Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Kita Berada Di Perahu Yang Sama


Bab 351 Kita Berada Di Perahu Yang Sama


Qin Shi saat ini sedang terjatuh lemas, setelah melihat Naga leluhur pendiri dunia Naga yang sedang di tempati. Bukan hanya itu saja, ada juga burung Vermilion yang menyala merah yang sangat memukau, Kura-kura Bumi yang punggungnya seperti gunung, burung Fenghuang yang memiliki bulu berwarna warni, kini Qin Shi yang melihatnya sungguh sangat lemas dan tidak bisa berkutik sama sekali.


Para pengawal dan Su Ming mereka semuanya sudah pingsan hanya melihat beberapa nafas karena tidak kuat dengan Aura dominasi dari hewan mitos.


Tapi Qin Shi muntah darah terus menerus sambil menatap hewan legenda, akibat muntahan darah itu akhirnya darah membasahi ke dua gunung agungnya yang begitu lembut dan elastis.


Di sisi lain, Mu Bai yang di tugaskan menjadi tukang sapu, dia berkeringat deras bahkan tanpa sadar sudah berkeringat deras.


Sementara itu, Lin Kun yang melihat penjelmaan asli dari hewan ternak tersebut, akhirnya mulutnya membentuk huruf O selama monster mitos masih ada, bahkan pengelihatannya seperti sedang berhalusinasi.


Dari semua orang, hanya Fang Yuan yang tidak menyadari ke anehnya di luar toko, karena dia sedang berada di dalam toko. Fang Yuan tidak menyadari seseolah pemandangan di luar toko seperti biasa tidak ada jejak yang mencekam.


“Aneh? Kenapa mereka semua pada pingsan apa yang terjadi?” Fang Yuan menggaruk kepalanya dan tidak memikirkan masalah itu lagi langsung duduk di kursi empuk.


Di luar toko, Qin Shi setelah mengeluarkan dari mulutnya hal yang dia ingat adalah semua hewan yang menutupi langit sedang berkata hormat kepada Long Fai, Qin Shi ingat jelas kata-kata dari semua monster mitos itu yaitu, “Kami melihat Raja Xiandi!”


Setelah kata-kata di dengar Qin Shi langsung pingsang di tempat.


Long Fai melihat semua pihak kerajaan pingsan, akhirnya memanggil Mu Bai.


”Kamu bawakan dia ke dalam toko,”


Mu Bai yang sedang dalam keadaan berhalusinasi, seketika tersadar langsung menghampiri Long Fai dengan kaki lemas tidak berdaya.


Setelah mendekati Long Fai, Mu Bai langsung mengikuti perintah, yaitu membawa Su Ming dan lainya yang masih tergeletak di tanah akibat pingsan.


Sementara itu Lin Kun yang sudah melihat pemandangan yang mengerikan akhirnya menatap ke arah Kura-kura Bumi yang sedang di kolam kecil, karena masih tidak percaya, akhirnya Lin Kun berkata kepada kura-kura yang sedang di kolam kecil sekitar 1 langkah manusia.


”Kura-kura kecil, kamu adalah satu ras dengan kura-kura di dalam penakaran. Apakah kamu juga adalah salah satu monster mitos?” Lin Kun berkata sungguh-sungguh.


Hanya beberapa nafas, tiba-tiba ada suara yang terdengar di pikirkannya.


“Jangan menyentuh tubuh ku! Dasar manusia rendahan! Tubuhku hanya boleh di sentuh Raja Xiandi Humpp!”


"Bom!"


Di barengi suara yang menggelar di pikirannya, tubuh Lin Kun pingsan dan tidak sadarkan diri.


Di samping kolam kebetulan ada pot yang berisikan pohon kaktus, tiba-tiba pohon kaktus itu berkata lewat pikiran kambuh memasuki jiwa Lin Kun.


“Bangun, nak..”


Dengan ajaibnya seketika tubuh Lin Kun langsung bangun dan menatap ke arah kura-kura itu lagi hingga ketakutan.


"Kamu...kamu...kamu.." Lin Kun tergagap, tapi seketika ada suara yang semilir di dalam pikiran langsung berkata.


“Nak, jangan takut dia adalah kura-kura wanita tempramen masuk akal akan galak.” ucap pohon kaktus.


“Siapa yang berbicara!” Lin Kun berteriak panik setelah mendengarkan suara yang terngiang di benaknya dan itu sungguh sangat nyaman.


“Ini aku, Nak, nenek moyang kaktus tidak ada pohon kaktus di dunia jika tidak ada aku.” Suara itu bergema lagi di benak Lin Kun, sehingga tiba-tiba matanya tertuju di samping kolam yang ada sebuah pot tanah liat yang ada pohon kaktus sangat kecil seperti apel.


“Apakah yang berbicara itu kamu?” Lin Kun berkata lagi kepada kaktus kecil itu dengan penuh keyakinan.


“Ahh sial..!"


Lin Kun terpana, akhirnya sudah menebak bahwa barang-barang yang di tebarkan oleh Long Fai semuanya adalah monster yang menakutkan.


Coba Anda bayangkan kaktus ini adalah nenek moyang pohon kaktus, kura-kura ini adalah monster kuno yang sangat mendominasi di masanya, bahkan Ikan ****** yang berenang di sebuah pot kecil itu adalah monster buas.


Saat ini Lin Kun seperti di kejar-kejar orang gila detak jantung berdetak sangat cepat dan berkeringat deras.


Nenek moyang kaktus hanya tertawa dan berkata. “Nak, kamu tidak perlu khawatir, kita sedang berada di perahu yang sama dengan Tuan Xiandi, kamu tidak perlu takut hahah!”


Lin Kun masih menggelengkan kepalanya dan berkata lagi. “Baik, aku akan pergi ke belang untuk mengurusi peliharaan taun Long.”


Lin Kun yang tidak tahan akhirnya pergi terburu-buru langsung memasuki tempat hewan ternak.


Setelah memasuki tempat hewan ternak, Lin Kun melihat beberapa telur berwarna emas, namun banyak tatapan ganas yang di pancarkan dari mata ayam dan hewan lain.


Lin Kun menelan ludah. “Kita berada di perahu yang sama, dan tidak pantas kita saling bermusuhan!”


“Petok..petok....petok...!” Ayam Babon itu langsung melompat dan mencakar-cakar wajah Lin Kun lagi sehingga dia berteriak!


“Ahhh..!”


Di dalam toko, Mu Bai yang telah membawakan pihak kerajaan dalam keadaan pingsan akhirnya menghela nafas panjang, mengingat monster yang sangat menakutkan dia tidak bisa melupakan.


Fang Yuan yang merasa tidak enak karena bau air kencing langsung berkata kepada Mu Bai. ”Oi, apakah kamu kencing di celana? Sial sungguh bau!"


Mu Bai hanya menggaruk hidungnya dan berkata. “Kamu tidak tahu, tadi di luar banyak monster yang sangat menakutkan, masakuk akal jika aku terkencing-kencing."


Fang Yuan tidak tahan dan menyuruh Mu Bai agar pergi ke depan toko lagi.


~


~


~


Di suatu tempat yang sangat menakutkan, tepatnya di hutan yang sangat menakutkan di bawah bukit-bukit itu tiba-tiba ada ledakan.


"Bam!"


Ledakan itu memunculkan pria paruh baya sekitar umur 70 tahun, pria tua itu berkata. “Zaman legenda sudah berakhir, tapi aku sekilas mencium bau Monster legenda muncul di dunia Naga ini? Apakah bencana akan terulang lagi?”


Di Wilayah lain, tiba-tiba ada istana yang muncul dari tanah dan itu sungguh sangat megah, di tengah-tengah istana tiba-tiba muncul wanita yang sangat cantik, namun tatapanya sangat jahat dan dingin.


Di punggung wanita itu, memiliki sayap berwarna-warni.


”Aku merasakan darah monster Fenghuang muncul walau hanya sekilas?" kata wanita yang sangat cantik itu sambil serius.


“Yang mulai Ratu, kamu juga merasakan, seperti kemunculan monster leluhur kita berasalan dari daratan Naga, bagai mana yang mulia apakah kita menuju ke sana?”


“Hmm!” Ratu itu mengangguk dan berkata lagi. “Kita harus pergi ke dataran Naga intuk menginformasikan apakah perasaan ini benar?”


“Baik Ratu!" Punggawa itu semuanya berteriak serentak.