Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Konflik Tak Terelakan (1)


Bab 194 Konflik Tak Terelakan (1)


Kemudian Ye Fan duduk lagi. Tapi pandangannya masih tertuju kepada Long Fai seseolah dia tidak membiarkan dia lolos dari pandangannya.


“Bagus...bagus...bagus..tunggu saja kamu.. sebentar lagi jika kamu mendekati kedua wanita yang aku sayangi mati kamu...” Ye Fan masih mengancam di dalam hatinya.


Di sisi Long Fai dia mendekati kedua wanita itu. abahkan permaisuri dan menunjukkan dengan jarinya bawah dia adalah raja Ye.


Kemudian, Long Fai menoleh ke jauhan seketika melihat ada pemuda yang sangat tampan dan di sampingnya da wanita sedikit cantik yang sudah dia duga bahwa wanita itu, adalah Chi Yao mantan kekasih Tun Ri.


“Apakah Tun Ri memiliki selera yang sangat buruk?” Menurut dirinya, Chi Yao sangatlah di bawah rata-rata.


Dia tidak mempermasalahkan ini. Karena Tun Ri sekarang mempunyai wanita yang lebih cantik yaitu, Lu Change.


‘‘Baiklah...” Long Fai berdiri lagi dan menghadap ke arah para tamu.


“Hallo saya adalah Long Fai, calon tunangannya Xia Fei dan Ho Tu. Maaf karena telah menunggu terlalu lama... aku tidak akan berbasa-basi lagi, mulai sekarang kedua wanita itu resmi menjadi tunangan aku. Aku sudah menyiapkan dua cincin yang aku ukir sendiri.”


“Dan terima kasih juga keseluruh rakyat permaisuri Ho Tu, karena telah mengabdi kepada ratu Ho Tu cukup lama. Sekarang karena saya adalah tunangannya, maka tanggung jawab wilayah permaisuri juga menjadi tanggung jawab aku.”


Kata-kata Long Fai cukup hormat tidak ada jejak menghina dari sudut manapun. Kemudian dia menghampiri kedua wanita itu dan menyerahkan cincin yang sangat bagus dan sangat mencolok.


Tapi ketika dia hendak ingin menyerahkan dan mengesahkan pertunangan ini, tiba-tiba ada pemuda yang berteriak tapi, ada jejak kemarahan.


“Tunggu....!” Teriak Gu Qinseng sambil berjalan ke depan menghampiri ke arah Long Fai penuh kebencian.


“Oh gubernur Gu ada apa.” Long Fai tersenyum sopan tapi di dalam hatinya sudah tahu dia ingin memukul diri sendiri. Jika anda datang untuk memukuli, ayo siapa takut!


“Maaf jika lancang, tapi sebenarnya aku tidak setuju dengan pertunangan ini.” Kemudian Gu Qinseng menatap ke arah Ho Tu penuh hormat dan menahan marah yang kesumbat.


“Sang ratu aku mengatakan dengan alasan anda adalah ratu yang sangat di segani. Dan dia lihat tidak ada jejak kekuatan yang keluar dari pemuda Long Fai, hanya mengandalkan ketampanan apakah cukup?” Kata Gu Qinseng memuntahkan kata yang tidak sedap di dengar ke arah Ho Tu.


Ho Tu dan Xia Fei setelah mendengarkan sindiran dari Gu Qinseng akhirnya mengerutkan keningnya. “Gu Qinseng, kamu tidak boleh berbicara seperti itu, ada yang mengatakan jatuh cinta terlihat dari pandangan pertama. Jadi aku mencintai dia tidak ada paksaan yang di buat-buat. Tapi aku mengagumi keberanian kamu untuk mengutarakan pendapat.”


Gu Qinseng menggelengkan kepalanya dia menoleh ke arah penonton: “Para hadirin dia adalah pria tempan tapi dia hanyalah manusia biasa jika dia bertunangan dengan sang ratu bukankah ini memalukan?”


Seketika kata-kata di lontarkan membuat heboh para orang di perjamuan.


“Apa yang di katakan gubernur Gu masuk akal. Dia hanya tampan tapi tidak ada kultivasi.”


“Ini masuk akal juga bahkan jika itu aku walau mempunyai wajah yang tampan aku tidak akan berani sekali menerima tunangan itu...!”


“Yang mulia Ratu... kami sebagai rakyat yang baik akan memberikan saran yang baik kepada sang Ratu.. lebih baik batalkan pertunangan itu.. dan mencari lagi sosok yang lebih kuat dan tampan...”


Di sisi Long Fai mentap ke arah Gu Qinseng dengan senyum percaya diri. Dia tahu bahwa Gu Qinseng sedang mengusut para pengunjung untuk mendapatkan support sehingga dirinya mengalami ketahanan mental yang menurun.


Tapi dirinya sudah pernah mengalami ujian demi ujian di Artefak lantai tiga. Sehingga melihat cara provokasi yang di lakukan oleh Gu Qinseng bagi dirinya bisa menahannya.


Long Fai berkata: “Gubernur Gu, kamu sudah berhasil mendapatkan pendukung, tapi terlepas pendukung itu tidak ada hubungannya pertunangan ini, pertunangan ini di dasarkan oleh kehendak Ratu Ho Tu, dan aku. Bahkan aku mendapatkan Nyonya Xia Fei tidak ada ada paksaan dari kedua belah pihak.”


“Jadi aku sarankan kepada kamu jangan mengikuti urusan yang seharusnya kamu tidak terlibat jika tidak maka kamu akan malu sendiri.”


“Aku tidak mengikuti tapi aku hanya menyarankan yang terbaik bagia sang Ratu sendiri. Apakah kamu setuju sang ratu harus bersandingkan dengan pria yang kuat juga tidak seperti kamu..!” Kata Gu Qinseng jari telunjuk langsung di arahkan kepada Long Fai.


“Ohh wanita aku yang tercantik pakai lah cincin ini sehingga kita resmi bertunangan.” Kata Long Fai dia berkata dengan nada gombalan agar hati Gu Qinseng semakin asam.


Dan benar saja tiba-tiba, Gu Qinseng berteriak. ‘‘Kamu sangat lancang hentikan kamu bedebah...!”


Sosoknya Gu Qinseng langsung berjalan penuh mantap ke arah Long Fai dan meraih bahu Long Fai dan berniat untuk di lemparkan. Tapi ketika Gu Qinseng sudah memegang bahu Long Fai, tiba-tiba tangan Long Fai langsung meraih tangan Gu Qinseng dan langsung mencekram sontak, di lemparkan ke atas sedikit menyamping layaknya karung sampah.


"Swoshh!"


"Bug!"


“Kamu menghalangi Raja ini. Menyingkirlah...!” Kata Long Fai tatapannya sangat tidak baik.


Gu Qinseng marah sekaligus malu dia di lempar sangat memalukan oleh Long Fai, terlebih lagi di kerumunan para tamu yang sedang menyaksikannya.


“Sial.. kamu Long Fai... ahhh...” Gu Qinseng langsung berlari untuk membunuh Long Fai, dia mengeluarkan artefak seperti kendil, dan membuka langsung.


Ho Tu yang melihatnya tentu saja marah: “Gu Qinseng apakah kamu gila...!”


Tapi Gu Qinseng mengabaikan, dia langsung membuka kendil itu agar Long Fai tersedot memasuki sebuah kendil sehingga tidak bisa keluar lagi tanpa kecuali kehendak Gu Qinseng sendiri.


“Hahaha kamu rasakan...!” Gu Qinseng tertawa muram langsung membuka tutup kendil itu untuk memasukan Long Fai kedalam.


"Puk!"


Suara tutup kendil di buka. Namun berapa menitan kemudahan tidak ada reaksi sesuatu seseolah kendil itu rusak.


“Apakah kamu gila... Apakah kamu sedang membuat pertunjukan seperti itu di depan semua orang-orang?” Long Fai tersenyum sambil menghina.


“Tidak mungkin kenapa kendil ini tidak berfungsi...” Gu Qinseng gugup. Tapi kemudian dia mencoba lagi.


"Krik...! "Krik!" "Krik!"


Tapi sayangnya ketika dia mencoba lagi tidak bisa seperti pada awalnya. Kemudian dia menatap ke arah Long Fai yang melihat dirimu seperti mengejek.


“Ahhh bedebah... kamu Long Fai...!” Gu Qinseng langsung menggunakan cara lain yaitu, menetaskan pedang yang sangat hebat ke arah kepala Long Fai.


Namun Long Fai hanya menggunakan sebuah kipas andalanya untuk menghalau serangan pedang Gu Qinseng.


"Dentang!"


Setelah menghalau serangan Gu Qinseng Long Fai langsung menyikut mengunakan siku kaki di perut Gu Qinseng. Sehingga, dia meludahkan darahnya dari mulutnya sampai terpental jauh.


"Bam!"


"Ini...!”


......................