Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Pembunuh Bayaran Datang


Bab 385 Pembunuh Bayaran Datang


Ro Ru mendekati Long Bing dan berkata.


“Bing-bing, ke depannya selama 2 bulan terakhir Aku tidak pernah menemui ke tempatmu Karena sekarang aku bekerja menjadi pelayan di toko milik Long Fai. Jika kamu ingin menemukanku kamu datanglah ke sini kapanpun kamu datang aku sudah berada di tempat ini.”


“Itu tenang saja, aku pastinya akan sering menemuimu di sini. Baiklah! Aku akan pergi dari sini, karena kebetulan hari sudah menjelang malam.” Long Bing setelah berkata langsung meloncat terbang begitu sangat cepat dan menghilang dari pandangan mereka semuanya.


Ro Ru sungguh bingung dengan perilaku dari temannya Long Bing, sehingga dia melirik ke arah Long Fai dan berkata: “Apakah kamu tahu, kenapa Long Bing seperti itu, sungguh aneh sekali?”


Long Fai hanya tersenyum tipis dan menjelaskan, “Masuk akal juga, karena kamu sebagai teman mungkin kamu sebenarnya sudah paham bahwa temanmu itu sungguh sangat iri dengan peningkatan kekuatanmu sekarang.”


“Bagaimana, apakah kamu tahu? Tapi, kamu tidak perlu khawatir sifat iri sudah hal biasa apalagi di kalangan makhluk yang mempunyai pikiran, selama kamu menyikapi dan mengambil hikmahnya mungkin kamu tidak akan begitu sombong seperti yang dulu.”


Ro Ru hanya malu mengingat kesombongan ketika berkata kasar kepada Long Fai, sampai sekarang dia mengingat jenis hinaan yang dilontarkan dari mulut sendiri Tapi pada akhirnya hanya dirinya yang dijadikan menjadi karung pasir bagi Long Fai.


Ini sungguh ironis, kamu sudah arogan tapi kamu juga tidak tahu bahwa lawanmu adalah kucing yang memiliki tujuh nyawa, untung saja kamu, tidak memiliki akhir tragis dari lawan. Jika kamu tragis, kamu tidak pernah melihat matahari sekarang.


Jadi, apa yang mereka dengarkan kamu seharusnya mengambil kebenarannya di masa depan kamu tidak boleh sombong dan tetap rendah hati.


Sekarang karena hampir menjelang malam Long Fai juga sudah melihat ketiga wanita tersebut sudah berkumpul menjadi satu, Long Fai melihat Ning Ming sudah siuman.


Long Fai berkata dengan tenang, “Hohoho bagaimana rasanya menggunakan kekuatan yang telah aku berikan Apakah darah kalian semuanya mendidih?”


Sai Lin berkata terlebih dahulu, “Tuan kekuatan ini sungguh sangat mengagumkan aku sepertinya masih bermimpi bahwa apa yang telah Tuan berikan adalah ilusi!”


“Benar Tuan, aku juga tidak percaya bawa semua ini adalah nyata, ketika aku menggunakan hobi sebagai alat serang sungguh sangat keren dan tidak terlalu terbebani dengan latihan yang membosankan seperti itu.”


“Hanya melukis dan menggambar aku bisa melawan orang yang mencelakai ku di masa depan hahaha!” tambah Lin Wuha Sambil tertawa bahagia.


Ning Ming yang masih merasakan kesakitan akibat dipukul keras oleh tangan Ro Ru, dia hanya tersenyum dan berkata sedikit lirih, “Tuan terima kasih atas pemberianmu tenang saja kita akan amanah dalam menjalankan tugas, Oh iya, ada satu lagi....” Kemudian Ning Ming menatap Ro Ru dan berkata lagi, “Teman Ro Ru kekuatan kamu sungguh sangat kuat, aku sampai terkesima apalagi fisik kamu berubah seperti menjadi bersih sungguh keren!”


Ro Ru juga tersenyum dan menjelaskan dengan lembut. “Hehehe kamu juga ketika sudah berpengalaman, akan menjadi sepertiku. Lebih baik kamu berlatih dengan giat dan otomatis ke depan akan semakin kuat ditambah lagi ke kota yang sekarang kamu berikan sungguh sangat tidak terduga jadi berterima kasihlah kepada Tuanmu yang telah memberikan sebuah kekuatan yang dahsyat.”


Mereka bertiga mengangguk setuju kemudian tanpa disadari, gubuk yang tidak terlalu besar dan kecil sudah berdiri sangat kokoh.


Akhirnya ketiga wanita itu, langsung memasuki gubuk yang baru itu untuk melihat bagaimana dekorasinya.


Song Chufeng berkata, “Gubuk ini sudah selesai, kalian melihat ke dalam apakah cocok, jika masih memiliki kekurangan perhiasan, mungkin kalian bisa menambahkan perhiasan sendiri-sendiri, apakah paham?”


“Baik aku paham, ini lebih dari cukup!” Sai Lin berkata bahkan gubuk ini lebih dari cukup daripada milik nya yang di Sekte Teratai Salju. Di Sapta tersebut tempat tinggal sungguh menyedihkan walaupun di luar sepertinya sangat bagus tapi di dalam memiliki fasilitas yang tidak memungkinkan seperti; Kasur yang keras, sehingga untuk tidur akan memberikan efek rasa sakit di punggungnya.”


Long Fai, juga tersenyum dan berkata, “Baik peristirahatan setelah besok dimulai maka aku akan membicarakan tujuannya yang telah tadi dibicarakan.”


"Baik!"


Lin Wuha dan lainya menjawab dan langsung tidur secara bersamaan.


Long Fai memandang Ro Ru, “Kamu tidur di dalam toko kebetulan di samping peralatan dapur ada kamar kecil mungkin kamu bisa tidur di situ, oh iya, setelah toko ini tutup maka kamu ada tugaskan untuk membersihkan semua lantai kayu dan mengelap semua meja agar terlihat bersih.”


"Baik!"


Ro Ru akhirnya pergi meninggalkan gubuk tersebut langsung memasuki toko merencanakan untuk membereskan berbagai debu-debu yang menempel di meja dan mengepel lantai kayu.


Begitu sudah membereskan semua maka saatnya beristirahat di tempat yang empuk.


~


~


#Hutan Gundul


Para pembunuh bayaran sekitar sepuluh orang sudah di tepi hutan yang gundul tersebut ketika Huang Chen berada.


Kesepuluh pembunuh bayaran tersebut juga sedikit terkejut, karena tempat yang sekitar beberapa hari yang lalu masih ditumbuhi hutannya sangat lebat sekarang berubah menjadi hutan yang gundul bahkan hanya ada semak-semak yang masih tumbuh.


“Sebenaranya apa yang terjadi? Bagai mana mungkin hanya kurang beberapa hari sudah berubah seperti ini?”


Huang Chen akhirnya menjelaskan kepada salah satu pembunuh bayaran jika di tempat ini pada waktu itu telah ada pertempuran antara dirinya dan satu pria tua yang kuat.


Di samping Huang Chen ada kepala Sekte Duan Xiaochu yang sedang menatap ke arah hutan yang sudah tidak ada hanya menyusahkan beberapa tumbuhan yang masih hidup sambil mengerutkan keningnya.


“Apakah pertempuran ini kamu yang membuat ketika pada waktu itu?” Duan Xiaochu masih tidak mempercayainya jika pertempuran yang telah dilakukan murid sendiri akan mengakibatkan efek seperti itu.


Huang Chen juga masih bingung, dia ingat ketika melarikan diri di hutan ini, bahwa belum terlalu banyak hutan yang rusak sangat luas. Tapi, sekarang setelah datang ke tempat TKP, hutan yang pada awalnya tidak terlalu luas rusaknya, sekarang sepertinya dia datang ke tempat yang salah.


Karena ketika Huang Chen datang lagi ke tempat TKP, pemandangannya sudah berbeda sepertinya ada lagi pertarungan yang sangat menegangkan di sekitar sini setelah dirinya pergi meninggalkan hutan gundul ini.


Namun, Huang Chen masih bersikukuh bawa tempat ini adalah tempat di mana melihat pria tua tersebut sehingga, dia berkata kepada pembunuh bayaran seperti ini: “Tuan aku tidak berbohong sama sekali, ketika aku ingin membalaskan dendam kepada pria tua tersebut, aku ingat di tempat ini?”