
Bab 490 Sejarah Sun Wokong
Biksu Xuanzang langsung berjalan menelusuri hutan gundul ke barat. Menurut instruksi Long Fai, agar mendapatkan kitan suci jalan keabadian harus berjalan ke arah barat tersus menerus sampai menemukan tangga menuju alam lain.
Padahal Long Fai hanya membual. Dia hanya berjudui kepada kata-kata sendiri. Tetapi sudah sering hanya petunjuk sederhana akan memiliki efek yang nyata. Karena itulah dia membohongi Biksu Xuanzang dengan cara pergi ke barat dengan plot persis seperti film kera sakti.
~
~
#Kembali Ke Lima Juta Abad Yang Lalu Alam Dewa!
Gunung Huang Zhang!
Gunung Huang Zhang adalah gunung besar yang di tumbuhi beberapa bunga-bunga dan buah-buahan yang terlalu banyak. Gunung itu adalah gunung yang memiliki energi yang sangat murni akibat terkena saripati matahari selama ribuan tahun.
Gunung Huang Zang juga dikenal sebagai tempatnya para monyet-monyet yang banyak untuk ditinggali.
Di tempat ini karena buah-buahan yang sangat melimpah akhirnya entah kenapa sekawan monyet-monyet menganggap bahwa gunung Huang Zhang adalah berkah Dewa.
Dari sekawanan monyet, ada satu monyet yang memiliki rambut berbeda. Yang lain memiliki warna hitam, sementara dia memiliki warna kuning sedikit keemasan.
Monyet yang memiliki warna emas, dia menganggap bahwa dirinya adalah pemimpin dari sekawan monyet itu.
Pemimpin monyet itu, sedang duduk di bukit gunung Huang Zhang dengan perenungan yang sangat tinggi. Kemudian dia berbicara dengan bahasa monyet. “Walapun aku dinobatkan menjadi raja para monyet, aku menyadari bahwa tidak bisa menghindari kematian.” Dia masih merenung. Sehingga kedua jari jemari langung mengetuk tanah secara sering kemudian berkata lagi: “Secepatnya aku harus berpetualang untuk mencari keabadian, dengan ini aku bisa mencapai jalan yang panjang.”
Monyet itu bersungguh-sungguh dia tahu bahwa suku monyet tidak memiliki umur lebih dari empat puluh tahun. Empat puluh tahun itu adalah umur yang maksimal bagi suku Monyet.
Kemudian dia melompat dan terjun ke bawah sambil meloncat dari ranting kiri ke kanan sehingga dia sampai ke sekawan monyet lainya.
Pada saat ini, ketua monyet meminta izin untuk pergi keluar untuk mencari jalan abadi. Dia sudah berjanji jika mendapatkan apa yang dicari akan mensejahterakan gunung Huang Zhang ini.
Sudah lusinan bulan, monyet emas itu berjalan menggunakan rakit atau ke tempat keramat untuk mencari umur panjang.
Sampai tahun ke sepuluh, akhirnya dia memasuki sebuah ajaran penyembah Bodhi.
Bodhi dalam novel ini adalah dewa Budha tertinggi!
Kemudian tahun ke empat, dia diajarkan jurus perubahan rupa. Jurus itu, memungkinkan dia bisa berubah bentuk menjadi manusia dan benda. Bahkan bulu-bulunya bisa dicabut dijadikan klone yang menyerupai dirinya.
Pada awalnya sekte Bodhi enggan menerima monyet itu menjadi pengikutnya, karena dia buka ras manusia. Tetapi karena Sekte Bodhi melihat kegigihan yang dilakukan monyet itu akhirnya dia menerimanya dan mengajarkan beberapa ketrampilan yang berguna bagi monyet itu.
Akhirnya guru Bodhi membimbing hingga dia bisa menggunakan bahasa manusia dan beberapa ketrampilan unik lainya seperti berjalan diatas langit, bersalto di atas awan yang setiap saltonya bisa berpindah kerajaan yang sangat jauh.
Bahkan guru Bodhi memberikan nama kepada monyet emas itu dengan sebutan Sun Wukong .
Sun Wukong setelah itu tiba-tiba menjadi angkuh sehingga tidak sering juga mengejek kepada murid Bodhi lainya. Karena itulah, guru Bodhi mengusir dan guru itu, mengingatkan agar Sun Wukong tidak memberitahukan bagaimana dia memiliki kemampuan unik.
Setelah diusir, Sun Wokong selama sepuluh tahun memantapkan sebagai siluman monyet yang paling berkuasa di wilayah gunung Huang Zhang.
Beberapa tahun kemudian, dia pergi untuk mencari senjata sakti agar bisa mendukung pertempurannya. Dia dengan kekuatan yang di ajarkan oleh bodhi, bisa mencari senjata di lautan yang terdalam. Akhirnya dia mendapatkan tongkat emas sakti, tongkat itu bisa menduplikasi seperti dirinya dan bisa bergerak sesuai dengan kehendaknya.
Pada awalnya, tongkat itu digunakan Ao Agung untuk mengukur kedalaman lautan dan sebagainya penyangga istananya. Dengan senjata Ao Guang dewa naga laut, memiliki berat 10.000 ribu kilo gram. Pada saat itu Sun Wukong yang mendekati tiang emas raksasa, tiba-tiba tiang emas itu bercahaya sehingga menandakan senjata telah memilih tuan yang baru yaitu Sun Wukong menjadi pemilik resmi dari senjata emas tersebut.
Pada saat itu, Sun Wokong menggunakan sebagai senjatanya serta menyimpan di telinga sebagai jarum penjahit pakaian.
Hal ini membuat siluman laut menjadi panik sehingga keadaan huru-hara tidak bisa dikendalikan mengakibatkan air laut menjadi pasang surut.
Bukan hanya itu saja, Sun Wokong juga mengalami pertempuran sehingga menewaskan empat jendral naga, dia memaksakan untuk menyerahkan harta tertinggi dari baju emas, topi berbulu Fenghuang, serta sepatu bot ajaib yang memungkinkan Sun Wokong bisa berjalan di atas langit.
Selama seratus tahun berlalu, tiba-tiba Sun Wokong sudah setara dengan dewa terendah. Pada saat itu, Dewa Akhirat datang menemuinya untuk mencabut nyawanya.
Tetapi Sun Wukong yang memiliki kecerdikan, akhirnya dia merubah wujud menjadi mahluk lain sehingga Akhirat terkecoh. Kemudian dia meminta menghapuskan namanya dan monyet yang dia kenal di gunung Huang Zhang.
Enam ratus tahun berlalu, akhirnya dewa Giok biru angkat jabatan dari Sun Wokong sebagai kalangan para dewa.
Sun Wukong sungguh senang sekali tetapi Dia mengira bahwa dirinya sudah menjadi dewa dan ditugaskan layaknya seperti Dewa, siapa yang tidak disangka bahwa Dewa giok biru itu, menugaskan dirinya di tempat pembersihan unggas kuda dan lainya di kandang surgawinya.
Lanatas Sun Wokong marah dia bersekutu dengan para siluman iblis.
Munginkin seperti ini dulu, aku takut bahwa disangka plagiat karena ceritanya sedikit mirip seperti perjalanan ke barat. Jika menurut para pembaca bahwa ini tidak apa-apa maka auto akan menulisnya lagi.