Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Wudang Rouchen


Bab 84 Wudang Rouchen


Berita kejatuhan kerajaan Dayan menyebar sangat cepat bahkan belum ada tiga hari semenjak runtuhnya raja Dayan sudah meluas ke penjuru di dunia Tongtian.


Bahkan seluruh negara diam-diam memata-matai ke adaan yang di alami negara kerajaa Dayan.


Bahkan yang mereka tidak di duga adalah, orang yang melengserkan raja Dayan hanyalah pemuda belasan tahun. Berita ini sungguh mengejutkan bahkan tidak sedikit juga yang tidak percaya akan keberadaan berita itu.


Hanya pemuda belasan tahun tapi sudah mempunyai kekuatan untuk membunuh raja yang sudah hidup ratusan tahun, dunia ini sungguh gila.


"Apakah yang di katakan kamu itu benar?" Ada peria yang sedang menggunakan baju birokat merah dan ada ukiran burung Phoenix yang menghiasi jubah itu, bertanya kepada ke bawahan yang sedang berlutut.


"Ini benar Raja, aku tidak berbohong. Bahkan semenjak kematian raja Dayan, negara itu sudah berganti nama menjadi kerajaan Naga Ashure. Dan orang itu bermaga Long." Bawahan itu berkata sangat hormat.


"Baiklah, terimakasih atas penyelidikan kamu." Pria paruh baya itu mengangguk lembut. Dia masih belum percaya akan keberadaan dan kevenaran dari berita ini.


Pria paruh baya itu bernama Wudang Rochen. Dia adalah penerus kerajaan Wudang yang sebelumnya di pimpin kakeknya yang sudah pensiun.


Pendahulu kerajaan Wudang sebelum Wudang Rochen yang memimpin adalah Wudang Jie.


Dia ingin tahu siapa pemuda itu, karena seperti orang yang di ketahui dari penduduk Wudang adalah selama lusinan tahun, raja Dayan sudah memulai konfilk kepada dirinya di wilayah perbatasan sehingga kedua belah pihak mengealami ketegangan.


Bahkan munculnya berita ini, dia tahu bahwa ini adalah berita kematian raja Dayan di anggap sebagai angin segar terhadap wilayah Wudang miliknya.


Karena dalam hal perajurit kematangan di bandingkan kualitas perajurit Dayan, perajurit dirinya masih kalah jauh bagaikan langit dan bumi.


Setelah munculah berita terjatuhnya dan runtuhnya kerajaan Dayan dia sangat lega. Namun dia patut waspada dengan orang yang mengalahkan raja Dayan, dia ingin tahu, bahkan dirinya berharap bahwa Raja barunya itu sifatnya tidak serakah seperti Dayan Xiobai.


Bahkan dia berniat membawakan hadiah upeti kepada raja baru dengan mengirim satu anaknya yang kebetulan masih seumuran belasan tahun.


Dayan Rouchen berteriak menggunakan energi kuktivasi: "Nak kamu pergi ke kerajaan Naga Ashura untuk memberikan hadiah upeti atas kemenangan melawan raja yang tamak."


Selang berapa menit, tiba-tiba dari lorong ruangan muncul wanita berbaju merah, rambut panjang berwarna merah sedikit oren. Kecantikan wanita itu sungguh enerjik. Bahkan memiliki semangat yang galak.


"Baik ayah, aku juga ingin melihat pemuda yang sudah melengserkan kerajaan Dayan yang konon katanya masih pemuda." Wanita itu adalah Wudang Chanseng dia anak dari Wudang Rouchen. Dia berkata lembut kepada ayahnya.


Wudang Rouchen mengangguk kepalanya lembut dan berkata. "Baiklah nak kamu hati-hati!" Setelah berteriak dia melemparkan kotak kepada Wudang Chanseng untuk hadiah upeti di kerajaan Naga Ashure.


Wudang Chanseng menerima dan sosoknya pergi ke dari pandanganya dan hilang. Wudang Chanseng sudah tiba di kamar, yabg sedang berkemas-kemas.


Namun tiba-tiba pintu terbuka dan munculah wanita yang sangat anggun dan mulia dia sedang menatap dan menghampiri Wudang Chanseng sangat lembut.


"Nak, apakah kamu akan pergi ke kerajaan baru Naga Ashure yang didirikan belum lama ini?" Wanita yang sangat anggun bernama Rui Wentian. Dia ibu kandung Wudang Chanseng.


"Hmmp ini benar ibu, aku di perintah ayah untuk berkunjung dan memberikan hadiah kepada raja baru." Wudang Chanseng mengangguk lembuut.


Rui Wentian membalas dan berpesan: "Hati-hati ibu perpesan kepada kamu, menurut rumor raja baru ini masih 17 tahunan kurang lebih. Jadi kamu walau memberikan upeti atas kemenangan atas melengserkan raja Dayan tapi kamu aku sarankan untuk mencoba merayu hati raja baru itu, siapa tahu jika kamu di takdirkan bersama dia maka lebih bagus."


"Kamu nak... kamu, sudah memiliki cukup umur! Apa yang kamu cari lagi, apakah kamu tahu, aku sangat menginginkan cucu." Rui Wentian tak berdaya. Anak ini sungguh nyimpho.


"Entahlah ibu, aku hanya ingin pria sejati dan tampan juga tidak mesum. Huh.. Walau dia raja masih muda tapi aku tidak suka menikah dengan raja, aku tidak mau menjadi koleksi harem." Balas Wudang Chanseng.


"Awas kalo kamu durhaka." Rui Wentian mencubit pipi Wudang Chanseng sehingga Wudang Chanseng berteriak kesakitan. "Aww! Ibu kamu sakitt!"


"Baiklah kamu nak aku pergi dulu, oh ngomong-ngomong kamu pergi ke kerajaan Naga Ashure bersama siapa?" Tiba-tiba Rui Wentian berkata.


"Hmmm, mungkin aku akan pergi bersama teman dekat aku, Meng Hu." Wudang Chanseng mengangguk sambil menatap ke arah ibunya.


"Yah baiklah aku pergi, kamu harap hati-hati. Ingat apa yang aku katakan kamu harus mendapatkan hati Raja baru itu. jika tidak ini, heheh!" Rui Wentian tiba-tiba memamerkan kepalan tanganya ke arah anaknya sambil seringai.


"Ibu kamu sunguh memaksa...!" Wudang Chanseng langung berpura-pura marah sambil melemparkan bantalnya ke arah ibunya.


"Hehehe!" Rui Wentian pergi dari kamar anaknya dan menutup pintu dengan keras.


"Jeglekkk!"


......................


Kerajaan Naga Ashure.


Di aula pelelangan Wanjie, Zhao Wan dan Feng Zhi tidak berdaya. Dia melihat semua staf bahkan wanita bergunung besar semuanya mati. Hanya menyisahkan Zhao Wan, Feng Zhi dan salah satu pria yang di kasih teh pencerahan oleh Long Fai.


Bahkan ketiga orang itu bersyukur karena pertolongan Long Fai akhirnya dia bisa selamat dari pembantaian masal.


Namun apa yang tidak di duga adalah, orang yang bernama Long Fai tanpa di ketahui dia mengalahkan raja Dayan dan mengambil alih kerajaan ini terus, mengganti nama menjadi Naga Ashure.


"Aku tidak menyangka bahwa Long Fai sangat menakutkan." Zhao Wan menggelengkan kepalanya. Dia saat ini sudah tidak menggunkan penutup topeng, akhirnya kecantikan itu terungkap.


Bahkan Feng Zhi yang melihat kecantikan Zhao Wan tersipu malu.


"Feng Zhi ayo kita pergi untuk menemui raja baru yaitu Long Fai." Kata Zhao Wan sangat ringan.


"Baik!" Feng Zhi mengangguk. Namun dia malu karena telah menghina Long Fai.


Namun sebelum pergi, Zhao Wan bingung ketika sebagian penduduk dayan mengalami kematian masal, namun sebagian ada yang selamat karena tiba-tiba ada lusinan monster yang menakutkan yang menculik para penduduk dan di masukan ke celah aneh.


Bahkan dirinya bergidig ngeri ketika melihat sekawan monster itu.


Dalam benak Zhao Wan dia sangat yakin bahwa monster itu pesuruh Long Fai.


"Ini sangat menarik, aku melahan semakin tertarik dengan Long Fai." Tanpa sadar, Zhao Wan tersenyum menawan.