
Bab 38 Tidak Perlu Nasehat
Walau kata-kata itu seperti gumaman rendah, namun di sini, tempatnya para kultovator sehinga pendengaran bagus.
Bahkan Qin Luo yang tadinya pingsan yang telah bangun, dia cukup terpana dengan apa yang di lontarkan oleh mulut Long Fai.
Semua murid dalam tidak kondusif.
"Apa kamu bilang?" Long Yu melihat sampah Long Fai begitu berani, sehinga dia menatap dengan ganas mengarah Long Fai.
"Kakak, dia adalah wanita rendahan! Dia bermain selingkuh, apakah kamu tahu dia bermain dengan Chan Yu, setelah Chan Yu mati dia ingin kembali lagi kepada aku, tapi sekarang tanpa wajah, bajingan wanita ini mengincar kamu." Kata Long Fai dia menjelaskan kepada Long Yu
"Diam kamu!"
"Plakk!"
Dengan muram, Long Yu menampar pipi Long Fai sehinga para murid yang melihatnya menjadi sangat kondusif.
Dia adalah Long Yu jenius pertama sebagai murid dalam, beraninya anda di depan mata untuk menghina wanitanya.
"Apakah kamu menampar aku?" Long Fai tidak percaya.
"Jaga mulut kamu sampah! Jangan salahkan Han Mei tapi, salahkan dirimu kenapa menjadi begitu sampah, bahkan kamu mengikat ekor ayam saja tidak bisa, bagai mana mungkin kamu bisa menjaga Han Mei! Ingat di sini adalah kepalan tangan yang berkata, jika kata-katamu lebih mendominasi, tapi memiliki kepalan yang seperti sampah bukanya kamu sunguh naif!" Kata Long Yu dia memarahi Long Fai.
"Hahahaha kamu benar, kepalan tangan adalah segalanya, aku terlalu bodoh dan naif." Long Fai tertawa tapi dia tertawa sambil menetaeskan air mata.
Dia sudah menduga, bahwa Long Yu mestinya membenci diri sendiri, kenapa tidak ada kerabat yang peduli?
"Ayo tidak baik, untuk konfilk antar kakak beradik mending kamu minta maaf." Han Mei berpura membujuk untuk menyuruh Long Yu meminta maaf.
"Minta maaf? Aku tidak ingin menyentuh sampah ini membuat gatal." Kata Long Yu dia merasa jijik.
Melihat perilaku Long Yu kepada dirinya, dia ahirnya sudah memutuskan bahwa di keluarga Long tidak ada yang dermawan kepada dirinya.
Dia juga tidak peduli lagi untuk menasehati Long Yu, toh dia sudah tidak ada hubunya lagi dan jiwa dirinya adalah berasal dari bumi.
Dengan itu, Long Fai berbalik untuk melanjutkan untuk menyapu.
Melihat perilaku Long Yu yang begitu menyendiri entah kenapa Nalan Hu yang melihatnya merasa kasian sehinga dia mendekati untuk menenangkan.
"Long Fai, kamu apakah tidak apa apa?" Nalan Hu begitu dekat di hadapan Long Fai sehinga Long Yu sekali lagi marah dan berteriak.
"Long Fai singkirkan lah kamu, dari hadapan Nalan Hu!" Mata Long Yu memunculkan cahaya yang sangat ganas.
"Long Yu! Apa hubungannya kamu, aku bebas untuk mendekati Long Fai dan kamu tidak perlu mengurusi aku." Kata Nalan Hu dia berkata langung sambil berteriak juga.
"Huer dia adalah sampah, dan sekaligus tuan muda yang terbuang, kenapa kamu begitu sangat peduli." Long Yu sangat marah sehinga urat birunya menojol, dia ingin sekali memukuli Long Fai ini. Dia adalah wanita aku, anda begitu berani untuk macam-macam.
Tidak di maafkan!
"Jangan pangil aku Huer! Seseolah aku adalah begitu dekat dengan mu, kita hanya teman satu sekte dan tidak lebih! Aku peringatkan kamu, bahwa aku samasekali tidak ada rasa sedikit terhadap kamu, jadi kamu berhentilah membuat lamaran dan menjauh sejauh mungkin."
"Oh aku ya aku juga sudah memutuskan siapa sosok pria yang aku sukai." Kata Nalan Hu dengan sebuah amarah.
"Kamu siapa orang yang kamu sukai." Kata Long Yu dia sangat marah hinga paru-paru ingin meledak karena menahan amarah itu sebaik mungkin tidak meletus.
"Orang yang aku sukai adalah dia... Dia adalah Long Fai!" Nalan Hu menujuk kepada Long Fai tanpa ragu-ragu.
Long Fai yang sekarang di posisi menyapu, dia ingin menebas mulut Nalan Hu yang begitu sembrono. Persetan dia menujuk bahwa dia menyukai ditrinya, apakah ini adalah dia akan menjadikan anda sebagai umpan meriam?
"Persetan pamanmu..!" Long Fai diam-diam berkedut mulutnya dia tak tahan ingin menebas Nalan Hu.
"Swosh!"
Long Yu melompat terbang ingin memukul Long Fai, tapi seseolah Long Fai memiliki mata di segala sisi, kemudian Long Fai membalikan bahu, sehinga Long Yu memukul udara kosong.
Long Fai melihat bahwa Long Yu melewati dirinya, dengan itu dia membuat tamparan kepada pantatnya milik Long Yu.
"Plakk!"
"Aduh!"
"Swosh!"
Pantat Long Yu terkena tampran sehinga, dia terpental kedepan sambil menabrak tembok dinding. Akibat benturan itu, tembok dinding retak seperti jaring laba-laba.
"Sialan kamu Long Fai aku bunuh kamu..!" Long Yu mengaum, kemudian dia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan.
Setelah itu, dia membuat tembakan.
"Gerakan tarian kendo burung pipit!" Setelah meneriaki jurus, tangan Long Yu yang sedang memegang pedang langsung mengambar di udara.
Setelah mengambar, tiba-tiba ada cahaya hijau cyan yang seperti bilah melesat ke arah Long Fai.
"Bajingan apakah kamu ingin menghancurkan area ini!" Liu Wan membuat tembakan, dengan itu dia maju tepat di hadapan Long Fai. Dengan memegang senjata gada emas ruyi, dia langsung memukul cahaya cyan yang melesat sangat cepat.
"Dentang!"
"Bom!"
Di sekitar area itu penuh debu.
"Uhuk.. Uhuk..!" Para murid yang melihatnya ingin terbatuk.
Liu Wan setelah memukul bilah cahaya cyan, dia langsung melompat untuk menyerang Long Yu.
"Kamu, tidak perlu ikut campur!" Dia memandang Liu Wan dengan tidak senang, dia ingin menghabisi dan menyiksa Long Fai hinga keritis
"Apakah kamu gila, ini adalah di dalam sekte, jika kamu ingin berkelahi, keluarlah jangan berkelahi di sini.'' Kata Liu Wan dia menegur.
Setelah itu, Long Yu menatap ganas ke arah Long Fai dengan menahan amarah dia berkata seperti ini. :"Kamu selamat hari ini, jika sekali lagi kamu berani menampar pantat aku, tidak akan di maaafkan."
Setelah itu Long Yu pergi.
Reaksi Long Fai hanya mengangkat bahu, dia tidak peduli sama sekali.
Tapi apa yang tidak tahu dia adalah, ada murid dalam, dan itu menatap dari kejauhan memandang Long Fai dengan tatapan martabat dan serius.
Orang itu adalah Bai An yang terkena tamparan di pipinya oleh Long Fai.
Bai An mendekati dengan tatapan serius dan mata dia tertuju kepada Long Fai.
Ketika Bai An mendekati Long Fai, tentunya dia melihat Bai An, mulut Long Fai tersenyum tipis. Dalam hati, apakah anda belum kapok, apakah anda ingin meminta tamparan lagi.
Tapi apa yang di harapakan Long Fai tidak seperti yang di inginkan.
Ketika Bai An mendekati Long Fai, tiba-tiba dia bersujud.
"Long Fai... aku mohon jadikan aku menjadi saudara adik laki-laki kamu!"