Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Bab 479


Bab 479


Tepat ketika Li Qingyu sedang melakukan hal yang sangat mengasikan, tiba-tiba ada beberapa penduduk yang sedang berjalan di area hutan untuk cuci mata.


Beberapa penduduk itu, khususnya memiliki umur dibawah sepuluh tahun. Dia melihat Li Qingyu seperti baru pertama kali datang ketempat dunia ini sehingga beberapa penduduk anak-anak, hanya saling melirik satu sama lain.


“Jangan dipikirkan, ini adalah hal yang sangat wajar. Mungkin dia baru pertama kali datang di negara kita,” ucap salah satu anak kecil itu sambil memakan rumput semak belukar.


“Tentu saja ini wajar, tidak dipungkiri menemukan harta yang bagus dan sangat memanjakan mata. Siapapun jika penduduk kerajaan lain akan datang di wilayah kita akan seperti itu.” Ada anak berpenampilan gembul ikut mengutarakan pendapatnya.


“Hahah ini bukan satu kali. Ada beberapa orang seperti dia. Humm tunggu saja sebentar lagi kakak perempuan itu, akan memiliki uang yang habis.” Dia mengejek.


Dapat dikatakan hal itu sungguh lumrah. Bukan pendatang baru yang akan melakukan hal yang seperti itu, tentunya para penduduk lama yang sering datang ke wilayah Naga Azhure, memiliki tampilan kegirangan.


Karena jumlah tanda visa memiliki harga yang sangat mahal, banyak dari kerajaan lain ingin mencuri barang dari wilayah Naga Azhure termasuk; gulma liar, hewan ajaib dan kerajinan artefak tinggi.


Karena biaya yang mahal, mereka semua akan menjadi miskin hanya membutuhkan kurang lebih empat tahun. Sehingga jika tidak ada Visa, mereka akan melakukan berbagai cara untuk memasuki Naga Azhure. Sayangnya tindakan itu memasuki tanpa tanda pengenal, adalah tidak resmi. Jika tidak resmi, maka akan dinonaktifkan dalam hal lain, penyusup akan mati di makan monster buas milik Naga Azhure.


Kemudian pada saat itu, Li Qingyu yang sedang berbahagia seperti anak kecil, tiba-tiba ada sesuatu yang sedang mengamatinya. Dia langsung melirik kesebuah tempat dan Li Qingyu, menemukan ada beberapa bocah di tengah-tengah hutan sedang melihat pertunjukan dirinya yang memalukan.


Sungguh memalukan bagaimana kamu miliki penampilan seperti itu, kamu adalah tuan putri dari pemilik penginapan terkena di kerajaan Yan Agung. Tetapi kamu lebih bisa dikatakan tidak seperti tuan putri pada umumnya.


Li Qingyu malu sambil menggaruk hidungnya dan berdeham sedikit. Kemudian, dia mendekati beberapa anak kecil yang berumur kurang lebih sepuluh tahun.


”Adik, maaf mengganggu. Bisakah kalian menunjukkan tempat untuk menemui Raja Xiandi?” Li Qingyu berkata sambil memandang beberapa anak kecil itu yang memiliki penampilan kulit yang sangat halus seperti peri.


Tidak sampai itu juga, mereka semua memakai baju dengan logo masing-masing walaupun berbeda tempat.


Melihat mereka semua, Li Qingyu entah apa yang dipikirkan, ingin sekali mencubit pipi yang menggemaskan itu.


Kemudian salah satu anak itu menjawab,“Kakak perempuan, tempat ini paling pinggir dari wilayah Naga Azhure. Jika kakak ingin menemui penguasa Xiandi, harus pergi ke pusat di tengah Naga Azhure.”


“Apakah sangat jauh,” kata Li Qingyu.


“Hemmm, tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.” Anak itu memberikan jawaban ambigu.


Li Qingyu hanya menggoyangkan pelipisnya. Dia bernafas sebentar dan berkata lagi, “Baik adik. Apakah kalian bisa menunjukkan dan memandu agar kakak ini pergi ke jantung kota Naga Azhure?”


Alhasil mereka semua saling memandang. Setelah beberapa saat, dia mengangguk dan menyetujui mengantar Li Qingyu di tempat keramaian untuk mencegat beberapa monster terbang untuk menjadikan tunggangan Li Qingyu.


Dalam perjalanan, Lo Qingyu melihat beberapa rumah penduduk yang sangat nyaman dan tentram. Tentu saja, rumah di wilayah Naga Azhure tidak terlalu besar dan padat.


Dia beberapa kali melihat persawahan yang sangat bagus dari Naga Azhure. Bahkan tanaman yang di persawahan sungguh menggoda dan memiliki bentuk dua kali lebih besar.


Ketika sedang berjalan, Li Qingyu tanpa sengaja menginjak ular berwarna hitam dan merah. Sehingga pada saat itu, ularnya langsung marah dia mematuk kaki Lo Qingyu sehingga langsung menjerit.


‘Dasar semut! Berani kamu menginjak Naga ini! Meminta kematian!’ Dalam benak Lo Qingyu ada suara kuno yang menusuk seperti baut dan itu sungguh menyakitkan sehingga jiwanya hampir terpecah belah dan menjadi orang ideot.


kemudian sekumpulan anak itu, ada yang perempuan bernama Wu Lan dia langsung mengusir ular kecil.


"Hustt dasar ular jelek menyingkirlah!” Kemudahan Wu Lan menggunan ranting pohon untuk memukul kepala ular itu.


Pak!


Hanya sekali timpuk, ular Naga mati dan jiwanya dipindahkan ke artefak lantai satu dan di daur ulang menggunakan pohon renkarnasi.


Kaki kanan Li Qingyu setelah digigit ular, langsung berubah menjadi hitam dan dengan kecepatan mata telanjang, langung membusuk dan memgeluarkan nanah bercampur darah.


Racun itu merambat ke atas sungguh sangat cepat sehingga Wu Lan mengambil kunyit emas yang tumbuh liar sangat baik di pinggiran jalan.


Wu Lan langsung menguyah kunyit emas dan sari kunyit langsung di minum oleh Li Qingyu dari kulit lewat mulut.


Untung saja, Li Qingyu sudah terpengaruh racun mematikan dari Naga Racun sehingga tindakan Wu Lan tidak diketahui. Jika dia mengetahui mungkin akan muntah.


Ketika sari kunyit emas memasuki tubuh Li Qingyu, seketika langsung menjadi energi panas dan tonik tubuh. Racun itu ditekan begitu ganas sehingga pada saat itu, Li Qingyu yang sedang tidak sadarkan diri muntah darah yang memiliki warna sungguh gelap.


Karena semua tumbuhan di Naga Azhure adalah terbaik, darah gelap itu mengenai rumput tidak akan menimbulkan efek apapun. Hanya saja jika darah hitam milik Li Qingyu dikeluarkan wilayah lain selain Naga Azhure, akan dikhawatirkan tanah dan tumbuhan akan hangus terbakar karena efek racun yang begitu menakutkan dan ajaib.


Wu Lan melihat tubuh Li Qingyu bercahaya emas sehingga langsung berkata: “Kakak ini terkena racun, ini sungguh lebay dan lemah bukan? Aku pernah tergigit ular itu hanya mengakibatkan ruam merah ditangan. Tapi kakak ini sungguh lemah,”


Dia adalah anak yang memakan nasi lembut di naga Azhure sudah lama. Sehingga tidak menyadari bahwa mereka semua sebetulnya sangat kuat. Bahkan pukulan ranting itu terhadap Naga Racun hanya sekali pukul langsung mati. Jika pukulan ranting diterapkan wilayah lain, akan dikhawatirkan menjadi kiamat.


Alhasil sekelompok anak lainya langsung memanggil pemuda yang masih memiliki umur 12 tahun. Perawakan memiliki kepala botak dan memakai jubah naga kuning. Dia membawa monster bison Angin datang menghampiri Li Qingyu.


Penampilan bocah ini, seperti Ang legenda Avatar, bahkan bison Angin sungguh persis milih Ang.


Bukan hanya itu saja nama bocah itu juga hampir mirip yaitu Fan Ang