” Fang Yuan berkata dengan hormat, setelah itu dia pergi berjalan untuk mendekati kearah Mu Bai.


Kini Long Fai hanya sendirian di toko tersebut karena semua bawahnya sudah pergi mencari bahan untuk menambah beberapa dekorasi untuk dijadikan dekorasi toko senjata.


“Hmmm mungkin mumpung sendiri aku pergi ke tempat dimana istri tercinta ku Wang Roulan hehehe,” guman Long Fai wajahnya cabul.


Setelah itu, dia menatap kearah burung Beo, dan berkata. “Burungku, aku akan pergi sebentar dan jaga toko ini!"


“Baik Tuan! Baik Tuan!"


Burung Beo itu berkicau sambil berputar-putar di sangkar.


Long Fai tersenyum langsung pergi ke wilayah Phoenix Es.


Retakan ruang muncul dihadapannya, langsung memasuki kedalam retakan ruang tersebut.


Kebetulan setelah memasuki istana Phoenix Es tersebut, sudah malam dan entah kenapa dikamar Wang Roulan sungguh gelap.


”Uhh!”


Murong Ruyue tiba-tiba terkejut, karena tiba-tiba ada orang yang berani lancang memeluk dirinya.


Akan tetapi tiba-tiba untuk memberontak, sepertinya kekuatan itu dipenjara oleh sebab yang tidak diketahui.


Ketika Murong Ruyue mencoba melirik dan berteriak, raut wajahnya menjadi kaget, karena orang yang memeluk adalah Long Fai sendiri.


‘Tidak bagaimana ini! Walaupun apakah dia mengira bahwa aku adalah Wang Roulan? Tidak aku harus melepaskan ahh sial.. dia menyentuh gunungku dan pantatku!’ pekik Murong Ruyue dia ingin membebaskan belenggu Long Fai yang sedang melilit ditubuhnya.


Namun sepertinya dia sendiri tidak bermaksud untuk memberontak juga, sehingga entah kenapa Murong Ruyue keasikan tubuhnya dibelai oleh Long Fai yang begitu dahsyat.


Mungkin Murong Ruyue teringat oleh mantan kekasih sendiri yang mirip seperti Long Fai, sehingga dengan alasan seperti itu, dia membiarkan Long Fai memeluk tubuhnya.


Murong Ruyue tiba-tiba bibirnya langsung dicium oleh Long Fai, sehingga matanya terpana.


Murong Ruyue tidak berdaya dia ingin memberontak karena sudah keterlaluan. Tapi dia juga tidak berdaya dan tubuh sendiri merasa lemas dan ada perasaan kekuatan horor yang sedang memenjarakannya.


‘Tidak! Aku baukan Wang Roulan ini tidak bisa terjadi! Ahh sial kamu Long Fai melepaskan celanaku!’ Murong Ruyue ingin muntah darah, karena bibir sedang dicium akhirnya tidak bersuara.


Lambatnya waktu, akhirnya Murong Ruyue pasrah semua tubuh dijarah oleh Long Fai, sehingga akhirnya dengan kesalahpahaman Long Fai dan Murong Ruyue bercinta tanpa sepengetahuan Wang Roulan.


Kedua tubuh saling melilit seperti ular yang sangat berbisa, tapi Long Fai sebenarnya merasakan ada hal yang berbeda yaitu, gunung Wang Roulan kapan menjadi begitu besar, dan kapan Wang Roulan menjadi begitu sangat bergairah.


Tapi karena dia jiwa yang menggebu-gebu akhirnya Long Fai tidak peduli langsung menerima keganasan dari Wang Roulan.


Long Fai memainkan gunung itu yang memuntahkan cairan susu di wajahnya, bahkan kedua bibir itu tidak luput untuk melepaskan satu sama lain.


Alasan itulah Murong Ruyue tidak bisa bersuara karena dari awal sampai sekarang bibir itu dicium Long Fai tanpa ada jeda, bahkan jika kamar itu terang, Long Fai akan melihat bahwa di gua surgawi Wang Roulan mengeluarkan darah yang tercampur dengan cairan kental yang amat banyak.


Darah itu, membuktikan bahwa Wang Roulan sudah lepas keperawanannya selama ratusan tahun.


Cairan itu menandakan Wang Roulan sangat menikmati apa yang sedang dilakukan Long Fai saat ini.


Sampai hampir dini hari, Long Fai langsung memasuki masa kritis dan memuntahkan cairan putih keseluruh gua surgawi milik Murong Ruyue.


‘Ahhh tidak dia keluar didalam bagaimana aku khawatir jika hamil!’ pekik Murong Ruyue dengan mata yang berkaca-kaca, tapi dia merasakan sensasi nikmat dari Tintin Long Fai yang begitu sesak di Gua surgawinya.


Akhirnya beberapa selang waktu Long Fai dan Murong Ruyue sampai akhirnya mereka berdua terlelap tidur dan saling berpelukan dengan perasaan musim semi yang begitu bergairah.


Di Pagi hari.


Long Fai setelah melakukan hubungan intim bersama Wang Roulan akhirnya terbangun dari tidurnya, kemudian dia melihat bahwa sepertinya sudah pagi.


‘Ahh sungguh sangat menyegarkan akhirnya aku akan memilih seseorang anak sehinga Lanlan kecilku tidak merasa kesepian hehehe,’ kata Long Fai dengan raut yang berbinar-binar.


Akan tetapi ketika dia memalingkan wajah untuk melihat Wang Roulan yang sedang dipeluk akhirnya kaget bukan main bahkan wajahnya langsung mengeras seperti patung.


‘Bajingan aku salah orang!’ Long Fai berkeringat deras, dia ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa.


Long Fai akhirnya memandang orang yang sedang dipeluk, orang itu yang tidak lain adalah Murong Ruyue salah satu pendiri istana Phoenix Es.


Murong Ruyue yang sedang menatap ke arah Long Fai juga hatinya penuh dengan badai, dia ingin berkata juga tidak bisa, hany bisa pasrah dia mencoba mengatakan kepada Long Fai dengan mata yang berkaca-kaca.


“Long Fai, apa yang terjadi jika Wang Roulan mengetahuinya?”