Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Tampan Dan Cantik Nomer Satu


Bab 288 Tampan Dan Cantik Nomer Satu


Cai Xuansi berkata lagi: “Nona bisakah kamu menyebutkan secara spesifik bagai mana kekuatannya.”


Antusias yang di pancarkan oleh Cai Xuansi, akhirnya Wu Mengchen sambil mengunyah makanan langsung menjelaskan. “Dia memiliki kulit hitam dan kekuatannya sedikit lebih kuat dari pada Ku.”


Cai Xuansi tersenyum. Dia sudah tahu bahwa Wu Mengchen berbohong ketika sedang membandingkan kekuatan antara Tun Ri dengannya. Untuk membandingkan kekuatan seharusnya dengan pengikut Naga Azhure juga, jika penduduk Naga Azhure di bandingkan dengan orang lain yang bukan dari bagiannya, maka tentu saja tidak berbeda jauh.


“Woww Nona.. kamu sungguh hebat.. jika seperti itu, bukan berarti Nona sangat kuat...” Kata Cai Xuansi dia berpura-pura memuji Wu Mengchen.


“Hmmmm..” Wu Mengchen hanya mengangguk, padahal di dalam hatinya dia sedikit canggung karena tidak berkata jujur.


Wu Mengchen mengalihkan topik. “Kamu berasal dari Naga Azhure. Bukankah kamu seharusnya mengenali Tun Ri?”


Cai Xuansi menjawab sambil menggelengkan kepalanya. “Kelompok Naga Azhure tersebar begitu luas Bahkan aku tak tahu berapa banyak orang yang menjadi pengikut Naga Azhure.”


“Untuk bertemu satu sama lain sakitnya kita harus berpetualang karena begitu menemukan kelompok Naga Azhure.”


Wu Mengchen juga terkejut. “Bukankah jika seperti itu nama Naga Azhure sungguh mendominasi di semua penjuru...”


“Yah.. aku tidak mengetahui secara terperinci tapi menjadi pengikut Naga Azhure adalah hal yang paling beruntung bagiku.” Kata Cai Xuansi ketika pada masa lalu sebelum menjadi pengikut Naga Azhure.


Dia pada awalnya adalah hanya seorang tukang mencari kayu bakar di hutan-hutang tapi setelah menjadi pengikut Naga Azhure walaupun sekarang masih menjadi pencari kayu bakar di hutan tapi dia sudah memiliki kekuatan untuk melindungi diri dari musuh lainnya.


“Paling beruntung?” Wu Mengchen berkata ingin tahu.


“Hmmm!” Cai Xuansi mengganggukan kepalanya kemudian menjelaskan lagi. “Benar benar ini adalah hal yang paling beruntung bagiku karena menjadi pengikut Naga Azhure aku bisa pergi dari penjuru dunia untuk berpetualang tanpa ada halangan apapun.”


Wu Mengchen paham apa yang dikatakan Cai Xuansi, tapi dia tetap mengangguk dan tidak berkata lagi. seperti pada umumnya pengikut naga Azhure, Cai Xuansi juga memiliki kultivasi yang sangat rendah. Bahkan dia sudah mengira bahwa Cai Xuansi hanyalah manusia fana.


Tapi dia tidak bisa meremehkan pemuda di depannya. Bisa jadi Cai Xuansi memiliki kekuatan yang sangat menakjubkan layaknya Tun Ri.


Sehingga dirinya harus berkata sedikit hati-hati takut akan mempengaruhi pikirannya.


Cai Xuansi tidak perlu bertanya lagi dia langsung bangun dari duduknya meninggalkan beberapa potong daging barbeque untuk Wu Mengchen agar dimakan sampai habis.


Setelah itu dia melompat ke atas untuk mencari pohon yang besar untuk beristirahat.


"Swosh!"


“Hei mau ke mana kamu..” Wu Mengchen berkarya kepada Cai Xuansi yang sedang pergi meninggalkan dirinya.


“Nona maaf aku ingin beristirahat karena malam sudah tiba kamu sebaiknya habiskan Semua daging itu akan sayang jika tidak dimakan seutuhnya.” Cai Xuansi juga membalas sambil berteriak.


“Yahh.. baiklah...” Wu Mengchen tidak bertanya lagi kepada Cai Xuansi dia langsung memakanan potongan daging barbeque sangat lahap.


Ketika dia memakan daging barbeque, dirinya baru pertama kali merasakan rasa yang sangat khas dan unik bahkan dia tidak tahu bumbu rempah-rempah yang di campurkan di daging barbeque ini.


Setelah berapa menit, akhirnya Wu Mengchen sudah melahap makanan yang sangat lezat ini sampai tidak tersisa bahkan minyak lemak yang menetes dia tidak di biarkan untuk tertinggal saking lezatnya.


Setelah itu, dia melompat ke atas dan pergi mencari pohon besar sekiranya bisa untuk beristirahat.


Dia mendekati Cai Xuansi yang sudah tergeletak yang sedang mendengkur keras karena tertidur.


Kemudian dia melompat ke atas ranting besar yang satunya tepat di atas Cai Xuansi. Dia juga melihat bahwa pemuda itu sepertinya tidak terpengaruh oleh dunia luar dan masih tertidur sangat lelap.


Bukan hanya itu saja, sepertinya nyamuk-nyamuk yang sangat besar tidak bisa mendekati tubuh Cai Xuansi walaupun dia tidak menggunakan obat tertentu untuk mencegah dari seribuan nyamuk.


“Mungkin benar kamu memiliki ketrampilan aneh yang aku belum mengetahui. Mari kita lihat kedepanya aku ingin tahu kekuatan mu.” Kata Wu Mengchen kemudian dia mencoba memejamkan matanya untuk tertidur sangat lelap.


Ketika tertidur kedua orang itu tidak menyadarinya bahwa banyak monster yang sedang berkeliaran bahkan wajah dan bentuk monster itu sungguh sangat galak. Dari berbagai jenis monster darat dan monster terbang banyak yang lulu lalang di sekitarnya.


Tapi anehnya sepertinya ada peristiwa ajaib, walau monster melewati Cai Xuansi dan Wu Mengchen, Monster itu sepertinya tidak melihat keberadaan dari kedua orang itu seseolah dua orang itu tersembunyi di ruang dan waktu berbeda.


Bahkan ada energi murini yang di pancarkan oleh tubuh Cai Xuansi yang mengitarinya antara dirinya dengan Wu Mengchen.


Seseolah energi itu melindungi dan berguna untuk perlindungan otomatis.


Saat ini Cai Xuansi dan Wu Mengchen tertidur lelap di ranting pohon raksasa dan kedua itu sungguh sangat nyenyak tidurnya.


Sampai saatnya tiba, matahari akhirnya lahir dari ufuk timur dengan warna orangr sedikit merah.


Bagian mata Cai Xuansi terkena sinar matahari sehingga sedikit mengernyitkan matanya.


"Uhhh.."


Cai Xuansi langsung membuka mata secara lebar-lebar dan duduk di atas ranting pohon raksasa sambil melihat ke arah kiri dan kanan.


“Sepertinya aku hanya tidur sebentar tapi, sudah menjelang pagi?” Kata Cai Xuansi sambil menggaruk kepalanya.


"Tes!"


"Tes!"


"Tes!"


“Uhh air apa ini.. ?” Cai Xuansi bingung dia menyentuh air itu dan mencium baunya dan ketika dia mencium seperti bau Adam dan sedikit tidak enak.


Cai Xuansi menyipit matanya dan menatap ke atas langi dan begitu dia menatap ke atas, tiba-tiba ada Wu Mengchen yang masih terlelap tidur dan dia juga tanpa sadar tirai tipis yang menutupi bagian wajahnya terbuka sehingga wajah yang begitu cantik terlihat oleh mata telanjang Cai Xuansi.


“Ini sungguh cantik dan luar biasa, dan air liur ini?” Cai Xuansi langsung bodoh di tempat awalnya dia ingin memarahi tapi karena pemilik air liur ini adalah wanita cantik, akhirnya dia mengurungkan diri.


Sembari mencium bau air liur yang amis dia mengangguk kepalanya dan berkata lagi: “Air liur ini sedikit amis tapi aku suka.”


Kemudian dia mencium terus menerus air liur itu karena merasakan kesegaran luar biasa. Setelah itu, dia melompat ke atas untuk membangunkan Wu Mengchen.


Cai Xuansi menepuk bahu Wu Mengchen beberapa kali sehingga hanya membutuhkan berapa menit, Wu Mengchen bangung.


Wu Mengchen terkaget langsung bangun dari tidurnya dia melihat ke arah Cai Xuansi dan berkata: “Ahh tidur ini sungguh sangat nyenyak entah Kenapa..”


Dia ingin memakai topi jeraminya namun dia melihat bahwa topi itu jatuh ke tanah dan tirai tipis yang menutupi wajahnya sudah terlepas.


"Penutup ku.."


Wu Mengchen panik, tapi Cai Xuansi di sampingnya berkata: “Ada apa dengan penutup mu toh, aku sudah melihat wajah mu,”