
Bab 489 Perjalanan Ke Barat Dimulai
“Tuan, ada apa dengan nama hamba ini?” Xuanzang bingung sekali, sepertinya ada yang salah dengan nama yang sedang di pakai.
“Tidak ada... Aku hanya teringat sebuah nama yang persis seperti mu,” ucapnya sambil tersenyum lembut.
“Ah heheh amitaba! Nama Xuanzang mungkin bersifat universal dan tidak hamba saja yang memakainya.” Xuanzang membalas sambil menggaruk kepalanya yang botak.
“Hmmm kamu benar, mari kita bicarakan topik utama. Kamu ingin aku memberikan syair yang aku tulis. Nah sebelum menerikan kepadamu, ini tulisan adalah rahasia dan tidak boleh diperjualbelikan karena konsekuensinya tidak bisa dibayangkan.”
“Untuk memukul ini mungkin akan berat, kamu sebagai manusia biasa. Tetapi ada yang lebih baik dari pada syair ini. Apakah Bisku Xuanzang bersedia?”
Xuanzang tentu saja perkataan Long Fai sungguh masuk akal dan akan sangat bahaya jika syair itu dipegang oleh dirinya akan berat konsekuensinya.
Sebagai manusia biasa, kamu akan berat menanggung harta yang berharga. Bisa-bisa kamu akan celaka di tembak oleh praktisi lain yang ingin mencuri harta itu.
Tetapi Xuanzang telah mendengar penawaran yang lebih bagus dari pada syair lagu. Karena ingin tahu, dia berkata: “Amitaba! Tuan tentu saja hamba ini akan bersedia apa yang Tuan inginkan."
“Tugas ini hanyalah simpel. Kamu pergi ke barat dan carilah kita keabadian dari peninggalan Dewa Budha Agung." Long Fai masalah hanyalah membual. Tetapi dia sendiri yakin bahwa apa yang dikatakan adalah kebenaran karena percaya kepada Artefak dibenaknya.
“Kitab abadi!” Tentu saja Xuanzang sungguh terkejut, dia sebenarnya mengarungi dunia daratan naga yang tak terhitung jumlahnya hanya ingin mencari apa itu abadi. Tetapi siapa yang tidak disangka tiba-tiba, ternyata jalan menjadi abadi memang ada, dan ini instruksi dari Long Fai sendiri.
Tugas yang di pinta Long Fai mencari kita suci Abadi dari peninggalan dewa Budha. Tentu saja dirinya adalah seseorang Bisku akan bersedia.
“Baik Tuan hamba ini akan bersedia!” Xuanzang sungguh tegas. Tetapi sesaat kemudian tubuhnya loyo sehingga Long Fai yang menemukan penampilan Xuanzang langsung bertanya.
“Ada apa dengan penampilan mu yang berubah?"
Xuanzang membalas, “Amitaba hamba ini adalah biksu biasa. Akan berbahaya mengarungi untuk perjalanan ke barat. Mungkin sebelum misi berhasil, hamba ini sudah meninggal."
Long Fai tersenyum dan berkata: ”Mencari kebenaran akan dimana jalan Abadi, memang tidak mudah. Tetapi hati yang baik, akan mengalahkan kesulitan. Jangan takut kepada setan dan penjahat, kamu memiliki kekuatan yang sedang di pijak. Langit, alam semesta, dan tempat yang kamu pijak semua tunduk kepada hati yang bersih.”
“Aku percaya kepada mu, kamu adalah Biksu yang baik dan akan patuh mengajarkan kebajikan. Budha berakselerasi dengan alam, maka alam akan membantu kapan pun."
Xuanzang melongo beberapa saat kemudian dia tersadar kembali: “Amitaba! Kata-kata yang bagus dan ini adalah seperti kata-kata dewa yang diwahyukan kepada hamba ini. Maka hamba ini akan menulis kata-kata Tuan.”
Kemudian, Xuanzang memulai menggunakan tinta dan dia menulis di buku yang bersih.
Ketika sedang menulis, ada aura agung yang mengisi tulisan itu. Bahkan hukum Tao dunia mengikutsertakan keberadaan untuk mewakili bahwa kata-kata yang diucapkan Long Fai adalah bijak.
Hanya saja Long Fai dan Xuanzang tidak menyadari akan kehendak tao yang begitu murini memasuki kesetiaan inci tulisan dan tinta itu.
Murong Ruyue yang melihatnya sungguh terpukau, ternyata biksu ini sungguh sangat kuat dan dia adalah seseorang bijak yang nyata. Bahkan dirinya sedikit gelisah akan aura Tao yang sangat kaya.
Hanya saja Xuanzang tidak merasakan sehingga membuktikan Xuanzang adalah seseorang bijak. Bahkan sungguh aneh dia mengarungi kepenjuru daratan Naga sampai sekarang masih selamat sehingga membuktikan dia sungguh kuat.
Setelah menulis kata-kata Long Fai tadi, seperti Xuanzang mendapatkan pencerahan. Dia berpamitan dan mencoba pergi ke barat untuk mencari kitab suci.
Di sini setelah berpamitan, Murong Ruyue berbisik kepada Long Fai. “Suami, ternyata dia sungguh sangat kuat. Terkena aura Tao yang kaya tetapi tidak gelisah tubuhnya.”
Long Fai hanya menanggapi dengan senyuman. "Jangan meremehkan orang bijak, dulu ada legenda bahwa raja yang kuat menghina seseorang biksu biasa, alhasil raja itu mati tersembar petir. Orang bijak adalah orang yang menyatu dengan alam. Jika seseorang bijak terusik, maka alam akan murka.”
Murong Ruyue percaya akan kata-kata Long Fai. Katana Long Fai juga mungkin saja orang bijak yang keberadaannya sungguh menakutkan. Hanya saja Long Fai memiliki sifat tak tahu malu.
Di luar toko, ada Wang Roulan yang melihat Xuanzang yang berjalan keluar dengan tenang. Kemudian bertanya, “Apakah biksu ini sudah mendapatkan syair yang kamu inginkan?"
”Amitaba! Nona hamba ini telah mendapatkan misi yang lebih baik dari pada syair,” ucapnya dengan senyum cemerlang.
“Misi apa itu?” Wang Roulan tidak tahu.
Kemudian Xuanzang menjelaskan, “Amitaba! Hamba ini mendapatkan tugas untuk pergi ke barat untuk mencari kitab suci.”
Setelah itu, dia berjalan penuh mantap. Dan Wang Roulan melihat kepergian dia sungguh seperti melihat biksu yang berbeda dari pertama melihatnya. Dia hanya menggelengkan kepalanya dan tidak berkata apa-apa lagi, Wang Roulan kembali kedalam untuk menemui Long Fai.