
Bab 473 Kehebatan Persik Pencuri Monyet
Yan Qinchen sudah menurunkan ayahnya ke tempat tidur yang sangat empuk tetapi, pintu itu tiba-tiba ada ketukan yang sangat keras dan sepertinya ketupat itu adalah kumpulan dari ketukan orang-orang yang berkumpul di depan pintu Yan Dongliu.
"Tok!"
"Tok!"
Saat ini, semua selir dari kerajaan Yan Agung, ingin mendobrak pintu dari rajanya karena sangat marah dan ingin membunuh. Sebenarnya semua selir tidak menyukai Yan Dongliu. Hanya saja mereka semua terkena sihir dari buah persik pencuri monyet sehingga mereka semua menjadi jatuh cinta dan selalu tidak ingin lepas dari Yan Dongliu.
“Yan Sialan! kamu buka pintu ini aku akan memutilasi kamu cepat!”
“Yan Qinchen, kemarilah nak kamu adalah anakku harus patut dengan ibuku biarkan kami semua untuk membunuh ayahmu yang tidak memiliki perasaan dan seperti iblis!"
“Benar! Nak, jika kamu menyukai para ibu ini bukalah pintu itu dan biarkan kami melihat Yan Dongliu!”
Sontak Yan Qinchen tidak tahu harus bagaimana Karena memiliki pikiran yang sangat rumit dan bingung harus memperlakukan semua selir dari ayahnya. Alhasil Yan Qinchen menjadi buntu dan sedikit tersesat.
“Ahh sial! Ayah! Cepat! seharusnya kamu bangun ini tidak baik semua ibu suri sedang memarahimu dan ingin mengutuk ayah!” Yan Qinchen tidak tahu harus menangis atau tertawa.
"Bam!"
Tiba-tiba karena terlalu lama menunggu ada salah satu selir dari kerajaan Yan Agung Dia memiliki rambut perak dan memakai baju hijau seperti Tsunade Senju langsung memukul pintu yang dilapisi dengan emas langsung luluh lantah.
“Bajingan Yan Dongliu dimana dia! ahhhi aku bunuh kamu!” Luo Wan berteriak dan langsung mendekati Yan Dongliu masih terpejam.
Yan Qinchen berkeringat deras langsung menampar-nampar pipi ayahnya agar dia cepat-cepat sadarkan diri.
"Ahhh Ayah! Cepat ini subuh sangat berbahaya cepat bangunlah!"
Entah beberapa lusinan kali dirinya menampar ayahnya untuk membangunkan Yan Dongliu. Sontak hanya beberapa langkah kaki saja semua selir yang sudah memasuki kamar ingin membunuh Yan Dongliu, tiba-tiba mereka menemukan bahwa Yan Dongliu langsung membuka matanya sambil meringis kesakitan.
“Ahhh!”
"Plak!” Yan Qinchen menampar lagi dan berkata seperti ini, “Ayah tidak ada lagi waktu untuk mengeluh cepat Ayah semua selir sedang mengamuk ingin membunuhmu, ayo ayah aktifkan jurus Persik mencuri monyet!”
Melihat kepanikan dari Yan Qinchen, sontak Yan Dongliu langsung tersadar kembali kemudian dia dengan sikap mencoba mengaktifkan jurus pencuri monyet.
"Buammm!"
Ledakan aura pink langsung menyebar dan menyusup ke seluruh hati dari selir-selirnya.
Ketika jurus itu digunakan, hanya membutuhkan beberapa saat perubahan semua selir yang pada awalnya memiliki Aura membunuh kepada Yan Agung, sekarang sudah digantikan dengan wajah yang berseri-seri dan tersipu malu seperti ada jejak keganasan ingin menerkam burung Yang Dongliu.
"Ahhh kyia Suami apakah kamu tidak apa-apa? Aku sungguh sangat khawatir! Aku datang kesini mendengar bahwa kamu memiliki cedera setelah melawan raja Naga Azhure.”
Akhirnya semua selir Yan Dongliu sudah tersihir kembali sehingga dia menjadi budak cinta dari Yan Dongliu.
Alhasil Yan Qinchen setelah melihatnya langsung mengeluarkan nafas lega sambil menyekap keringat yang berada di dahinya.
"Fyuhhh! Akhirnya berhasil dan Ayah sudah diselamatkan,” katanya.
“Aku tidak apa-apa, hanya saja tanganku yang satunya menghilang setelah pertempuran dengan pihak Naga Azhure.” Yan Dongliu langsung membuat instruksi agar seluruh selirnya untuk meninggalkan dirinya.
Alhasil hanya sekuat satu perintah seluruh selir keluar dari kamar Yan Dongliu. Sekarang hanya menyisakan dirinya dan putranya Yan Qinchen.
“Nak, kamu sebesar lancang sekali, apakah kamu ingat beberapa kali kamu menampar pipiku!” Yan Dongliu melototi ke arah Yan Qinchen.
Alhasil, Yan Qinchen berkeringat keras kaki dan ketakutan. Tetapi dia harus menjawab dengan jujur, “Ayah, tadi memiliki situasi yang sangat bahaya, alhasil opsi itu aku lakukan! Jika tidak, aku akan kehilangan Ayah!”
Yan Dongliu sok ketikan langsung terkejut melihat putra sendiri yang tidak rela dirinya meninggal dunia. Akhirnya Yan Dongliu tersenyum lembut. “Hahaha nak, kamu sungguh luar biasa. Sekarang walaupun aku kalah dengan Naga Azhure, dan aku tidak tahu entah kenapa jurus Persik Pencuri monyet tidak berhasil kepada selir Naga Azhure, tetapi aku masih memiliki adrenalin yang tertantang.”
“Aku harus meningkatkan jurus ini sehingga bisa menaklukkan Naga Azhure, dan pastinya tujuanku adalah ingin menaklukkan seluruh Dewi Dewi di atas alam sana hahahaha!”
Yan Qinchen cemberut melihat kenar sisan dari ayahnya kambuh kembali alhasil langsung mengeluarkan kata-kata yang seperti tidak setuju, “Ayah, apakah ayah tidak takut langit akan menghukum mu,”
“Aku takut, dan aku juga khawatir. Tetapi ini adalah pencapaian aku, semua orang memiliki pencapaian masing-masing. Ada yang ingin menjadi raja, ada juga yang ingin menjadi orang terkaya. Ada juga ingin menjadi abadi."
“Tentu saja, pencapaianku memanglah sangat aneh tapi aku sungguh sangat ingin menggunakan pencapaian itu untuk menaklukkan seluruh wanita. Tanpa kecuali selir Naga Azhure.”
Tiba-tiba mata Yan Dongliu langsung menjepit tajam. Dia yakin bahwa selir dari kerajaan Naga Azhure bukan Ji Yao saja, melainkan masih banyak diluar sana yang belum terekspos."
Dia tidak akan menyerah untuk merebut seluruh wanita sehingga pada saat ini dia membusungkan kepalanya dan melihat ke atas lalu berteriak sekencang-kencangnya.
“Bajingan Naga Azhure, jadi apa kalau kamu memiliki keindahan yang sangat menawan di bawah kakimu, selama jurus Persik mencuri monyet ditingkatkan lebih atas, maka seluruh wanitamu akan menjadi milikku. Bahkan jika kamu dewa, Kamu tidak akan bisa berkutik setelah seluruh wanitamu menjadi milikku hahaha!”
Alhasil hukum langit tidak menyukai cara-cara Yan Dongliu. Tiba-tiba langit itu langsung mendung dan mengeluarkan petir kesengsaraan dewa untuk menyambar tubuh Yan Dongliu.
"Klarak!"
"Jedar!"
Kilatan cahaya merah petir langsung menyambar atap rumah Yan Dongliu langsung menembus tubuh Yan Dongliu sehingga pada saat itu, ketika dia sedang tertawa terbahak-bahak langsung tersambar dan tubuhnya menjadi gosong seperti daging panggang.
"Ahhh ayah!"
Seketika Yan Qinchen langsung terkejut lagi karena situasi petir yang sangat aneh datang tiba-tiba menyambar tubuh ayahnya.
Kemudian dia langsung mengeluarkan obat penyembuhan kualitas surga yang sudah ribuan tahun disembunyikan oleh pihak Yan Agung.
Yan Dongliu hanya mendapatkan satu tetes kehidupan langsung tubuhnya merekarnasi lagi menjadi seperti semula.
Akan tetapi, tiba-tiba setelah sudah sadar kemudian Yan Dongliu langsung marah.
“Bajingan petir sialan!"
"Klarak.... Jedar!"
Sekali lagi, Yan Dongliu tersambar petir dan menjadi gosong kembali