
Bab 241 Racun Obat Nyamuk
Mata Fang Lili melotot hampir keluar dari tempatnya. karena dia tahu buku yang diberikan oleh Lang Faiz sangatlah canggih walaupun masih peringkat rendah.
Buku ini menentang surga tapi peringkatnya sangat rendah sangatlah aneh bagi Fang Lili.
Ketika dia dalam lamunan di sampingnya itu, long Fai menginstruksi. “Sebaiknya kamu teteskan darahnya di dalam buku itu.”
Long Fai tidak akan mengambil barang yang sudah diberikan kepada orang lain karena buku itu adalah buku peringkat rendah di dunia Artefak sangatlah banyak seperti gunung yang menumpuk.
“Baik..” Fang Lili yang diinstruksi oleh Long Fai akhirnya menetaskan darah ke dalam buku itu. seketika setelah darah itu mengenai buku yang sedang dipegang langsung seketika berubah menjadi cahaya transparan seperti kunang-kunang memasuki kepikiran Fang Lili.
"Ledakan!"
Pikiran Fang Lili mengalami ledakan yang sangat hebat karena menerima informasi teknik memasak.
Saat ini, mata Fang Lili sedang terpejam sembari mencerna informasi demi informasi dari manual buku memasak tersebut.
Dua menit kemudian...
mata kang lele terbuka sangat pelan-pelan setelah itu Long Fai berkata: “Bagaimana apakah bumbu yang ku berikan kepadamu lebih hebat daripada rasa yang kamu makan di daging ayam?”
“Aku tidak bisa membandingkan karena dua-duanya sangatlah luar biasa. Terimakasih Long Fai, aku salah mengira kamu bahwa kamu adalah orang yang jahat.” Fang Lili menatap ke arah Long Fai secara lembut dan tersenyum menawan.
Long Fai mengangkat bahu: “Aku adalah orang yang memiliki hati buddha. Kata-kataku adalah buddha, buddha adalah aku. Bagi buddha Aku adalah ortodok hehehe.”
“Cihh.. kamu mulai narsis kembali..!” Xiao Yun memotong perkataan Long Fai yang sedang bercanda.
Melihat celetukkan Xiao Yun akhirnya Long Fai tidak berkata lagi, melainkan mengalihkan pembicaraan: “Ayo kita habiskan makanan ini sehingga tidak tersisa. Setelah sekitarnya perut merasa kenyang maka untuk memulai tidur akan menjadi nyenyak.”
Akhirnya mereka bertiga memakan daging ayam sampai habis tidak sedikitpun bahkan minyak yang masih menempel di daun pisang sudah bersih.
“Yuner, mungkin kita tertidur di alam terbuka seperti ini sangatlah menantang apakah kamu mau.” Long Fai tiba-tiba ada ide. Karena ketika dia masih hidup di bumi dan melakukan pendakian di gunung, dan melakukan bermalaman bersama teman-teman.
Namun keinginan itu akhirnya gugur juga Setelah dia kencing di makam kuno dan jiwanya dipindahkan ke dunia kultivator.
Sekarang dia yang sedang berada di tengah-tengah hutan akhirnya mengingat nya. Sehingga, dia menawarkan kepada Xiao Yun agar tidur bermalam di hutan ini.
“Baiklah ide bagus jika ada suami aku tidak ada takut sama sekali.” Xiao Yun setuju akhirnya. Fang Lili juga setuju karena tidak ada pilihan lain.
“Baiklah jadi kita bermalam di sini sambil menikmati bintang-bintang yang di langit-langit.” Long Fai tersenyum sangat lembut. setelah itu dia menyiapkan perlengkapan tidur dari ruangan artefaknya yang dia telah tenun pada waktu itu.
Long Fai mengeluarkan 2 set kasur yang empuk terbuat dari sutra berkualitas tinggi, dan 3 bantal.
“Ini...!” Fang Lili yang melihatnya tentu saja sangat terkejut, dia berpikir apakah kedua orang ini untuk pergi berkencan sudah menyiapkan barang-barang keperluannya?
Fang Lili juga melihat langit memberikan kasur itu kepada dirinya sehingga dia berkata: “Apakah ini untukku?”
“ini untukmu agar kamu ketika tidur di tempat terbuka, tidak mengalami kesakitan karena tanah ini sungguh sangat keras. Nah.. ayo cepat gunakan dan tidur...” Jawab Long Fai.
“Hmm baik..!” Fang Lili langsung menggunakan kasur itu dan langsung menggunakan selimut yang sangat tebal seketika langsung terlelap.
“Suami ayo kita tidur..!” Pinta Xiao Yun kepada Long Fai.
Long Fai menjawab: “Mungkin aku tidur terakhir aku akan menjaga kalian berdua karena ini adalah di tengah-tengah hutan takut ada sesuatu yang menyerang kita.”
“Hmmm baiklah.. aku akan memejamkan matanya.” Ucapan Xiao Yun sambil memejamkan matanya.
“Hmmm!” Akhirnya Xiao Yun tertidur.
Setelah mereka berdua sudah terlelap tidur dan memasuki ke alam mimpi yang sedang bersengaja kah seperti security akhirnya duduk mengeluarkan peralatan melukisnya.
Long Fai melukis ikan koi dengan 5 ekor berwarna-warni. setelah berapa menit sudah selesai melukis dia juga mencoba melukis hewan-hewan lainnya, seperti gambar burung gagak emas dan gambar wanita sangat cantik.
itu adalah gambar wanita itu adalah gambar wanita yang pernah dia lihat di serial televisi dengan nama film perjalanan menuju ke barat. wanita itu adalah Dewi Quan In.
Sudah satu jam lebih dia melukis berbagai bentuk dari hewan tumbuhan dan manusia. Setelah sekiranya di area ini sudah kondusif tidak berbahaya dia mencoba membenamkan ke kasur dekat Xiao Yun untuk tertidur.
Sebelum tidur dia mengeluarkan obat nyamuk. Obat nyamuk itu bentuknya seperti tali pusar kepala dan untuk menggunakan obat nyamuk itu dengan cara dibakar terlebih dahulu.
“Ahhh obat nyamuk sudah aku bakar, dan nyamuk-nyamuk di sekelilingnya juga sudah tidak berani mendekat.” Long Fai tersenyum puas. Seketika setelah menyalakan obat nyamuk, itu tiba-tiba monster di dalam radius 1 km dari Long Fai, langsung pingsan tidak sadarkan diri.
“Ahhhh!”
Para monster meraung merasakan sakit di kepalanya, bahkan para monster itu sepertinya tidak tahan untuk menutup mata. Akhirnya hanya membutuhkan berapa detik paramoster itu, akhirnya menutup mata tertidur lelap tak sadarkan diri.
Tentu saja peristiwa itu tidak disadari oleh Long Fai sendiri, karena dia langsung terlelap tidur sangat lelap.
Ketika Long Fai sudah tertidur lelap memasuki mimpi-mimpi yang indah, tanpa diketahui ada suara langkah kaki yang terburu-buru sedang mengarah kepada dirinya.
“Ahhh.. sial... cultivator itu sungguhlah sangat jahat dan dia seperti monster... tidak aku ingin melarikan diri jangan sampai terbunuh oleh kultivator!” Pemuda itu bernama Su Hao, dia hanyalah penduduk biasa dan hidup sebatang kara. Dia pergi ke hutan membawa keranjang di belakangnya untuk mencari obat-obatan untuk di jual.
Namun, tanpa sengaja di memasuki wilayah yang cukup misterius sehingga mendapatkan buah anggur berumur jutaan tahun. Karena sangat bergembira dia akhirnya langsung memetik buah itu tanpa sepengetahuan sekitarnya.
Tapi dua menit setelah dia mendapatkan buah anggur itu, tiba-tiba ada raungan yang sangat menakutkan seperti monster sehingga tanpa berpikir panjang, akhirnya dia berlari.
Dan karena itulah dia berlari sehingga tanpa sadar, mendekati Long Fai yang sedang terlelap tidur nyenyak.
“Ahh ada manusia... aku harus meminta tolong siapa tahu dia adalah kultivator.” Guman Su Hao.
Tapi setelah dia mendekat ke arah Long Fai yang sedang terlelap tidur, dia mencoba membangunkan. Sayangnya Long Fai seperti ikan mati begitu sulit untuk di bangunkan.
“Tidak.. saudara tolong aku...!” Su Hao sangat panik bahkan dia berkeringat deras.
Pada saat itu di belakang ada retakan ruang dan muncullah sosok pemuda yang sangat tampan, berpakaian baju putih langsung menghampiri Su Hao.
“Tidak... aku tidak ingin mati...!” Su Hao ingin berlari, namun tidak bisa bergerak.
"Hahah.. dasar bocah kamu telah mencuri tanaman ku.. berani sekali maka mati...!” Pemuda tampan itu, memiliki telinga runcing seperti kucing, dia ingin membunuh dengan satu serangan.
Namun tiba-tiba, raut wajahnya menyusut.
“Ahhh ada racun.. tidak... racun apa ini... ahhh!” Pemuda siluman kucing itu, sungguh panik semakin dia menggunakan kultivasinya untuk menekan racun, semakin deras racun memasuki tubuhnya.
“Ahhh tidak... ini sungguh sangat sakit..!” Pemuda siluman kucing kesakitan di kepalanya dia mencari sumber asap racun itu, ketika dia menemukan bahwa asap racun itu di keluarkan oleh obat nyamuk dia langsung mencoba meraih obat nyamuk itu untuk memadamkan apinya.
Tapi sayangnya sia-sia dia racun obat nyamuk langsung menyerang ke tubuhnya sangatlah banyak.
“Jika seperti ini aku akan mati... ahhhh!” Siluman kucing akhirnya melarikan diri sambil menggunakan kekuatan kultivasinya ke tingkat extrim, sehingga mengakibatkan wajah yang memiliki ketampanan, akhirnya layu menjadi kakek-kakek.
Di sisi Su Hao bingung dia menggaruk kepalanya. Apa yang terjadi? Namun karena dia melihat bahwa siluman kucing menunjukkan ke arah obat nyamuk, akhirnya dia memandang obat nyamuk itu dan berguman terus menerus.
“Apakah benda itu yang mengeluarkan asap adalah Artefak kelas tinggi?”