
Bab 132 Chi Yao Aku Datang
Ke esokan harinya, Long Fai dan Xiou Yun tertidur tanpa busana bahkan di mata Xiao Yun, ada raut wajah yang bahagia.
Long Fai berkata: “Apkah kamu tidur sangat nyenyak? Ayo bangun, sudah pagi..!”
“Huh...! Suami, ijinkan aku sedikit saja untuk memeluk sebentar, kamu suami sangat ganas punya aku sungguh sakit,”
“Hahahah maafkan aku yang ganas ini, tapi akhirnya darah aku yang mendidih sudah sembuh setelah mencicipi tubuh kamu.” Long Fai membalas sambil tersenyum.
Xiao Yun menggerutu imut dan: “Huhh! Kamu sungguh galak.”
Long Fai menggelengkan kepalanya. Dia menyesal telah melakukan hubungan intim dengan Xiao Yun. Anda sebelum mencicipi tubuh Xiao Yun, anda merasa ganas. Tapi setelah mencicipi tubuh Xiao Yun, anda menyesal? Namun karena dirinya yang melakukan, maka Long Fai harus bertanggung jawab.
“Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan bertanggung jawab soal tadi malam.” Setelah itu, Long Fai meraih kepala Xiao Yun dan mencium keningnya. Kemudian, dia bangun dari tidurnya langsung keluar dari kamar Xiao Yun.
Begitu anda keluar dari kamar Xiao Yun, ada Jiang Feng Yang sedang menatap ke arah anda dengan tatapan seringai.
“Kamu apa yang kamu lakukan.... kenapa kamu menatap aku seperti itu?” Long Fai bingung sambil menggaruk kepalanya.
“Uhh aku tidak bisa tidur, karena mendengar suara geraman wanita, yang keluar dari kamar Xiao Yun. Setelah aku mendengar seksama sampai sekarang ternyata kamu sudah merusak kesucian ratu itu..” Jiang Feng mendekati ke arah Long Fai dan sambil membisikan ke arah Long Fai.
“Apakah kamu meningtip?” Wajah Long Fai, menjadi gelap.
“Tidak, aku hanya mendengarkan dan tidak bisa tidur, ketika aku datang di sini lutut aku lemas tidak bisa pulang ke kamar.” Kata Jiang Feng sambil memegang hidung.
“Ahhh alasan saja..!” Long Fai langsung menampar pantat Jiang Feng sampai terpental.
“Ahhhhh bajingan kamu Long Fai... ! Pantat aku sakit...” Jiang Feng berteriak sambil terbang bebas.
Ketika aku menampar pantat Jiang Feng aku tiba-tiba teringat Bai An: “Bai An, apakah kamu hidup santosa di alam bawah eheheh.”
Pada saat itu...
“Haciuuuu...!” Bai An yang sedang melatih perajurit tiba-tiba bersin tanpa sengaja. Sehingga dia mengerutkan keningnya sambil berkata: “Siapa yang sedang membicarakan hal buruk kepada aku?”
Dia tidak habis pikir. Bai An menggaruk hidung karena gatal namun, teringat akan tamparan Long Fai sehingga bulu kuduk merinding: “Sial! Apakah yang mencoba berniat buruk adalah Long Fai..!”
Tiba-tiba bulu kuduk merinding karena mengingat tamparan pantat yang di lakukan oleh Long Fai.
Di alam atas......
Tun Ri yang sekarang sudah dua hari berlalu di tinggal Long Fai, dia hanya melakukan hal seperti biasa. Yaitu menjadi tukang ikan asin.
Di samping hal itu, dia kadang mengikuti permaisuri untuk menjaga agar selamat sehat sentosa.
Sudah dua hari terakhir, Ho Tu mengumumkan berita pertunangan antara dirinya dan Long Fai di waktu dekat.
Tentu saja, Huang Xialong yang mendengarkan sangat marah dan sangat cemburu. Apa lagi, dia sangat menyukai Ho Tu.
Dia ingin sekali membunuh Long Fai bastard ini, dia sudah lusinan kali mempermalukan dirinya.
Tapi, bukan dia saja. Di aula gubernur, Gu Qinseng wajahnya sangat muram dan sangat tidak sedap di pandang. Dia awalnya ingin meminang Ho Tu. Dan jika penangan berhasil, maka anda sudah di pastikan akan menjadi raja di masa depan.
“Brengsek kamu Long Fai, jika tidak ada kamu, rencana aku akan berjalan sangat mulus!” Wajah Gu Qinseng muram dan tanganya, mengepal erat. Dia akan memikirkan apa rencana yang akan di hadapi. Namun mungkin, dia akan menentang Long Fai di depan semua orang yang hadir bahwa dirinya lah yang layak di sandingkan dengan Ho Tu ketika perjamuan nanti.
Bahkan dia ada sedikit berniatan untuk menghianati dan menjadi bawahan Ye Fan ketika anda tidak berhasil bersama Ho Tu.
Di aula istana ratu Ho Tu.
Ho Tu saat ini memandang Tun RI dan berkata: “Tuan ini, aku~aku...!” Ho Tu tergagap karena bingung memanggil Tun RI karena dia adalah raja iblis pendahulu dan dialah yang telah menolong.
Tun RI yang di sebelahnya hanya tersenyum dan berkata: “Kamu tidak perlu sopan, panggil aku dengan nama, lagian raja iblis sudah tidak ada dan aku sekarang adalah anak buah Long Fai. Kamu sebaiknya jangan terlalu formal. Karena kamu adalah tunangan Long Fai maka harusnya aku yang memanggil kamu sang ratu.”
“Hmmm baiklah Tun Ri,” Ho Tu sedikit ragu-ragu. Kemudian dia berkata lagi: “Tun Ri, aku meminta tolong kepada kamu, aku ingin kamu menyampaikan ke wilayah yang di kuasai Ye Fan untuk membawa kabar bahwa aku akan bertunangan dengan Long Fai.”
“Karena ini juga intruksi Long Fai, katanya jika membawa pengumuman di wilayah Ye Fan maka lebih baik Tun Ri yang melakukanya.”
Kata-kata Ho Tu semakin ke sini membuat wajah Tun Ri menjadi bermartabat. Bahkan dia mengepal erat tanganya. Dia tidak menyangka, pembalasan ini akan begitu cepat.
Setelah itu, dia Tun Ri menjawab: “Baiklah akan aku laksanakan. Jika Ye Fan bastard berani melukai kamu, maka aku akan penggal leher dia.”
Tiba-tiba, wajah dan mata Tun Ri menjadi berbahaya. Dan mata itu, menjadi merah darah.
“Yang mulia Ho Tu, maka dari itu, aku berpamit.” Tun Ri langsung menghilang sosoknya dan sudah tiba di depan istana yang dulu dia pernah dia singgahi.
Sambil memandang istana yang sungguh sangat megah, Tun Ri berkata dengan cara yang menyeramkan: “Chi Yao.. jalaang kamu! Mungkin kamu di sana tidak tahu bahwa aku sekarang kembali lagi dan datang untuk memenggal kepala kamu hahaha!”