Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Tugu Kemenangan


Bab 310 Tugu Kemenangan


Yu Ru Meng tiba-tiba menatap ke arah Long Fai dengan Tatapan yang sangat bingung. Walaupun Long Fai memiliki wajah yang sangat tampan dan kekuatannya juga dirinya tidak mengetahui tapi pernyataan yang dilontarkan oleh Long Fai, tidak ada basa-basi sedikit sama sekali dalam arti, Long Fai langsung secara terus terangkan perasaan kepada dirinya.


“Ak~ak~aku..!” Yu Ru Meng langsung tergagap cepat dia tidak tahu apakah dirinya menyukai Long Fai. tapi ketika kata-kata puitis yang dilancarkan oleh Long Fai sepertinya mengenai di dalam lubuk hati sanubari.


Chu Fang berkedut mulutnya dia ingin sekali memarahi Long Fai, karena Long Fai begitu sangat pemilih dalam hal mencari pasangan.


Tapi yang membuat dirinya dengan sekali memukul kepalanya adalah dia berkata ingin menjadikan Yu Ru Meng wanita keenam.


Tentu saja pernyataan itu sungguh sangat Fierce dan begitu sangat berani. Tapi yang jadi pertanyaan apakah Yu Ru Meng akan menjawab pertanyaan yang begitu cepat juga? Bagi wanita melihat pemuda yang baru di kenal seperti Long Fai harus memberikan jeda untuk menjawab lamaran Long Fai beberapa hari.


Long Fai yang melihat ketergagap dari Yu Ru Meng, hanya tersenyum dan berkata. “Jangan khawatir aku hanya bercanda. Mari kita pergi dari hutan ini, kamu tunjukkan tempat yang paling aman dan aku juga ingin melihat Ling Tian yang di sebut-sebut sebagai legenda sang monster.”


“Baik..”


Yu Ru Meng mengangguk kemudian dia mencoba menstabilkan expresinya setelah di goda Long Fai.


Setelah itu, mereka semuanya mengikuti Yu Ru Meng yang sedang menunjukkan jalan ke tempat kerajaan monster.


Dalam perjalanan, Long Fai sudah memastikan bahwa di semua area hutan ini, para kelompok yang sedang berpetualangan sudah lari terbirit-birit karena melihat monster kadal raksasa.


Tapi jika para kelompok petualangan mengetahui bahwa Monster kadal sudah mati hanya karena kentut yang di hasilkan Long Fai mungkin saja tidak akan percaya. Tapi, itulah kenyataannya.


Long Fai dalam perjalanan sering mengatakan ingin tahu bagaimana bentuk karakteristik dari penampilannya Ling Tian.


Menurut Yu Ru Meng, Ling Tian memiliki perawakan sama seperti dirinya yaitu kisaran umur 16 sampai 20 tahun. Meskipun begitu, Ling Tian adalah monster tua yang sudah hidup ratusan tahun sebagai sang legenda.


Ling Tian memiliki wajah yang tampan tapi menurut perkataan dari Yu Ru Meng, bahwa di bandingkan anda Ling Tian sangat jauh. Sehingga ketika mendengarkan itu, Long Fai besar kepala.


Dan bagi Xiao Chen, yang di juluki legenda pedang naga, memiliki wajah yang sangat tampan dan aura pedang yang di pancarkan sangat membuat orang yang melihatnya akan seperti ada penindasan tertentu.


Dan lagi-lagi, dari kedua itu yang di sebutkan oleh Yu Ru Meng anda lah yang paling tampan sehingga dalam perjalanan ini, Long Fai tersenyum lebar terus menerus.


Tapi jika Long Fai mengetahui isi pikiran Yu Ru Meng bahwa sedang meremehkan mungkin akan memukul kepalanya. Karena Yu Ru Meng, menilai Long Fai masih kalah jauh dengan kehebatan kedua legenda itu.


Walaupun anda bisa membunu monster kadal hanya sebuah kentut, tapi dua legenda bisa membunuhnya hanya niat saja.


Satu jam perjalanan karena tidak terbang hanya beralasan ingin melihat-lihat dunia yang berbeda ini.


Sudah satu jam mereka semuanya sudah tiba di tempat yang sangat rame yaitu kotanya para monster berkumpul.


Yu Ru Meng tentunya menunjukkan beberapa makanan khasnya di wilayah ini. Kebetulan di timur ada perbatasan kota pemisah dari kota monster dan manusia.


Dan tentunya Yu Ru Meng menunjukkan kepada Long Fai ada tugu kemenangan. Tugu kemenangan adalah tugu yang dikhususkan sebagai bentuk perwakilan kekuatan yang diwakilkan.


Dan di tugu kemenangan ini memiliki jumlah 200 lantai menurut legenda hanya dua legenda saja yaitu Ling Tian dan Xiao Chen yang sudah menaiki itu sampai 150 tingkat dan kedua pihak itu sama-sama imbang.


Tentu saja penjelasan Ini akhirnya membuat tertarik kepada Long Fai. Long Fai berkata: “Ayo kita pergi ke tugu kemenangan Aku ingin mencobanya.”


Yu Ru Meng langsung menunjukkan dan mereka semuanya mengikutinya di belakangnya. Sembari berjalan Yu Ru Meng berkata: “Tugu kemenangan itu sungguh sangatlah sulit jika kamu bisa mengatasi atau melewati beberapa tingkat maka itu sebanding dengan kekuatannya.”


Xu Rongfei yang di sebelahnya Chu Fang berkata: “Berarti apa yang dikatakan kamu bahwa tugu kemenangan ini hanya ada dua orang yang sudah melewati tingkat paling tertinggi dan kedua orang itu adalah legenda yang telah disebutkan tadi.”


“Hmm... benar, hanya mereka berdua yang bisa mencapai tingkat 150 ini sungguh keren bukan Kya...!” Yu Ru Meng berkata dengan semangat bahkan langsung makanya berubah menjadi berpindah-pindah sekolah memuja kedua orang.


Tapi Long Fai yang berada di sisinya langsung berceletuk. “hanya mencapai 150 tingkat itu sangatlah memalukan lihatlah aku aku akan mengukir legenda jika kedua orang itu memiliki julukan yang seperti itu maka aku juga akan mengukir legenda di duniamu.”


“ketika aku memasuki monumen kemenangan aku akan mengukir menjadi legenda para dewa hehehe..”


Long Fai tersenyum lembut tapi Yu Ru Meng yang melihatnya langsung berkata sedikit tidak senang. “Kamu sungguh sangat percaya diri bagaimana mungkin kamu akan melewati lantai yang sudah diukir oleh kedua legenda itu.”


Long Fai tidak peduli tapi berkata lagi. “Jika aku bisa melewati 150 lantai, kamu mau apa?”


Yu Ru Meng berkata sangat lugas. “Jika kamu melewati lantai yang sudah diukir oleh kedua legenda maka aku akan bersedia menjadi wanitamu bagaimana?”


Yu Ru Meng perkata seperti itu karena apa yang dilontarkan oleh Long Fai sungguh sangat percaya diri dan begitu banyak omong kosong tentu saja lantai 150 tidak ada seorangpun selama ratusan tahun yang bisa melewatinya hanya kedua legenda itu yang bisa melewati sampai 150 lantai.


Dan Long Fai mengatakan bahwa dirinya bisa melewati 150 dan begitu mudah sehingga dia akan mengukir menjadi legenda para dewa.


Karena perkataan yang dilontarkan oleh Long Fai yang sangat tidak tahu ketinggalan akhirnya Yu Ru Meng mengatakan seperti itu.


Tentu saja, Long Fai hanya tersenyum dan berkata lagi seperti ini: “Tepati kata-kata mu karena, harga diri wanita adalah menepati dan setia pada satu pasangan jika kamu berdusta dengan kata-kata yang kamu ucapkan, sekali pun aku mengatakan bahwa kamu adalah Jalaang itu tidak masalah.”