Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Xia Fei Merindukan Suami


Bab 136 Xia Fei Merindukan Suami


Long Fai menghela nafas tidak berdaya. Kemudian dia mengalihkan topik dan berkata kepada tiga orang itu: ‘‘Ayo kita pergi ke tempat luar hutan lindung, aku ingin melihat perkembangan yang sudah di lakukan oleh penduduk di sini.’’


“Baik, kebetulan kita belum melihat luar dari hutan lindung ini.’’ Jawab Xiao Yun.


Akhirnya mereka bertiga keluar dan terbang untuk menuju wilayah luar hutan lindung. Untuk saat ini, wilayah di luar hutan lindung, di namai Jura Xinping.


Sudah dua menit karena mereka bertiga terbang sangat cepat, sekarang sudah tiba dia Jura Xinping.


Ketika Long Fai dan Xiao Yun mendarat, kebetulan di lihat para warga yang sedang melakukan tugas seperti biasanya. Namun, ketika Long Fai dan Xiao Yun datang semua penduduk semuanya heboh.


“Ohh lihat...! Ada raja Xiandi datang!’’


“Oh sial... membuat aku malu.. aku habis buang kotoran! Aku sekali ingin berjabat tangan tapi sial...!’’


“Ya ampun.. raja Xiandi sangat tampan ini lah wajah dewa yang sesungguhnya aku sangat ingin mempunyai wajah seperti raja Xiandi..!”


‘‘Tidak.. tidak... raja menatap aku! Tidak aku sangat malu sekali...!’’


Karena menurut para penduduk laki-laki, bahwa wajah Long Fai sangat tampan, maka penduduk khususnya laki-laki dia tida percaya diri. Namun semua dari kehebohan itu tidak ada tatapan menghina atau mencibir. Tapi semua penduduk di sini sangatlah menghormati Long Fai.


Bukan hanya itu saja, bahkan para wanita semuanya sangat cantil dan heboh.


“Kyaaa raja Xiandi sangat lah tampan aku ingin melahirkan anak kamu aku sangat rela...’’


“Raja Xiandi...! Apakah masih ada lowongan menjadi selir.. aku rela menjadi selir kamu kyaa....!’’


“Raja Xiandi, aku rela menjadi demi menikahi kamu..!”


Namun kecentilan itu, ada yang menegur: “Kamu... lihat ada ratu di sisinya apakah kamu tidak ingin mati lebih cepat hah..’’


“Huh aku tidak peduli raja Xiandi sangat lah tampan aku tidak bisa berpaling dan dia sangat kuat kyaa’’


“Ohh sial..lihat dia melihat ke arah kita..! Kyaa aku sangat malu sekali...!’’


"Puf!"


Long Fai meludahkan darahnya karena malu. Xiao Yun yang melihatnya sangat cemburu. Dia ingin sekali menghajar semua penduduk di sini. Xiao Yun tidak tinggal diam, dia langsung meraih tangan Long Fai langsung memeluknya.


‘‘Huhh penduduk di sini melihat kamu seperti melihat harta Karun, mata semua orang cerah.


“Apakah kamu cemburu.’’ Long Fai memandang Xiao Yun sambil tersenyum.


“Aku tidak cemburu. Aku hanya tidak suka saja.” Xaio Yun cemberut.


Long Fai. “<⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠>”


Jiang Feng. “(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)”


Hu Mulan. “(⁠ ⁠ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ⁠)”


Setelah itu, ketika sudah dekat di tempat Jura Xiping, semua penduduk pada berlutut hormat.


“Raja Xiandi datang... aku memberi hormat..!”


Long Fai melihat semua penduduk pada bersujud dan mengangguk kepada para penduduk dengan tersenyum sopan.


Bukan itu saja, di setiap daerah Long Fai hampiri mesti ada patung yang berdiri kokoh sangat menjulang ke langit.


‘‘Untuk hukum jasa, setidaknya sudah meningkat sedikit. Namun aku takut jika ada para dewa yang menargetkan aku. Aku sebenarnya tidak mempermasalahkan ini. Tapi bagi penduduk sedikit khawatir.’’ Long Fai mengangkat dagu sambil berpikir.


“Tidak mungkin, tidak mungkin.. sebagai iman pengikut aku maka akan di naungi dan pencerahan yang memungkinkan semua penduduk akan menjadi kuat.’’ Long Fai berpikir lagi. Dan anda tidak perlu khawatir karena pencerahan itu menjadi kuat dari pada musuh yang tidak dalam naungan hukum jasa sendiri.


......................


Di istana ratu Ho Tu, tiba-tiba Ho Tu berkata kepada Tun Ri yang sudah kembali. “Bagai mana kamu apakah ada reaksi yang di lihat dari Ye Fan?”


“Yang pastinya dia marah. Dan akan mengacam untuk memberontak di acara perjamuan ketika kamu melaksanakan acara itu.’’ Tun mencoba menjelaskan kepada Ho Tu.


Ho Tu tersenyum dan membalas: ‘‘Terus, apakah kita takut?’’


“Tentu saja tidak. Bahkan aku tadi membuat pelajaran kepada mantan istri aku Chi Yao sekali tamparan dan menjerit seperti babi.”


“Sebenarnya aku ingin sekali membunuh dan menghancurkan istana itu tapi aku di instruksi agar menjadi rendah jangan terlalu gegabah oleh Long Fai.’’ Tangan Tun Ri mengepal erat.


“Kamu harus berpikir jernih, walau Ye Fan adalah musuh kamu, namun kamu harus berhati-hati. Apakah kamu tahu, ada kerajaa barat yang di perintahkan oleh raja Lin Batian.’’


‘‘Walau raja Lin Batian tidak terlalu bersahabat, namun di jaman dulu wilayah timur masih dalam kekuasaan Lin Batian.’’ Ho Tu mencoba mengingatkan.


‘‘Yah, aku tahu. Menurut yang aku tahu dulu hanyalah satu kerajaan. Namun karena konflik kerajaan itu terbelah dan bagian timur. Dan setelah itu, Ye Fan bastard penerus raja sekarang. Dan dia mencoba memperluas wilayah dengan cara licik yaitu bersekongkol wanita yang dulu aku cintai. Dan Chi Yao termakan hasutan sehingga dia berhianat dan membunuh aku..!’’


‘‘Bastard jalangg Chi Yao jika aku tidak di instruksi oleh Long Fai, kamu sudah mati lebih cepat dan tubuh kamu aku akan telanjangi dan aku gantung di alun-alun kerajaan!’’


"Bang!"


Karena sangat marah, Tun Ri memukul meja menjadi bubuk dan hancur seketika.


‘‘Kamu tidak perlu khawatir. Mungkin ketika acara pertunangan aku, ketika Ye Fan datang kamu meminta Long Fai untuk tangan sendiri memenggal kepalanya dia.’’ Kata Ho Tu dia membuat saran.


“Itu sudah pasti, aku akan memenggal kepala mereka berdua. Jika dia tidak mati maka kebencian hati ini tidak akan padam.’’


“Tinju di balas tinju. Kebaikan di balas kebaikan. darah juga di balas dengan darah, maka kamu tunggu saatnya tiba kamu tidak akan selamat.’’ Tangan Tun Ri mengepal erat hingga otot-otot tangan keluar.


Dan alasan saat ini dia tidak bisa membunuh mereka berdua adalah, jika anda tidak patuh terhadap Long Fai, anda akan takut jika terkena kutukan seperti apa yang di katakan Bai An pada waktu itu.


Bahkan walaupun dia tidak menghiraukan apa yang di katakan Bai An dia akan takut jika jika Long Fai marah dan anda akan di jadikan karung pasir bagi Long Fai.


Setelah ini, Tun Ri mencoba menenangkan batin yang marah akibat kegilaan dan gejolak. Dia kemudian berkata kepada Ho Tu seperti ini: “Oh, ngomong-ngomong kemana Long Fai pergi? sudah dua hari ini dia tidak menampakan wujudnya?’’


Ho Tu menggelengkan kepalanya dia juga tidak tahu: ‘‘Aku tidak tahu bahkan aku sangat merasa nyaman karena Xia Fei berisik seperti babi..!’’


Pada saat ini, di dalam kamar....


"Hacuii!"


Xia Fei tiba-tiba bersin tanpa sebab.


Xia Fei. “(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)”.


“Siapa yang sedang membicarakan buruk terhadap aku.... (⁠◡⁠ ⁠ω⁠ ⁠◡⁠)! ”