Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Tanah Hitam


Bab 629 Tanah Hitam


Sanguan Lin marah, langsung berdiri lagi dan jari jemari tangan kanannya menjadi dingin seperti pisau langsung menyerang Long Fai.


Long Fai menghindari ketika tangan hendak mengenai perutnya dengan gaya meliuk-liuk, selama semenit Long Fai menghindar dan setelah itu langsung memutar pinggulnya seketika kaki kanan mengangkat dan menendang perut Sanguan Lin dan tendangannya mengenai perut.


Bang!


Engah!


Sanguan Lin muntah darah dan merasakan rasa sesak di dada sambil meluncur kebelakang sungguh sangat cepat langsung ditangkap oleh Lin Aoi.


Akan tetapi tendangan itu sungguh keras, membuat Lin Aoi juga ikut terseret.


Bruak!


Bom!


Menabrak dinding batu tubuh mereka berdua menjadi bergetar.


“Kamu siapa! Kenapa kamu berada di rumah ini! Apakah kamu tahu, kuil ini adalah milikku! Beraninya kamu semua menempati tanpa ijin! Secepatnya kalian harus pergi!” Xia Yang mendekati dua temennya.


Xia Yang mengatakan hal demikian karena di kuil ini, kandungan aura sungguh sangat tebal, 6x lipat dari wilayah luar sehingga secepatnya harus mengusir Long Fai dan yang lain. Jika dia bisa menetap di kuil itu, kecepatan peningkatan Aura menjadi semakin kuat, Bahkan dia menyadari bahwa kotoran tingkat Surga itu masih kalah jauh dengan peningkatan Aura di kuil ini.


”Apakah kuil ini adalah kuil milikmu?” tiba-tiba Long Fai langsung terkejut dan menurunkan kewaspadaannya, akan sangat tidak sopan Jika kamu melawan pemilik dari kuil itu sendiri.


“Humppp! Memang benar kuil ini adalah milik kami bertiga, jadi kalian-kalian semua sungguh tidak sopan menyerang pemilik kuil!”


Xia Yang langsung melanjutkan lagi perkataannya, “Secepatnya kalian harus angkat kaki dari kuil ini! Kalian sungguh sangat lancang dengan pemilik kuil!” Xia Yang, Lin Aoi dan Sanguan Lin tiba-tiba menjadi bangga dia sudah berharap kemenangan akan menjadi miliknya.


Akan tetapi, tiba-tiba Niu Yuan datang dan maju ke depan langsung menatap ke arah ketiga orang itu dengan sinis, “Kamu adalah ketika wanita yang tidak tahu malu dan mempunyai kulit tebal. Saya Niu Yuan adalah budak dari pemilik sebelumnya yang kalian sudah dijual ke pemilik sebelumnya, pemilik ini sudah pergi entah ke mana dan dia menitip pesan kepada kuil ini yang sudah tidak dipakai agar dirawat dan dijadikan rumah sehari-harinya, jadi kalian wanita berkulit tebal lebih baik kalian yang menyingkir dari hadapan Tuhan Xiandi!”


Pfff!


Kamu!


Ketiga wanita itu seketika langsung muntah darah setelah melihat Niu Yuan yang angkat berbicara. Mereka melupakan satu hal bahwa kakek tua itu yang membeli kuil ini dengan harga murah memiliki satu bocah kecil bertelinga kucing yang selalu menemani di belakang.


Tidak disangka sekarang bocah itu masih ada dan membuat mereka semua menjadi tertampar wajahnya karena malu.


”Hahaha kamu wanita bedebah, apakah kamu hendak menipu Tuan kami hah!” kata Bai An yang tangannya sedekatan langsung berkas baju untuk menghajar satu persatu.


Bang!


Bug!


Ahh!


“Jika kalian tidak ingin menjadi kepala babi lagi kamu semua meninggalkan dari pandangan aku dan Tuan aku. Cepat!” bentak Bai An membuat ketiga wanita itu langsung terkencing-kencing dia terbang sambil mengeluarkan air kencingnya karena ketakutan dengan kekuatan yang dimiliki Bai An maupun yang lain.


Sepertinya sekumpulan orang yang tinggal di kuil itu memiliki kekuatan yang tidak sederhana!


Bai An masih melihat ketiga wanita itu bertala tele tanpa pikir panjang, Bai An menepuk udara sangat kencang sehingga ketiga wanita itu terpental ke langit sangat jauh dan menghilang dari pandangannya.


“Bagaimana kamu menemukan wanita seperti itu, dia sungguh tidak tahu malu,” kata Long Fai tatapannya diarahkan kepada Bai An.


”Aku melihat dia ketika aku sedang berakk, mereka menuduh aku bawa Aku adalah orang yang musuh padahal sebelum dia datang ke tempat spot ku, aku sudah terlebih dahulu di situ.” Bai An mengangkat bahu dan meninggalkan mereka semua Langsung kembali lagi untuk membuat patung.


Dia sudah tiga hari belum turun dari kuil untuk menjual patung itu lagi, mungkin saja Xue Qingqing yang sudah membeli patung jeleknya akan kembali lagi. Dia akan kembali akan bersujud dan meminta ampun karena telah mengolok-ngolok bahwa patungnya tidak memiliki efek apapun.


Long Fai pergi ke alam dewa untuk mencari sebuah artefak yang memungkinkan bisa menghidupkan orang meninggal.


Akan tetapi Long Fai pergi menjauh dari keluarga Ming, walaupun keluarga Ming akan dalam masalah setelah keluarga Wu pemimpinnya dibinasakan.


Long Fai yang sudah jauh sekitar sepuluh kilometer dari keluarga Ming, dia hanya berjalan ke di tengah hutan tetapi di tengah-tengah itu ada sebuah sungai kecil.


Dia melihat ada sebuah kerajaan yang sangat makmur, dan atas langitnya terdapat Aura warna-warni yang memungkinkan kerajaan itu diberkati dari dewa langit.


Pada saat itu, sebelum dirinya mendekati ke arah kerajaan tersebut, dia menemukan ada satu gubuk yang tidak terlalu jelek atau bagus dengan lebar mungkin 5 kali 5 meter.


Long Fai melihat ada kakek tua yang sedang menimbangi tanah hitam sehingga Long Fai yang melihat pria tua itu mengerutkan keningnya, “Sepertinya pria tua itu sudah gila selama aku mengamati enam menit, pria tua itu menimbangnya tanah hitam dan membuangnya lagi ke tempat semula.”


Hanya saja ketika Long Fai menganggap bahwa pria itu adalah pria yang terbelakang mental, tiba-tiba mata sendiri melihat pria tua itu yang sedang memegang cangkul, langsung terkejut karena di belakangnya ada sosok macan berkepala 6 yang tiba-tiba menyerang ke arah pria tua itu.


Pria tua itu hanya melirik dengan sekilas tiba-tiba monster macan berkepala 6 itu langsung hancur berkeping-keping.


"Oh. Apakah udah tua itu adalah dewa?” Long Fai mendekati dan berkata dengan sopan.


"Ahh kakek tua, kekuatan tadi sungguh sangat menakutkan hanya sekali tatap monster itu langsung binasa. Yang sudah pasti kamu memiliki kekuatan dewa kakek tua?” Long Fai kemudian duduk dan mengambil tanah hitam tersebut.


Kakek tua itu melirik ke arah Long Fai dan berkata dengan tenang, “Anak muda, Apakah kamu tahu tanah hitam ini?”


“kakek saya tidak mengerti akan hal tanah hitam ini.” Long Fai bingung dan duduk. Tapi melirik sekumpulan daging cincang macan langsung dikumpulkan untuk dijadikan sate.


Long Fai meraih kayu di sebelahnya langsung dikumpulkan untuk menjadi api unggun. Long Fai menyiapkan untuk membuat sate macan dan barbeque.


Pria tua itu tidak berkata apa-apa setelah melihat remaja yang sedang mengumpulkan ranting pohon untuk dijadikan santapan toh, dia sendiri juga belum makan.


“Tanah ini adalah tanah hitam kehancuran, sungguh sangat menakutkan jangan sampai-sampai kamu memegangnya, jika tidak kamu akan hancur. Untung saja kamu dekat denganku sehingga aku bisa melindungimu.” Dia menjelaskan kepada Long Fai, akan tetapi Long Fai menatap pria tua itu dengan aneh, jelas-jelas tanah hitam ini adalah tanah biasa.


Namun Long Fai tidak tahu bahwa lahirnya tanah hitam ini juga dibaring dengan pria tua itu. Pria tua itu sudah berumuran ratusan juta dan melihat saksi bisu bagaimana dunia Alkima lahir.


”Kamu tidak percaya juga tidak apa-apa. Anggap saja apa yang dikatakanku adalah dongeng belaka.” Pria itu tersenyum.