Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Chen Bixuan Mati


Bab 477 Chen Bixuan Mati


Sudah ribuan kali Chen Bixuan mencoba menerobos kedepan hutan yang terdapat formasi sihir dari kepiting primodial. Namun, sudah lama mencoba, dia tiba di tempat semula.


Chen Bixuan putus asa langsung mengeluarkan pedang kesombongan surgawi dan pada saat itu, aura suram langsung keluar di area tersebut.


Kepiting primodial yang sedang melihat di tumpukan batu, seketika matanya menyipit. Dia berkata lewat telepati.


“Nak, walaupun pedang yang kamu keluarkan tingkat kuno, tetapi kamu tidak bisa memecahkan formasi Array sihir yang aku gunakan. Sudahlah, lebih baik kamu pergi dan belajar lebih giat."


Mendengar suara dibenaknya, Chen Bixuan sontak langsung marah dan mengibas-ibas pedang kesombongan surgawi itu di udara tepat dimana Formasi sihir sedang dipasang oleh kepiting primordial.


Tetapi hasilnya sama saja, serangan ganas itu tidak memiliki efek dan cahaya energi akibat kibasan pedang, langsung melesat jauh dan menghantam beberapa bukit.


Bam!


Duar!


"Sial kenapa pedang kesombongan ku tidak berfungsi!” Chen Bixuan melihat pedang yang ikut terlahir kembali dengan corak ungu dan gagangnya seperti patung naga biru yang memiliki cahaya berkedip-kedip.


Bahkan, seharusnya pedang yang sedang digunakannya dirinya tidak terkalahkan. Tetapi untuk melawan hukum formasi sungguh tidak berdaya.


Kemudian dia menggunakan lebih kekuatannya sehingga pada saat itu, pedangnya langsung menyala dan berwarna biru. Warna biru itu, langsung menjalar kearah mata Chen Bixuan.


Sehingga mata kanannya memiliki pupil biru.


“Dengan ini, kamu tidak akan bisa mengalahkan pedang yang perkasa ini.” Chen Bixuan mendengus sehingga kedua hidung memgeluarkan beberapa asap kecil.


”Humpp walaupun pedang itu keren, masih tidak ada apa-apanya!” Kepiting primordial mencibir dibenak Chen Bixuan.


“Sial! Kamu masih mengejek ku!” Chen Bixuan tidak tahan langsung menggunakan pedangnya untuk menebas lebih kuat sehingga ruang itu tidak tahan untuk runtuh.


Gurrrtt!


Bunyi gemuruh ruang yang tidak tahan dengan kekuatan pedang milik Chen Bixuan.


"Humpp!"


Tetapi, kepiting primodial hanya mendengar dan mencibir. Pada saat itu, ketika aura pedang yang sangat mengamuk, dan hanya beberapa nafas lagi untuk menghentakkan ke udara, tiba-tiba Long Fai keluar dari persembunyiannya langsung meraih pedang biru itu yang mengamuk-ngamuk.


“Bajingan apa yang kamu inginkan dari kami!" Setelah menangkap pedang itu menggunakan tangan kosong, tangan satunya langsung menampar pipi Chen Bixuan sungguh sangat keras.


Jurus telapak tangan Krikil tingkat dewa!


Nampaknya, tangan Long Fai hanya menggunakan tamparan biasa. Tetapi Chen Bixuan yang merasakan hal itu sungguh berbanding terbalik. Dia langsung tidak bergerak dan sepertinya tubuh sendiri sedang dikunci tidak bisa melakukan penghindaran dan mengeluarkan sedikit kekuatan.


Alhasil pipinya langsung terkena tamparan dewa Long Fai sehingga kepalanya hancur seperti semangka. Chen Bixuan mati seketika hanya sebuah tamparan.


Tetapi setelah kematian Chen Bixuan tiba-tiba ada bola kecil yang bercahaya biru terbang melesat ke arah langit sungguh sangat cepat. Long Fai yang melihatnya langsung mengerutkan keningnya.


“Apa itu?" Long Fai berkata sendiri. Tetapi mahluk neraka, yang di lantai empat berkata dibenaknya.


“Tuan Xiandi... walaupun dia mati, dia akan mengalami reinkarnasi kembali ke dunia yang berbeda.”


Setelah kata-kata itu diucapkan, rantai keluar dari kehampaan dan hanya Long Fai saja yang melihat rantai itu.


Setelah rantai raksasa keluar, langsung melilit bola cahaya Chen Bixuan sehingga pada saat itu, bola cahaya Chen Bixuan bergetar hebat dan akhirnya memasuki dunia neraka.


Setelah membunuh Chen Bixuan, grobak itu keluar dari kehampaan dan Long Fai mendekati grobak dan melirik kearah kepiting primodial.


“Kerja baik! Ini adalah cara-cara kamu melakukan untuk mempertahankan kerajaan kita sendiri cukup di acungi jempol.” Long Fai tersenyum dan dia langsung mendekat Ji Yao untuk melanjutkan perjalanannya lagi.


Di sanjung Long Fai, beberapa kepiting primodial langsung bersorak-sorai.


Padahal masalah sepele. Tetapi bagi kepiting primodial sungguh pencapaian yang sangat membanggakan.


“Ahahha sungguh sangat senang di sanjung raja Xiandi. Lihat! Kamu lihat! Saling kuatnya raja kita, aku mengalah keringat panas dingin!" Kepiting primodial memperlihatkan tubuhnya yang sedang tidak baik-baik saja. Meskipun demikian, dia sungguh gembira.


Untuk pedang Kesombongan milik Chen Bixuan sudah terpental sungguh sangat jauh, sampai memasuki ruang dan sungai jaman yang berbeda.


Pedang bercahaya biru milik Chen Bixuan langsung mendarat di dunia yang tidak diketahui. Bahkan, mendaratnya di tempat pertempuran.


Di pertempuran itu, ada pemuda yang memiliki mata terpejam sambil menyerang beberapa sekawan kelompok berpakaian gelap. Kelompok itu memiliki perawakan aneh seperti bukan manusia.


Meskipun begitu, pemuda yang masih berumur lima belas sampai tujuh belas bisa mengalahkan sekumpulan kelompok itu sangat mudah.


Pedang usang dan berwana hitam dan karatan. Namun, nampaknya pemuda itu sungguh sangat ganas memenggal kepala kelompok dengan mudah seperti sedang memotong kertas.


Ketika pemuda itu sudah membunuh beberapa kelompok, dan dia hendak membunuh kelompok berpakaian hitam yang lebih besar, tiba-tiba di atas langit ada meteor jatuh berwarna ungu langsung menghantam ke seluruh area yang sedang ada pertempuran.


Bam!


Pemuda itu juga langsung terhempas dan berguling-guling sungguh sangat cepat. Tetepi dia juga sungguh sigap langsung menangkap wanita yang sedang menonton dari kejauhan.


Ketika meteor itu sudah mendarat, pemuda itu menemukan bahwa ada pedang berwarna ungu yang bercahaya terang sehingga langsung mengurutkan keningnya.


”Kamu tunggu disini dulu,” ucapnya tetapi melihat wanita itu tiba-tiba wajahnya penuh darah, seketika langung terkejut. Alhasil dia menggunakan jurus aneh sehingga seluruh luka wanita itu sudah sembuh dengan kecepatan mata telanjang.


Tangan kiri pemuda itu, juga menyatu kembali dan melompat untuk mendekati Pedang yang bercahaya ungu sedang menancap di tanah.


”Hmm! Pedang yang bagus, mungkin ini harta tertinggi baru lahir, karena tidak ada pemiliknya aku akan menjadikan pertama pemiliknya.” Dia mengangguk dan langsung memasukkan pedang itu ketempat penyimpannya.


Dia berkata kepada sosok wanita yang cantik. ”Rumah yang kita sewa hancur, kita harus memberikan kompensasinya. Apakah kamu memiliki beberapa uang,” kata dia sambil menggaruk hidung. Apa lagi matanya masih belum berfungsi untuk melihat akibat penjual tusuk Ayam itu.


Wanita itu berkata sambil menganggukkan kepalanya, “Kamu tenang saja, aku memiliki beberapa uang yang cukup.”


“Ahh syukurlah,” akhirnya pemuda itu lega dan langsung mencoba ketempat pemilik rumah itu untuk memberikan kompensasi.


Di sis lain, setelah sudah enam hari kemudian, Li Qingyu sudah tiba di perbatasan antara kerajaan Wudang dan Naga Azhure.


Setelah melihat perbatasan tembok yang begitu menjulang, Li Qingyu sungguh tidak bisa menghela nafas panjang karena terkejut.


”Sungguh kerajaan yang makmur, pantas saja dia memiliki berbagai macam benda aneh,” ucap Li Qingyu dan menuju ke penjaga kerajaan Naga Azhure.