
Bab 154 Taktik Lin Kun
Long Fai melihat Fang Yuan yang sedang memikirkan sesuatu hanya berkata, “Apa yang sedang kamu pikirkan? Apakah kamu berpikir akan disayangkan jumlah kepingan emas yang sangat fantastis tapi aku menolak?”
Fang Yuan menjawab, “Apa yang dikatakan Tuan benar? Bagai mana Tuan sendiri menolak?”
Long Fai menggelengkan kepalanya, “Apa kamu tahu, makanan ini sungguh sangat berharga, jika terlalu murah di berikan kepada seseorang tanpa persyaratan bukan kah suatu saat makanan ini akan menjadi murahan?”
“Semkain ketat peraturan yang kita buat, maka akan aman juga nilai jual yang kita produksi, apakah kamu paham?”
"Ahh!"
Akhirnya Fang Yuan tersadar, kemudian tatapan kepada Long Fai menjadi cerah. Bagai manapun Tuan adalah Tuan jika tidak memiliki kecerdasan yang sangat bagus, tidak ada gunanya mempunyai gelar Tuan.
Long Fai mengangguk kemudian berkata, “Jika kamu paham, ambilah piring itu dan cuci di belakang.”
"Baik!" Fang Yuan menurut setelah itu, dia langsung membersihkan piring perunggu dan dicuci langsung hingga bersih.
Kebetulan di belakang toko ini Long Fai sudah membuat beberapa paralon yang menggunakan batang bambu untuk di alirkan dari sungai tersebut sehingga tidak terlalu jauh untuk mencuci.
Ketika sedang mencuci, Fang Yuan melihat bahwa ada beberapa hewan seperti burung beo, burung beo seperti sedang mengejek kepada diri sendiri.
Fang Yuan hanya tidak peduli dan terus mencuci piring yang kotor.
Pada saat ini, akhirnya dia tanpa sadar melihat ada hewan peliharaan Long Fai kura-kura yang sedang bertelur emas.
Karena penasaran, akhirnya Fang Yuan mendekati telur itu langsung mengambil telur tersebut.
Seketika tiba-tiba ada suara yang sangat menakutkan keluar dari jiwanya.
“Lanacang! Kamu tidak diizinkan mengambil telur ini hanya Tuan Xiandi yang pantas!”
"Engah!"
Fang Yuan langsung berlutus seketika organ dalamnya ingin pecah akibat suara yang terdengar dibenaknya.
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!”
Fang Yuan merasa ketakutan sehingga dia menatap kura-kura itu seperti monster, dengan perasaan ketakutan Fang Yuan berkata, “Sial bagai mana ada kura-kura yang begitu sangat menakutkan!”
“Nak! Jaga mukutmu jangan samakan aku dengan hewan rendahan seperti yang kamu sebutkan!” Suara kura-kura itu sekali lagi, merusak orang internal Fang Yuan.
“Brengsek!” Fang Yuan terjauh sehingga Long Fai yang sedang duduk mengangkat kaki Erlang seketika melihatnya.
Mengerutkan keningnya, Long Fai berjalan kebelakang untuk mendekati Fang Yuan, kebetulan melihat ada kura-kura yang memiliki punggung emas dan ada telur satu biji yang tidak jauh dari kura-kura tersebut.
Long Fai tersenyum, “Sungguh kura-kura yang baik, telur ini sungguh sangat bagus dan berwarna emas, aku ingin mencoba memakan tapi, jika hanya satu masih kurang?”
Long Fai bingung, satu telor kecil kura-kura emas ini sungguh tidak terlalu besar hanya seukuran telor burung puyuh.
Hanya kalimat ringan yang di lontarkan Long Fai, seketika kura-kura itu langung mengeluarkan lusinan telor emas dari tubuhnya.
Otomatis Long Fai menatap cerah kepada kura-kura tersebut sambil menepuk-nepuk punggung kura-kura emas.
“Kura-kura yang baik, kami sungguh mengerti perasaan ku,” ucap Long Fai, walaupun sudah tahu bahwa Kura-kura tersebut adalah monster tapi hanya itu saja, bagi Long Fai masih menganggap bahwa yang ada di depannya adalah hewan biasa.
Apalagi kura-kura itu begitu di puji Long Fai, seketika yang tadinya galak berubah menjadi penjilat.
Fang Yuan menatap ganas kura-kura tersebut, seseolah ingin mencincang tubuhnya untuk menghabisi nyawa monster yang tidak tahu malu.
Kura-kura yang sedang di puji Long Fai seketika melihat wajah Fang Yuan sepertinya sedang menaruh kebencian kepadanya hanya mendengus.
“Nak, apakah kamu masih kurang hukuman ini!"
"Engah!"
Sekali lagi Fang Yuan muntah darah dan akhirnya pingsan.
”Ckckck sepertinya kamu belum terbiasa seperti Lin Kun,” ucap Long Fai sambil menggelengkan kepalanya, setelah itu dia bermaksud untuk melihat area ternak yang sedang di jaga Lin Kun.
Long Fai berjalan ringan sambil membawa kura-kura di dalam pelukannya, begitu sudah memasuki bagian ternak, Long Fai menyapa.
“Lin Kun apakah kamu baik-baik saja?”
“Aku baik-baik saja Tuan!” Lin Kun mengacungkan jempol dan tersenyum kepada Long Fai, begitu wajah dilihat Long Fai seketika langsung keget.
Kini Long Fai karena melihat wajah Lin Kun yang mengalami bekas luka dan memar akibat di cakar-cakar oleh hewan unggas peliharaannya.
Bahkan Long Fai melihat semua unggas sedang mengeroyoki tubuh Lin Kun sehingga hanya memperlihatkan kepala Lin Kun, sementara itu bagian tubuh tidak terlihat karena banyak ayam dan hewan lainnya sedang mengeroyoki.
Namun, tiba-tiba setelah Long Fai datang dan mendekati Lin Kun seketika semua hewan unggas dan lainnya tiba-tiba menjauh dan pergi ke tempat sarangnya masing-masing.
Long Fai menatap ke arah hewan yang sedang diternak, kemudian berkat: “Kalian jangan begitu galak kepada bawahanku, bawa aku hanya ingin melakukan tugas yang aku perintahkan!”
Setelah berkata, Long Fai menatap ke arah Lin Kun kemudian berkata lagi, “Mungkin keterampilan untuk menjinakkan hewan kamu masih di bawah rata-rata. mungkin dengan pengalamanmu yang masih belum cukup lama Aku perintahkan kamu pergi ke hutan untuk mencari monster yang tidak terlalu galak untuk diburu beberapa ekor.”
“Setelah kamu mendapatkan beberapa ekor monster, kembalilah dan monster itu hasil buruan kita jual di toko ini.”
Lin Kun akhirnya lega, “Terimakasih Tuan!”
Lin Kun sangat bersyukur, akhirnya Dia memiliki kebebasan untuk tidak merawat hewan ternak yang dimiliki Long Fai.
Setelah itu, Lin Kun pergi meninggalkan toko ini langsung terbang sangat jauh, tapi dia juga ingat buku cara menjinakkan hewan dari berbagai spesies yang telah diberikan oleh Long Fai belum lama ini.
Kini Lin Kun sudah percaya diri jika untuk memburu monster tingkat tinggi akan mudah, dari pada merawat ayam milik Long Fai karena biasa-biasa akan babak belur, walaupun ketika sedang merawat hewan ternak Long Fai setelah mencium kotoran hewan itu tiba-tiba kekuatannya meningkat ketingkat yang mencengangkan, tapi masih kalah jauh dengan cakaran hewan ternak milik Long Fai.
Ketika sedang terbang dan melamun, tiba-tiba Lin Kun menabrak beberapa orang.
“Bug!”
"Aduh!"
Lin kun setelah bertabrakan langsung minta maaf, tapi kedua orang itu menatap kearah dirinya dengan garang.
“Dasar manusia rendahan berani sekali menyentuh tubuh ini..!” Fenghuang Qing dan Fenghuang Yuxi, langsung berniat membunuh Lin Kun, tapi sayangnya tiba-tiba Lin Kun teringat gaya hewan peliharaan Long Fai yaitu burung Pipit yang salto-salto di dalam sangkar, otomatis Lin Kun meniru cara jurus burung Pipit untuk menghindari serangan dari kedua orang itu.
Akhirnya Lin Kun salto kebelakang dengan gaya indah.