
Bab 395 Tugas Pertama
Untuk masalah pembangunan penginapan kemudian hari, Long Fai untuk saat ini belum memperkirakan karena masih terfokus mencari dan memproduksi bahan bata dan sebagainya untuk dijadikan bangunan penginapan.
Seperti bahan adonan semen yang diproduksi dari pegunungan yang memiliki tanah berputih, belum ditemukan. Hanya gunung yang memiliki tanah merah baru ditemukan oleh Ning Ming.
Untuk ke lima belas orang, Long Fai ditugaskan untuk membuat batu bata sebanyak-banyaknya.
Walau terbuat dari tanah merah biasa, itu tidak masalah. Untuk memperkuat bangunan itu, hanya menggunakan tangan sendiri bisa dilakukan dan menjadi kuat bangunannya.
Kemudian setelah memerintahkan ke-15 orang itu, untuk mengikuti Ning Ming, Long Fai memerintahkan Song Chufeng untuk membawakan kelima orang tersebut salah satunya dua pria paruh baya, dan tiga wanita yang memiliki satu anak.
karena yang bekerja di bawah kakinya sudah diberikan makanan berupa buah-buahan Surgawi, Long Fai tidak perlu lagi akan resah bagaimana mereka akan terkena serangan musuh dari Sekte Teratai Salju.
Long Fai memberikan alat berupa pertanian seperti: cangkul, dan celurit untuk memotong rumput dan ada sebagian berupa keranjang untuk memetik buah tomat dan sayur-mayur ketika di musim panen.
Long Fai melihat pria paruh baya yang lebih tua dari kelompok mereka akhirnya dipanggil, “Paman, siapa nama paman ini?"
Pria tua itu langsung bersujud sambil berkata, “Tuan nama budak ini adalah Oyang Feng, dan ketiga wanita itu adalah anakku yang bernama, Oyang Ning, Oyang Shi dan Oyang Wu.”
“Dan cucuku yang bernama Oyang Chen,”
Long Fai melihat anak kecil tersebut yang masih berumuran empat tahun, langsung berkata. “Sungguh anak yang tampan, oh dimanakah ayah dari anak ini?”
Kemudian mereka semuanya langsung sedih kemudian ibu dari anak Oyang Chen langsung berkata.
“Ayah, Chen'er meninggal setelah menyelamatkan kami berlima dari pengajaran bandit. Awalnya jika tidak ada kecelakaan, mungkin saja suamiku akan selamat. Akan tetapi, tanpa disadari ketika sedang melarikan diri, tiba-tiba dia terpeleset kulit pisang sehingga suamiku dikeroyok oleh sepuluh bandit dan tewas di tempat.”
“Kita berlima sungguh sangat putus asa dan meninggalkan suamiku tanpa menoleh ke belakang.”
Long Fai langsung bersimpati kehidupan mereka berlima sungguh sangat menyedihkan Untung saja bertemu dengan Ning Ming, jika tidak mungkin hanya membutuhkan satu tahun lagi dia tidak bisa melihat matahari.
Long Fai berkata, “Dengan kalian menjadi bagianku di masa depan tidak ada yang berani menyentuh kalian semua walaupun Satu helai rambut, ketika ada seseorang yang menyakiti kalian dan kalian tidak berdaya, maka langit akan berpihak kepada kalian.”
Seketika ketika kata-kata itu di ucapkan oleh Long Fai, seketika Langit Itu bergemuruh menandakan hukum langit langsung berpihak kepada Long Fai untuk senantiasa melindungi semua bawahan Long Fai.
Kelima orang, bahkan Song Chufeng sendiri Langsung terpanah melihat perubahan di langit seperti Aurora dan gemuruhnya langit yang begitu memukau.
Untuk memikirkan ini, mereka semuanya tidak bisa habis pikir. Kata-kata Long Fai sepertinya kehendak langit juga. Jika seperti itu, bukankah Long Fai sangat Fierce 🗿?
“Tuan, kamu sungguh Fierce! Terimakasih, kami semua tidak akan pernah mengecewakan kebaikan tuan yang begitu besar ini.” Oyang Feng langsung berlutut lagi sambil menangis terharu.
“Paman, kamu tidak perlu sopan sebagai pengikutku kalian semua akan mendapatkan berkah dariku, dan semuanya memiliki andil dan catatan masing-masing.”
“Raja yang baik adalah mensejahterakan pengikutnya, raja yang jahat maka akan menyengsarakan pengikutnya.”
Sebelum meninggalkan, Long Fai berpesan kepada Song Chufeng agar lebih waspada terhadap Sekte Teratai Salju karena, mereka masih bersih kukuh untuk melenyapkan ketiga gadis kecil.
Setelah menyampaikan, Long Fai kembali lagi memasuki toko tersebut untuk menemui Murong Ruyue.
Long Fai memandang Murong Ruyue langsung berkata, “Bagaimana? Apakah buah yang telah kuberikan memiliki rasa yang enak?”
“Sungguh enak buah ini rasanya asem tapi segar, aku baru pertama kali memakan buah ini terima kasih suami!” ucap Murong Ruyue sambil memakan buah rambutan dengan lahap.
Long Fai menggelengkan kepalanya, dan menjelaskan bahwa itu tidak masalah sebagai suami, sepatunya akan berbakti kepada wanitanya. Apalagi yang sedang mengandung janin dari bibitnya.
Kamudian Long Fai melemparkan buku resep cara memasak kepada Murong Ruyue dan berkata. “Kamu belajar memasak, karena sepertinya kamu belum bisa membuat masakan seperti wanita lainnya.”
“Hmmmmp, Kamu benar aku sebenarnya tidak bisa memasak kebetulan sekali kamu memberikan buku cara-cara memasak terima kasih.” Kemudian Murong Ruyue menerima buku cara memasak tersebut dan membaca satu persatu sampai mengingat secara detail.
Dengan buku cara memasak ini mungkin saja di masa depan bisa membantu Long Fai untuk memasak agar bisa menghidangkan kepada pelanggan.
Dengan membuka satu persatu, akhirnya Murong Ruyue membaca sungguh sangat khidmat.
~
~
Di sisi lain, Ning Ming sudah membawakan ke-15 orang itu untuk pribadi Gunung yang sudah ditargetkan untuk diambil tanah liat hitamnya dijadikan batu bata.
Ke-15 orang tersebut sudah diberikan buku cara-cara untuk menjadikan tanah liat tersebut menjadi batu bata.
Pegunungan ini sungguh sangat terdalam di hutan Kerajaan Naga Emas, sehingga kebisingan dari mereka semuanya tidak terdengar oleh penduduk Naga Emas sendiri.
“Ok semuanya kalian akan bekerja di sini, kalian tidak perlu khawatir karena Tuan kita selalu melindungi. kita harus sepenuh hati untuk melakukan apa yang diinginkan Tuan, apakah kalian mengerti!” Ning Ming berkata dengan nada sedikit ditinggikan.
“Kami mengerti kami akan bekerja sepenuh hati tanpa ada keberatan hati!" Mereka semuanya langsung menjawab secara serentak.
Ning Ming hanya mengangguk dan berkata lagi. “Baiklah, kalau begitu ayo kalian dimulai dari sekarang untuk melakukan apa yang diinginkan Tuan!"
“Baik!"
Akhirnya mereka semuanya ber 15 langsung tanpa berpasa-basi mengambil peralatan untuk mengeruk tanah liat dan dijadikan beberapa adonan agar menjadi gampang untuk dicetak.
Sebagian orang ada yang mengeruk tanah itu dan ada juga orang yang mencari ranting pohon untuk membakar tanah liat yang sudah dicetak menjadi batu bata.
Untuk membakar batu bata tersebut membutuhkan lusinan kayu bakar yang kering sehingga, jumlah orang yang mencari kayu bakar lebih banyak daripada Yang menggaruk tanah liat tersebut.
Mereka semuanya bekerja tanpa ada sedikit kelelahan akibat sudah memakan buah surgawi dari Long Fai. Kekuatan mereka juga seperti bisa mengalahkan kelompok badut yang jahat dengan hanya tangan kosong. Karena inilah Long Fai tidak begitu takut jika semua bawahannya akan menjadi sengsara akibat musuh lain.