Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Tamparan Xuanzang


Bab 491 Tamparan Xuanzang


Akibat pemberontakan itu, para panglima surga melakukan percobaan pembunuhan Raja Monyet Sun Wokong. Percobaan itu, menuai kegagalan sehingga para panglima surga akhirnya dengan terpaksa mengakui kehebatan Raja monyet Sun Wukong serta menawarkan kedudukan kepadanya sebagai “Pelindung Taman Surga.”


Setelah menjadi pelindung taman surga, tetapi dia mendapati tidak diundang perjamuan kerajaan di alam Dewa tertinggi sehingga Sun Wokong marah. Karena selain dirinya dewa dewi diundang menjadi perjamuan itu.


Dedam kesumbat yang mendalam, akhirnya Sun Wokong menyelinap mencuri buah persik keabadian Xuanwu, pil sum-sum abadi Loutzu dan meminum anggur dewa giok biru. Setelah itu dia melarikan diri dan kembali ke tempat asalnya untuk menyusun pemberontakan.


Dalam pemberontakan, Sun Wokong menawaskan jendral surga terdiri atas 10.000 tentara, dia juga membuktikan menjadi lawan tanding bagi jendral Erlang. Namun, jendral Erlang adalah jendral surga unggul sehingga bisa menangkap Sun Wukong berkat bantuan Para Taoisme dan Buddha serta setengah dewa lainya.


Sun Wukong setelah ditangkap beberapa percobaan hukuman mati untuknya gagal. Sehingga Sun Wukong dipenjara oleh artefak emas besar agar bisa dijadikan pil obat menggunakan api mediasi agar bisa meleburkan tubuh Sun Wokong.


Dalam 50 hari, akhirnya Artefak emas itu meledak sehingga Sun Wukong melompat bahkan kekuatan meningkat dari pada dulu.


Karena semua percobaan pembunuhan gagal, akhirnya dewa giok biru memohon kepada dewa Bodhi tertinggi untuk membantunya.


Permohonan itu dikabulkan oleh dewa Bodhi tertinggi sehingga Bodhi tertinggi mengatakan bahwa Sun Wokong tidak akan bisa lepas dari genggamannya.


Sun Wukong yang bisa melompat 108.0000 mil dalam satu lompat, dengan angkuhnya setuju taruhan Bodhi tertinggi.


Bahkan dia melompat beberapa kali sambil mengejek bodhi agung sehingga pada suatu saat dia sampai di tempat yang ada lima tiang emas yang berisikan lima tiang. Sun Wukong telah mengira bahwa dirinya sudah sampai di ujung dunia. Sebagai penanda bahwa dia sudah tiba di tempat itu, tiba-tiba Sun Wukong melakukan tindakan sembrono dia mengencingi tiang-tiang emas itu dan berkata: “Bodhi agung yang kedudukannya tidak lebih baik dari surga itu sendiri.” Setelah itu dia dia melompat. Tetapi dia terkejut bahwa kelima tiang itu adalah tangan Bodhi agung yang sangat luas sehingga Sun Wukong terperangkap.


Sun Wukong mencoba melarikan diri, tetapi tangan yang luas itu tiba-tiba berubah menjadi gunung yang agung sehingga dia terperangkap didalamnya selama ribuan abad lamanya.


~


~


#Di tempat yang tidak diketahui!


Saat ini, Xuanzang yang berkelana mencari kitab suci tiba-tiba berhenti di tempat gunung yang besar dan seperti kemegahan dewa agung.


Kalian bertanya bagaimana Xuanzang tiba di tempat ini, karena dia dalam perjalanan mencari kitab suci, tiba-tiba dia diserang oleh gagak misterius yang sangat besar dan mencekram dan dimakan sehingga Xuanzang masuk kedalam perut mosnter gagak raksasa yang sangat misterius.


Ketika dimakan, gagak itu tiba-tiba tersedot oleh lubang hitam yang muncul secara aneh sehingga dirinya yang sedang didalam perut burung gagak langsung terbawa di lubang hitam.


Tubuh gagak raksasa hancur dan anehnya Xuanzang selamat dan mencari di tempat yang aneh. Xuanzang masih melanjutkan perjalanan ke arah barat sehingga sampailah di tempat yang gunung yang besar.


“Gunung ini sungguh besar dan aku merasakan hawa keberadaan yang sangat mencekam. Dan sepertinya gunung ini adalah gunung yang disebutkan oleh Tuan Long Fai." Xuanzang menatap kejauhan dan menghampiri gunung itu dan mencoba melangkah ke puncak yang tinggi.


Langkah itu sungguh sangat tenang walaupun sekarang Xuanzang tidak memakai alas kaki. Dia membutuhkan satu hari sampai di puncak gunung yang sangat tinggi.


”Tunggu Bisku kecil! Kamu jangan mendekati tempat terlarang ini!” Dewi Xian Lin berteriak sambil ada kekuatan tao yang sangat misterius mengitari seluruh tubuhnya.


“Amitaba! Hamba ingin pergi kepuncak gunung karena ingin mengecek sesuatu. Sepertinya gunung ini adalah gunung yang ciri-cirinya telah disebutkan oleh Tuan ku," ucap Xuanzang sambil hormat.


Kemudian dia melangkahkan kakinya sehingga Dewi Xuan Lin marah dan mencoba menyerang Xuanzang.


“Biksu maafkan atas kelancangan kami karena bersikap tidak lembut kapadmu!” Tiba-tiba, Xuan Lin mengeluarkan serangan yang bisa mengancurkan tubuh Xuanzang menjadi kabut darah.


Pada saat itu, Xuanzang gugup karena dirinya akan diserang oleh wanita cantik sehingga dia teringat dengan kata-kata Long Fai.


Kamu tidak perlu takut, dengan kebenaran dihatumu, maka semua dunia akan tunduk dari perintah mu.


Kata-kata yang teringat langsung diucapkan secara pelan dan dia mencoba melawan Xuan Lin.


Cahaya putih yang sangat ganas ditangan Xuan Lin ingin mendarat ke tubuhnya Xuanzang. Tetapi pada saat itu, Xuanzang menampar pipi halus Xuan Lin terlebih dahulu sehingga dia langsung mengalami patah rahang dan pipinya berdarah sambil meluncur sangat jauh.


Plak!


Melihat kekuatan dahsyat dari tamparan Xuanzang, akhirnya dia gugup dan ada juga perasaan senang.


“Ahh apakah itu kekuatan yang aku miliki, ahh tidak itu adalah pertolongan alam yang mencoba melindungi ku, bagaimana mungkin aku yang tidak memiliki kultivasi memiliih kekuatan yang menakjubkan seperti itu,” ucap Xuanzang sambil gemetar tangannya.


Xuan Lin marah dan dia menggunakan teratai untuk membunuh Xuanzang.


“Kamu sungguh lancang terhadap Dewi ini! Hiya rasakan!”


Teratai itu langsung berputar seperti gangsing dan berubah bentuknya sebesar gedung pencakar langit.


Bam!


Xuanzang juga terpelanting jauh dan tergerus oleh teratai raksasa itu.


Saat ini, Xuan Lin percaya bahwa Xuanzang sudah mati. Tetapi, pada saat kemudian artefak hartanya yang berupa teratai terpental sangat jauh.


Bam!


“Apakah dia dewa kenapa biksu ini memiliki kekuatan yang menakutkan!" Xuan Lin serius mencoba meminta bantuan para Budha lainya.