Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Warisan Ahli Nujum


Bab 123 Warisan Ahli Nujum



"Aku..aku... Minta maaf." Long Bing akhirnya menangis. Dan Ro Ru juga menangis akibat hinaan yang di lontarkan Long Fai.


"Hahaha!" Long Fai tertawa sambil memandang ke atas. Terus berkata lagi: "Air yang kamu tumpahkan ke tanah lagi, sudah meresap ke tanah dan kamu tidak bisa mengambil. Itu sama saja seperti aku, kamu meminta maaf, apakah akan merubah situasi kamu terhadap aku? Apakah semua abadi munafik dan pengecut seperti kalian?"


"Tidak habis pikir."


Long Fai berkata lagi. "Di masa depan aku adalah orang yang membantai yang tidak adil. Dan aku adalah mendukung yang mau bergandengan tangan."


Kemudian Long Fai mendekati Long Bing dan menjentikan jarinya.


"Bom!"


Darah di seluruh tubuh Long Bing bergejolak seperti ingin keluar.


"Engah!"


Akhirnya, dari mulut hidung mata telinga Long Bing mengeluarkan darah menerus-menerus.


"Ratu..!" Ro Ru putus asa, dia menyesal telah menghina Long Fai. Dia tidak tahu bahwa Long Fai adalah monster yang sangat menakutkan.


Melihat Long Bing yang kejang-kejang dan semua lobang di sekujur tubuhnya mengeluarkan darah terus menerus.


Ro Ru menangis, dia merangkak mencoba memeluk Long Bing. Namun ketika tangan kanan hendak meraih tubuh Long Bing yang kejang-kejang, tiba-tiba tangan Ro Ru meledak.


"Bam!"


"Ahhhhhh!"


Jeritan itu seperti tiga kali lipat jeritan babi yang di sembeleh. Long Fai yang melihat pemandangan ini tidak ada kepanikan, bahkan dia masih tenang.


"Aku hanya suka menyiksa sangat sadis. Tapi di masa depan aku akan membunuh kamu dan membantai seluruh wilayah kamu. Jadi ini adalah kesempatan kamu memperbaikan diri." Setelah berkata, Long Fai berjalan untuk mendekati Hu Mulan dan Jiang Feng. Dia berjalan tidak melangakah kedua wanita itu, namun dia menginjak seperti keset.


"Hmmm, kamu tenang saja, kedua wanita itu sudah aku jadikan karung pasir yang menyedihkan." Kata Long Fai dia sudah kembali ke sifat jenaka dan cerianya.


Setelah itu, Long Fai meraih kedua orang ini dan dia mencoba menggendong Jiang Feng di bahu kiri dan kanan adalah Hu Mulan.


"Jalan ini sungguh runtuh?" Long Fai bingung. Namun dia mencoba melewati jalan yang baru di lalui. Dia memasuki lorong yang sangat gelap.


Tujuh menit menelusuri lorong gelap itu, dia mendegarkan suara sungai di bawah tanah.


"Eh ada mata air? Ini bagus ayo kita ikuti mata air itu mungkin saja akan menemukan jalan." Kata Long Fai sambil tersenyum.


Semakin lama dia mengikuti arus sungai yang deras ini, mata Long Fai menunjukan rasa keserakahan. Karena dia melihat bongkahan batu akik yang sangat besar dan banyak.


"Hahahah rejeki protagonis, aku adalah protagonis. Hanya berjalan ringan, maka harta karun akan mendekati." Mata Long Fai berbinar.


Kemudian, dia menarun kedua orang ini di bawahnya. Setelah itu, dia menyedot semua harta karun itu tanpa tersisa sedikit sama sekali. Ketika dia hendak membawa mereka berdua, tanpa sengaja dia melihat lorong ruangan kecil.


Mata Long Fai melihat ada tengkorak yang sedang duduk seperti singasana.


"Tengkorak apa ini?" Guman Long Fai dia mendekati tengkorak itu.


Setelah itu, dia melihat cincin yang sedang di pakai jari manis tengkorak itu. Kemudian dia meraih cincin itu dan dia kanankan pada jari manis sendiri.


Ketika Long Fai sudah memakai cincin, tiba-tiba di cincin itu bercahaya merah. Bahkan Long Fai melihat dari mata kepala sendiri.


Aku melihat ruangan ini bergemuruh seperti akan runtuh. Tapi seketika ada sekawan tengkorak yang menakutkan yang sedang menghampiri ke arah aku.


Long Fai berkata: "Apakah itu mayat hidup?"


Dia mengambil bola itu dan seketika meledak menjadi asap hitam langsung memasuki ke pikran Long Fai.


Empat detik berlalu, mata Long Fai pupilnya berubah menjadi merah darah. Dia mencerna informasi ingatan yang terkandung dari bola yang sudah meledak tadi.


Saat ini semua mayat hidup dan tengkorak sepertinya sedang menyembah penguasa baru.


"Ternyata seperti itu." Long Fai tersenyum. Dia sudah mencerna semua ingatan dari ahli nujum. Dan kalo tidak salah, tengkorak yang sedang duduk singasana ini adalah raja ahli nujum di alam dewa yang sudah gugur karena pertempuran hebat di jaman mitos.


Pendahulu itu, terluka langsung melarikan diri dan pergi ke alam atas untuk mengasingkan diri di goa sambil menunggu pewaris yang selanjutnya nanti. Saat ini Long Fai tidak sengaja mendapatkan warisa ahli nujum.


"Mulai sekarang aku adalah tuan kamu." Long Fai mengangguk. Dia memandang cincin yang usang yang sedang di gunakan, entah karena dokterin Artefak Naga, dia merasa jijik sama kualitas cincin itu.


Dengan entengnya, dia menggunakan jurus peningkatan benda pada cincin ahli nujum. Ketika cincin itu sedang di tingkatkan, alhasil otomatis semua tengkorak juga di tingkatkan tulang-tulang tengkorak menjadi keras. Bahkan ada juga mayat hidup bertambah beringas.


Cincin itu adalah rumah bagi tengkorak dan mayat hidup. Karena cincin itu sudah di tingkatkan, maka di dalam dunia itu menjadi sangat luas dan semakin tak terbatas layaknya benua Asia.


"Meraung!"


Para tengkorak dan mayat hidup, membuat raungan dan membungkuk kepada Long Fai.


"Bagus, sangat bagus. Tentara mayat hidup setidaknya bisa di gunakan untuk membantai negara." Kata Long Fai sambil tersenyum.


Setelah itu, dia menyiruh tentara nujum untuk kembali masuk ke dalam cincin.


Long Fai berjalan meraih kedua orang dan mencoba menelusuri sungai terus menerus.


......................


Sementara itu, Ro Ru yang sudah bangun dari pingsanya, dia mencoba mengambil obat untuk memulihkan tubuhnya yang cacat.


Ketika obat itu di masukan ke dalam mulut, tangan yang hacur langsung mencicit dan menumbuhkan tulang dan daging.


Dalam berapa menit, tangan Ro Ru kembali seperti semula. Namun, melihat tanduk kanannya patah, dia menggertakan gigi kepada Long Fai penuh kebencian.


"Sial...aku akan ku balas kamu Long Fai..!" Dia menggertakan giginya dan melihat Long Bing yang sedang terkapar dan semua tubuh sudah di lumuri darah.


Ro Ru, mengambil obat dan memakankan kepada mulut Long Bing. Seketika Long Bing langsung sembuh dan bangun dari tidurnya.


Tapi walau dia sudah bangun, masih ada jejak kengerian akibat siksaan Long Fai.


"Apakah dia tidak membunuh kita." Long Bing berkata kepda Ro Ru sambil pucat.


"Aku tidak tahu, aku hanya pingsan. Setelah bangun, dia sudah menghilang." Ro Ru menggelengkan kepalanya. Dia juga ngeri membayangkan siksaan yang di lakukan Long Fai pada tubuhnya.


"Sebenarnya siapa dia?" Long Bing berkeringat penuh horor. Bahkan mengingat dominasi Long Fai keda dirinya dia tidak berdaya.


"Aku tidak tahu yang mulia, pemuda itu sangat aneh dia bisa mempenjarakan kekuatan kita hingga tidak berfungsi. Bukan hanya itu saja, hanya sebuah tatapan, memiliki kekuatan lebih menakutkan dari aura penindasan yang di miliki para pembudidaya.


"Apakah kita harus membalaskan apa yang dia perbuat kepada kita yang mulia?" Ro Ru berkata lagi.."


"Kita harus balas dendam jika tidak rasa malu ini tidak akan terobati." Long Bing menggertakan giginya.


Long Bing sangat marah, namun ada kebingungan yang ada pada dirinya, di wilayah yang dia perintah, tidak ada yang tahu nama sendiri hanya Alm orang tua sendiri. Namun pemuda itu juga mengetahui nama dirinya yaitu Long Bing.


Bahkan pemuda itu juga marga Long.


......................



......................