
Bab 612 Kotoran Abadi
Sanguan Lin mundur sambil melepaskan gada tersebut dan beralih memegangi perut karena merasakan rasa yang sesak.
Tidak baik! Orang yang sedang dihadapi bukan tandingannya, secepatnya kamu melarikan diri!
sayangnya pikiran itu tidak kesampaian, karena Bai An sudah dihadapannya langsung menampar pipi kirinya hingga terhempas seketika Sanguan Lin pingsan.
Setelah itu, Bai An melirik dua wanita lainya. ”Hai nona-nona terkasih, jangan bilang bahwa saya pemuda jahat. Saya hanya membela diri. Jika saya lemah, mungkin kalian sudah menikam saya sejak dari awal,” katanya sambil mendekatkan ke arah Lin Aoi dan Xia Yang.
Tanpa disadari, mereka berdua mundur satu langkah. Hanya saja kecepatan Bai An siang cepat seketika sudah disampingnya Lin Aoi, “Nona kamu sangat cantik. Tapi sayangnya saya tidak tertarik."
Bang!
Meraih pedang, meremas seketika sehingga pedang Lin Aoi seketika hancur menjadi bubuk. Wajah Lin Aoi semakin ngeri bahkan dia sangat panik, hanya saja Bai An menepuk udara, seketika Lin Aoi terhempas menabrak batu sampai tak sadarkan diri.
Bai An menepuk-nepuk dua tanganya sambil menatap Xia Yang main-main, ”Nona. Kamu juga cantik. Tapi di masa depan saya harap anda menjadi wanita yang memiliki keterbukaan pikiran.”
Tiba-tiba sosoknya Bai An menghilang dalam sekejap sudah di hadapan Xia Yang meraih pedangnya dan gagang itu dipukul ke leher Xia Yang.
Pak!
Alhasil Xia Yang seketika pingsan, dia kalah tanpa perlawanan dari kehebatan Bai An. Jangan meremehkan Bai An, dia sebagai panglima Naga Azhure Tongtian, masih kalah dengan gagang sapu dari tukang bersih-bersih pelataran istana Naga Azhure.
Tapi di dunia sekarang sudah tidak ada yang bisa menahan kekuatan Bai An.
Bai An secepatnya pergi dari sini dan melanjutkan lagi untuk membuat patung kecil-kecil dan tentu saja setelah beberapa dibuat, akan menjual di pulau yang memiliki keramaian penduduk yang sangat tinggi.
Satu jam berlalu!
Tiga wanita itu, seketika membuka matanya. Mereka saling melirik dan mengingat sangat jelas sebelum mereka pingsan.
Yah. Benar, dia dipukuli oleh Bai An tanpa perlawanan.
“Sial! Sebenarnya siapa pemuda itu, dia sangat tak berperasaan! Apakah dia tidak tahu bahwa kami semua adalah wanita!” Sanguan Lin menyeka darah sambil mengusap pipi yang sedikit kebas.
“Aku juga sungguh kesal, wajah dia juga sangat menyebalkan entah kenapa!" keluh Lin Aoi.
”Tidak apa-apa. Mungkin ini juga salah kita bertiga. Sebenarnya dia sudah mengatakan yang sebenarnya, 'kan? hanya saja kita terlalu gengsi. untung saja dia tak membunuh.” Xia Yang mencoba berdiri dengan susah payah.
Setelah itu, menatap mereka berdua. "Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita melanjutkan lagi untuk mandi?"
Hmmm!
Tentu saja mereka mengangguk. Habis berkelahi juga mengeluarkan keringat, sangat jorok jika tidak membersihkan badan.
Byurr!
Mereka semua sungguh tertawa riang, sudah melupakan Bai An tapi, tiba-tiba ada kuning yang mengambang. Dan mereka semua mengerutkan keningnya.
“Kotoran ini ...." mereka semua tersesat sejenak, kemudian tiba-tiba matanya berbinar-binar.
“Kotoran abadi!" Ketiga wanita itu beranjak dan meraih kotoran yang mengambang dan langsung dimasukkan kedalam cincin penyimpanannya.
Kotoran abadi adalah kotoran monster yang sudah menjadi fosil, ketika kotoran itu dijadikan Pill obat, maka akan memiliki khasiat meningkatkan kekuatan tiga kali lipat.
Akhirnya mereka bertiga sudah sepakat menggunakan kotoran abadi untuk meningkatkan kekuatan. Tentunya setelah kekuatan meningkat, mereka akan mencari Bai An untuk mencari keadilan.
Lin Aoi dan yang lain, langsung memakai baju untuk pergi ke apotek agar meminta tuan Alkima untuk memurnikan kotoran abadi.
“Ayo, kita pergi dari sini. Kita harus memurnikan kotoran abadi ini agar kita bisa meningkatkan kekuatannya sehingga setelah itu, kita bisa mencari pemuda brengsek dan kita harus meminta keadilan,” pikir Xia Yang.
Di atas sungai itu tiba-tiba Long Fai yang sedikit lama berjongkok akhirnya bangun.
“Sial! Sepertinya sudah lama aku belum merasakan hal ini. Sangat menyenangkan!" Melihat kotoran yang hanyut, akhirnya dia mengangguk puas dan kembali ke kuil untuk bersantai kembali.
Setelah sudah kembali ke kuil, Long Fai melihat ada Bai An sudah membuat patung genderuwo lagi. Long Fai juga tahu bahwa Bai An membuat patung tersebut karena dimalam hari, satu patung hilang karena dicuri.
Padahal patungnya sangat jelek dan sangat sampah, entah kenapa pencuri itu memiliki mata yang sangat buruk. Tapi tidak masalah, yang terpenting Bai An bahagia.
Bahkan setelah dia datang ke kuil, Long Fai mengetahui bahwa Bai An ingin menjual patung itu di wilayah padat penduduk.
Kini Long Fai melihat Bai An sangat semangat membawa sekitar dua karung patung kura-kura dan patung bebek ke tempat yang padat penduduk.
#Pasar Tian Yi.
Bai An sekarang sedang bersila di tanah sambil menunggu ada pembeli sambil merokok dengan tembakau kualitas terbaik.
Menikmati hidup adalah seperti ini, kamu tidak perlu memikirkan beban hidup, karena Bai An sudah sangat santai seperti ikan asin.
Pada saat itu, ketika Bai An bersila di tanah, terdengar suara perseteruan.
”Hei bangsat rendahan! Serahkan harta yang kamu miliki. Jika tidak tuan ini akan memotong tangan mu!" kata Gou Jiang dengan sombong.
"Maaf tapi ini adalah harta yang aku miliki! Kamu seharusnya ....!”
Bang!
Pemuda itu di tendang perutnya seketika meluncur sambil mengeluarkan darah dan dia terkapar tidak bisa berdiri. Kemudian Gou Jiang mendekat sambil menginjak kepala pemuda tersebut.
“Aku bilang serahkan harta mu, jika kehidupan mu ingin aman!" Gou Jiang menekan kakinya sehingga pemuda itu mencium tanah.
"Hentikan!"
Pada saat itu, ada satu pemuda lagi yang sedikit tampan berpura-pura di udara sambil membawa pedang hendak menghunuskan ke leher Gou Jiang.
Pemuda itu bernama Hong Shihuang adik dari Hong Tianyi yang sedang diinjak kepalanya.
Dentang!
Pedang itu seketika ditangkap oleh tangan Gou Jiang sangat mudah dan setelah ditangkap, tangan Gou Jiang meremas sangat kuat sehingga pedang nya patah.
Setelah mematahkan pedang, Gou Jiang menendang Hong Shihuang hingga terhempas sangat jauh.
Gou Jiang mendekati ke arah Hong Shihuang ingin menginjak, tapi seketika dihentikan oleh Bai An.
”Hentikan anak nakal, walaupun kamu memiliki darah yang sangat panas, tapi setidaknya jangan keterlaluan. Lebih baik hidup rukun sehingga enak dipandang,” kata Bai An sambil menghisap rokok.
"Jangan sok menjadi penyelemat! Lebih baik kamu tidak ikut campur, ini adakah masalah kami bertiga.” Gou Jiang langung mengabaikan Bai An dan mendekati Hong Shihuang dengan wajah yang sangat dalam.
Mulut Bai An berkedut dan menjentikkan putung rokok itu ke dahi Gou Jiang. Hanya sekali sentil, setelah patung rokok itu mengenai dahinya, seketia Gou Jiang terpental sangat jauh dan kepalanya langsung berdarah
Bom!
Gou Jiang bangun dengan bodoh. Dia juga merasakan sakit di kepalanya seolah di pukul dengan kekuatan yang sangat menakutkan.
Padahal Gou Jiang memiliki fisik yang sangat kuat bisa menangkis pedang dengan hanya tangan kosong. Tapi sekarang dia kalah hanya sebuah putung rokok yang dilemparkan secara ringan.
Secara logika ini tidak masuk akal, tapi Gou Jiang mengalaminya.