Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Aku Ingin Mencicipi Tubuh Kamu


Bab 131 Aku Ingin Mencicipi Tubuh Kamu


Long Fai dan Xiao Yun, memasuki kamar. "Apakah suami meminum teh terlebih dahulu." Kata Xiao Yun. Detak jantung sangat cepat seperti sedang di kejar orang gila.


"Uhh baiklah meminum teh terdahulu." Long Fai juga menganggukan kepalanya.


"Hmm kalau begitu aku akan kebelakang sebentar." Xiao Yun tersipu malu dan berjalan cepat ke belakang.


Di belakang, Xiao Yun sangat panik.


"Sial..sial...apa yang terjadi, kenapa aku begitu gugup..! Ahh tidak apakah penampilan aku sudah bagus, coba-coba aku bercermin terlebih dahulu." Xiao Yun gemetar karena gugup. Kemudian dia mengambil cermi perunggu dari cincin penyimpanan.


"Rambut, sudah bagus.. Penampilan sudah rapih.. ! Ahh tidak-tidak kenapa aku sangat gugup, aku merasa tidak berdaya di hadapan Long Fai." Xiao Yun mencoba memejamkan matanya dia mencoba berpikir jernih.


Namun Long Fai sudah memanggil terlebih dahulu. "Xiao Yun! Apakah masih lama..?"


"Ahh tidak ini sudah selesai, tunggu sebentar!" Xiao Yun buru-buru berjalan ke arah Long Fai dan mencoba menyajikan teh sambil berteriak dalam hati. 'Ahhh bagai mana ini!'


"Suami silahkan." Xiao Yun memberikan teh itu, dan dia duduk sebelahan dengan Long Fai.


"Baiklah terimakasih." Long Fai mengangguk dan langsung merain gelas kuno langsung dia minum teh itu.


Satu menit, Long Fai masih meminum.


Empat menit.


Tujuh menit.


Sampai teh Long Fai di minum habis, ruangan ini sunyi seperti sumur kuno


Long Fai " ( ^~^ )


Xiao Yun " ( ●~●)


Ruangan di dalam kamar sangat sunyi. Bahkan, suara jangkirik malam akan terdengar.


Xiao Yun memecahkan keheningan.


"Ehhh minuman kamu sudah habis, aku akan mengisikan teh lagi kebelakang." Xiao Yun bangun dari duduknya dan pergi ke belakang.


Tapi tiba-tiba Long Fai meraih pergelangan Xiao Yun sehingga kaget dan terjatuh ke pangkuan Long Fai.


"Ahh jatuh..!"


"Bug!"


"Kamu tidak perlu menambah teh lagi. Aku sudah kenyang. Kamu duduklah dengan nyaman di pangkuan aku dan aku akan membisiakan sebuah dongeng untuk kamu." Kata Long Fai dia walau sudah tidak tahan untuk membuka baju Xiao Yun, sebagai pria jantan dan terhormat, harus menggunakan cara dermawan.


"Baiklah-baiklah aku akan mendengarkan dongeng dari kamu. Tapi bisakah aku tidak duduk di pangkuan kamu?" Xiao Yun berdehem sambil menunduk malu.


"Tidak perlu, bukankah kamu selalu memanggil aku suami, bukankah hubungan suami istri seperti ini?" Long Fai tersenyum sambil menghirup bau tubuh Xiao Yun yang begitu wangi dan harum.


"Tapi..!" Xiao Yun masih tidak terbiasa namun masih di intruksi oleh Long Fai: "Kamu harus nurut jika tidak jangan panggil aku sebutan suami."


"Baiklah..!" Xiao Yun lega dan menghela nafas. Kemudian berkata lagi: "Aku ingin mendengar sebuah cerita kamu, ayo katakanlah aku ingin mendengar dongeng kamu."


"Baiklah, aku akan menceritakan dongen kepada kamu." Long Fai tersenyum dan mulai menceritakan sebuah dongeng. Long Fai saat itu, menceritakan dongeng si kancil dan buaya kepada Xiao Yun. Bahka dia melihat Xiao Yun sangat menghayati apa yang di ceritakan Long Fai.


Sampai pada suatu saat, Xiao Yun berkata: "Dongeng itu, sungguh menabjubkan! Bisakah kamu menceritakan dongen seperti itu lagi?"


"Bisa di bicarakan, namun ada satu lagi yang ingin aku tanyakan ini sangat serius, dan aku butuh obat penawar." Akhirnya, Long Fai membuat mode mesum.


"Apa yang kamu tanyakan? Kenapa kamu mencari obat penawar kepada aku? Bukan kah kamu titisan dewa?" Xiao Yun tidak menyadari sehingga dia bercanda sambil terkekeh.


Long Fai menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba dia membanting Xiao Yun ke kasur dan di atasnya ada Long Fai yng sedang memeluk Xiao Yun.


"Ini..!" Xiao Yun akhirnya sadar dan dia tersipu..


"Tapi, setiap aku meningat kecantikan kamu, lekuk tubuh kamu, semakin aku berusaha melupakan semakin kuat aku ingin memandang tubuh kamu."


"Apakah kamu tahu, aku datang ke sini hanya ingin mengobati hati aku yang bergejolak. Maka dari itu, aku memeluk kamu sangat erat."


"Yuner, kamu adalah obatnya apakah kamu mau bercinta dengan aku."


Kata-kata Long Fai setiap di dengar Xiao Yun detak jantung ini semakin cepat dan tidak terkendali.


"Uhh suami, ini.. Ini..aku tidak terbiasa. Aku sangat malu..!" Xiao Yun tergagap.


"Tidak masalah kamu hanya mengangguk apa tidak." Long Fai tidak tahan.


Xiao Yun mengangguk dan berkata: "Baiklah suami mohon bantuanya."


Long Fai setelah di berikan persetujuan, dia langsung membuka baju Xiao Yun sangat pasti dengan pelan-pelan, semua baju Xiao Yun terlepas.


Saat ini gunung yang sangat besar, terlehat mata telanjang oleh Long Fai. Dan terlihat jelas ada pucuk gunung yang sangat merah.


Tangan Long Fai membelai gunung itu, bahkan tidak bisa menjangkau semuanya karena besar.


Saat ini, nafas Xiao Yun tidak teratur seperti berlalari-lari. Long Fai menyedot pucuk gunung itu, dan merasakan dari gunung itu, meludahkan cairan yang manis.


"Gluk!"


"Gluk!"


"Gluk!"


Setelah Long Fai memuaskan tubuh Xiao Yun bagian atas maka dia bergantian di bagian bawah.


Long Fai membuka kedua paha Xiao Yun dan anda melihat alat itunya, mengeluarkan cairan nektar yang amat manis. Long Fai mencicipi cairan nektar itu sehingga Xiao Yun menjerit penuh nikmat.


"Ahhh Fai...!"


Fai sudah puas menjilat cairan nektar dari itunya Xiao Yun. Terus berkata: "Yuner, apakah kamu siap.!"


"Uhh!" Xiao Yun wajahnya memerah dan mengangguk malu.


"Hmm baiklah..!" Long Fai tersenyum dan melepaskan bajunya dan adik laki-laki terlihat oleh mata telanjang Xiao Yun.


"Sungguh besar!" Xiao Yun berseru.


Long Fai setelah itu, mendekati paha Xiao Yun dan memasukan adik laki-laki dengan pelan-pelan.


"Ahh sakit..!" Xiao Yun menjerit bahagia.


"Sttt! Kecilkan suara kamu, apakah kamu akan malu sampai mati!" Long Fai memberikan instruksi.


"Baiklah, kamu pelan-pelan!" Xiao Yun memarah. Mata yang sayu seperti buram, namun memandang Long Fai penuh kasih.


"Baiklah..! Aku mulai." Long Fai memasukan dengan pelan-pelan. Bahkan karena pusakanya terlalu besar, walau masih pelan-pelan, Xiao Yun menjerit bahagia sangat lirih.


Tangan Xiao Yun, memegang erat-erat pinggang Long Fai.


Pada saat ini barang Long Fai, seutuhnya sudah memasuki gua surgawi dan akhirnya Long Fai dan Xiao Yun melakukan adegan musim semi sangat bahagia.


"Ahhh!"


(°/°) .....


(○_○)....


Karena sedang bergairah maka adegan itu author sensor agar matanya tidak timbilan...