
Bab 252 Fang Rong Vs Long Fai
Awalnya Long Fai ragu-ragu, tapi dia juga ingin sombong kepada Fang Rong agar dia tahu siapa dirinya.
“Baiklah Aku ingin melihat bagaimana keluargamu sedang berlatih.” Kata Long Fai dia mengangguk pelan.
Fang Lili akhirnya tersenyum bahagia kemudian berkata: “Baiklah.. ayo aku akan memperlihatkanmu keluarga Fang sedang berlatih.”
Di samping itu awalnya Xiao Yun sedikit ragu-ragu dan cemberut. karena dia sangat tidak suka ketika berdekatan dengan Fang Lili. Tapi Long Fai berkata lagi kepada dirinya dengan nada lirih. “Percayakan kepadaku.."
“Hmmm baiklah..” Lantas Xiao Yun tidak berkata lagi dia langsung menurut kepada Long Fai sambil berjalan mengikuti Fang Lilik yang sedang di berada di depannya Bahkan dia memeluk tangannya lebih erat.
Dia tahu bahwa ketika Long Fai akan menampar wajah kepala Fang Rong, mungkin Fang Rong akan minta maaf dan memiliki rasa bersalah. Dia tidak ingin seperti ini karena dari rasa bersalah itu timbullah benih-benih cinta.
Fang Rong yang melihat bahwa Xiao Yun sangat menempel kepada pemuda itu dalam hatinya sungguh bingung. Wanita cantik ini sungguh sangat tergila-gila pada pemuda itu?
Bahkan dia mengira Xiao Yun memiliki selera yang sangat rendah. setelah berapa menit kemudian, akhirnya mereka tiba di lapangan tempat para keluarga Fang sedang berlatih. Luas lapangan itu sepertinya dua kali lipat dari lapangan sepak bola dan setiap pinggirnya ada dinding yang berdiri kokoh untuk pembatas.
”Nah.. kita sudah sampai..” Fang Lili berkata kepada semua orang.
Kemudian Long Fai dan lainnya melihat bahwa keluarga pun sedang berlatih sangat giat suara teriakan dan suara pedang sangat gemerincing memenuhi telinga masing-masing.
“Hmmm cukup lumayan bagus.” Long Fai mengangguk terus-menerus sambil melihat pemandangan yang di sekitarnya.
Fang Rong sombong: “Bagaimana apakah menurutmu ini sangat meriah.”
“Hmm lumayan dibandingkan dengan pendudukku itu tidak apa-apanya dengan penduduk wilayahku.” Kata Long Fai.
“Wilayahmu..?” Fang Rong bingung apa yang dikatakan Long Fai.
“Benar aku adalah dari Kerajaan Naga Azhure dan dia adalah Xiao Yun istriku dia adalah ratu dari wilayah naga Azhure apa kamu sudah mengetahui?” Bahkan untuk situasi ini dia tidak pernah berbohong sama sekali.
"Pfff!” Fang Rong tersenyum lucu menurutnya dia sangat lah bercanda.
Namun, Fang Hai langsung melihat Xiao Yun dengan tetapan luar biasa. “Ah aku mengingatnya Kamu sebenarnya adalah ratu dari Kerajaan Naga Azhure! Pantas saja aku sepertinya melihat wajahmu tidak familiar ternyata kamu adalah ratu dari Kerajaan Naga Azhure..”
Saat ini Fang Hai berseru terus-menerus sambil menatap ke arah Xiao Yun tatapan itu sangat luar biasa. Akhirnya sekian berapa menit untuk mengingat wajah Xiao Yun akhirnya dia tahu itu identitasnya.
“Kakek apakah yang dikatakan kakek itu benar..” Fang Lili juga berseru kagum awalnya dia tidak percaya apa yang dikatakan Long Fai ketika di hutan. Tapi sekarang akhirnya percaya ketika Shanghai mengatakan demikian.
“kalian adalah dari Kerajaan Naga Azhure?” Fang Rong menatap ke arah Xiao Yun dengan tetapan luar biasa, pantas saja setelah dia melihat rupa wajah yang sangat menawan dari yang dipancarkan oleh Xiao Yun ini akan menjadi masuk akal.
“Hmm benar aku adalah ratu kerajaan naga Azhure di wilayah Xinping. Nah..dia adalah suamiku Long Fai.” kata Seohyun dia sekarang bangga untuk sombong di hadapan keluarga Fang.
“Hmm baik..” Fang Rong mengangguk dan tidak berkata lagi. Tapi kemudian dia menatap ke arah longgar seperti ada tatapan atau niatan yang sangat licik.
“Mungkin benar aku adalah raja dari wilayah Xinping itu..” Membalas sambil tersenyum sangat tenang.
Tiba-tiba Fang Rong menentukan kepalanya sambil hormat tapi di mulutnya itu ada senyuman yang sangat meremehkan. Kemudian dia berkata. “Sangat beruntung aku bisa melihat raja Xiandi yang di kadang-kadang kan menjadi suami dari Ratu Xinping. Karena sang raja berada di sini maka ini adalah kesempatanku untuk unjuk gigi. Maaf jika aku lancang tapi aku ingin bertukar pedang dengan Raja apakah raja mau.”
Tantangan yang dilakukan oleh Fang Rong akhirnya membuat heboh di sekitar keluarga Fang yang sedang berlatih.
Yentu saja semua keluarga Fang sangat memuji keberanian dari Fang Rong karena dia sangat berani untuk melawan raja Xiandi.
Long Fai hanya tersenyum kemudian dia berkata: “Apakah kamu ingin melawanku?”
“Benar raja.. karena sudah sejatinya sang raja memiliki kekuatan yang sangat hebat Jadi aku ingin bertukar keterampilan kepada sang raja..” Fang Rong sangat tenang bahkan dia sudah memastikan bahwa dirinya akan menang dan mempermalukan Raja Xiandi.
Namun Fang Hai menginstruksi cucunya yang tidak bersikap sopan: “Rong'er kamu sungguh sangat tidak sopan apa kamu tahu dia siapa..!”
Long Fai berpura-pura tenang kemudian langsung berkata kepada Fang Hai: “Tetua... tidak apa-apa selagi aku bisa bertanding dengan dia itu tidak masalah. Ini masuk akal juga dia adalah wanita yang sangat heroik dan bekerja keras...”
“Benar kakek aku hanya ingin bertarung secara sopan tidak ada niat untuk meremehkan percayalah pada cucu kakek..” Fang Rong berkata sangat serius kepada Fang Hai,
“Kamu...!” Fang Hai akhirnya tidak bisa berkata apa-apa kemudian dia menyetujuinya dengan syarat dia tidak berlebihan terhadap Raja Xiandi.
Di samping Fang Lili dia hanya terdiam saja Bahkan dia juga cukup bingung kenapa kakaknya sangat arogan dan sangat sombong.
Bahkan dirinya sudah mengetahui kekuatan Long Fai ketika dia melawan ular berkepala 7 yang sangat menakutkan.
Kemudian Fang Rong dan Long Fai berjalan ke arena pertarungan di mana keluarga Fang sedang berlatih.
Otomatis karena lapangan Ini mau digunakan untuk bertanding para keluarga Fang yang sedang berlatih langsung minggir dengan otomatisnya.
Kedua belah pihak sudah saling siap, Fang Rong berhadapan dengan Long Fai sekitar 10 meter.
Long Fai berkata terlebih dahulu. “Untuk bertanding dan mencari bimbingan aku sarankan kamu menyerangku terlebih dahulu menggunakan pedang.”
Fang Rong tersenyum: “Baik Raja... aku akan memulai terlebih dahulu. Aku harap sang raja berhati-hati jika tidak maka aku minta maaf jika melukaimu tanpa sengaja.!”
Kemudian dia mengeluarkan pedang andalannya. Ketika pedang itu dikeluarkan dan terkena sinar matahari langsung memantulkan sinar cahaya yang sangat menyilaukan.
Long Fai mengganggu terus menerus pedang ini sungguh sangat bersih tanpa ada jejak karat sedikit sama sekali. Kemudian dia melihat Fang Rong sudah membuat kode untuk menyerang.
“Aku mulai... berhati-hatilah aku akan menyerangmu..!”
"Hiya...!"
Fang Rong berlari sangat cepat seperti hewan cheetah.