Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Raja Ludacris Datang (2)


Bab 546 Raja Ludacris Datang (2)


Pawai pihak kerajaan yang di iringi berbagai hewan tunggangan yang sangat bagus, langung berjalan disepanjang tiga kadipaten. Yaitu, Hill, Kamaru, dan Luminas. Karena kadipaten Ashley paling Utara, sehingga tidak akan melihat pawai begitu sumringah.


Tetapi kadipaten Ashley banyak para bangsawan yang tidak peduli dengan masalah kerajaan atau wilayah Kadipaten lainnya. Dia hanya peduli dengan keselamatan sendiri dan wilayah Ashley.


Karena mereka sudah berpikir dengan logika jika pihak mereka terjadi apa-apa Apakah keluarga Kerajaan akan membantu? Tentu saja tidak.


Jeng! Jeng! Jeng! Pawai yang sangat meriah disambut antusias para penduduk yang sedang melihatnya seperti sedang ada hari raya 17-an.


Long Fai yang sedang duduk bersantai dengan Shopana, dia juga sangat menantikan kedatangan pihak kerajaan Ludacris.


“Kita akan kedatangan tamu yang begitu sangat spesial, mari kita hargai dia dan talak secara baik-baik. Bagaimanapun keluarga kerajaan yang sangat terhormat." Long Fai mengangkat kaki erlangnya dan sambil meminum satu cangkir teh.


Bahkan dia juga memainkan musik menggunakan kecapi sehingga entah kenapa wilayah Ashley dan desa Carne mendapatkan perasaan yang sangat tentram tanpa diketahui penduduk mereka.


Dua jam kemudian, ketika Long Fai sedang memainkan alat musik tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari tanah tersebut sehingga langsung menghentikan permainan kecapinya.


“Sepertinya mereka sudah dekat. Ayo kita sambut dengan baik.” Untung saja rumah yang dia tempati sudah direnovasi sebaik mungkin sehingga bentuk rumahnya sungguh sangat unik seperti rumah abad pertengahan Eropa yang begitu mewah melebihi kemewahan dari rumah para bangsawan itu sendiri.


Jeng! Jeng! Jeng!


Sekumpulan para bangsawan sudah tiba di hadapan rumah Long Fai, kemudian Long Fai menyambut dengan antusias sambil mengeluarkan meja yang sangat bagus dan ada beberapa pelayan dari makhluk mayat hidup.


Raja Ludacris langsung membuka tirai tipis sambil di sebelahnya ada Putri Mercy Barbados.


Tiba-tiba Mercy Barbados melihat pemuda yang dia kenal setiap hari yang selalu datang di akademinya, tiba-tiba kaket setengah Mati.


“Kamu ... Bukanya kamu adalah yang itu?” Mercy tergagap terus menerus sambil menatap ke arah Long Fai.


“Ini memang benar aku, dan sampingnya mungkin Nona juga sudah mengetahuinya,” kata Long Fai sambil menyeret Shopana. Alhasil, Shopana langsung tersenyum dan bertanya kepada Mercy, “Hallo kita bertemu lagi Putri Aksu.”


Ludacris seketika sedikit tersenyum karena anaknya juga mengenali mereka berdua alhasil langsung ikut nimbrung. “Hahaha ternya kalian saling mengenal, Saya tidak menyangka hahaha!"


“Ahh jadi seperti itu,” kata Ludacris sambil memegang dagu yang tidak memiliki jenggot. Dia bertanya lagi, “Ngomong-ngomong, siapa gadis yang ada di sebelah mu?”


“Dia adalah kekasihku. Shopana.” Long Fai tersenyum.


“Ahhh baik ... Baik ... Aku datang kesini hanya ingin menyatakan kepada mu, dan aku akan menanyakan tanpa berlama-lama. Aku datang kesini mungkin kamu sudah mengetahui berita yang menyebar. Jadi .... Apakah kamu bersedia? Soalnya berita ini menyebar ke penjuru kerajaan aku, sehingga jika berita ini salah akan mengakibatkan aku tidak memiliki wajah untuk melihat.”


“Maaf jika saya lancang kepada Anda. Tetapi yang membuat rumor adalah Anda sendiri. Bahkan saya tidak tahu harus memarahi kepada siapa karena setatus Anda sangat tinggi dibandingkan dengan saya." Long Fai mengerutkan keningnya.


“Jadi...” Ludacris sudah tahu mungkin saja Long Fai akan takut dengan setatusnya sehingga dia tidak berani untuk menolaknya. Jika dia menolak, akan bahaya konsekuensinya. Tetapi jika dia menerima dengan lapang dada maka Long Fai akan memiliki setatus tinggi dan tentu saja dirinya akan terciprat oleh pundi-pundi uang yang bisini Long Fai kerjakan.


“Jadi ... Saya menolak lamaran Anda.” Long Fai seketika langsung menolak tanpa berbasa-basi sehingga para prajurit terlatih yang sudah berjaga-jaga, langung berdiri dan ingin menyerang Long Fai.


Hanya saja Ludacris sudah mengangkat tangannya agar mereka jangan dulu untuk menyerang Long Fai.


Ludacris sungguh serius, “Kenapa kamu menolak? Apakah kamu tidak menghargai keputusan aku, dan kamu juga berani menuang wajah baik aku?”


“Maaf yang mulia Raja, saya tidak menyukai Putri Anda. Mungkin hanya itu alasan yang tepat bagiku jika Anda bertanya kenapa,” pungkas Long Fai langsung melanjutkan perkataannya lagi, “Untuk masalah saya tidak memberikan wajah kepada Anda, bukankah Anda sendiri yang menyebarkan rumor palsu raja? Saya sarankan kepada Raja, jika ingin menyebar-nyebarkan suatu penyakit, saya mohon jangan bawa-bawa saya.”


“Dari pernyataan yang kamu katakan barusan, kamu sudah menolak ajakan baik dengan pihak kami. Padahal ini demi kebaikan kamu sehingga popularitas kamu di angkat menjadi bangsawan tingkat raja. Kamu juga tahu bahwa jika kamu menolak apa yang di inginkan Raja, itu sama seperti kamu melawan perintah raja. Jika kamu melawan perintah raja, kamu sudah di anggap penghianatan. Jika seperti ini maka kamu adalah musuh raja. Apalagi kamu sedang bermitra dengan kadipaten Ashley sehingga otomatis dia juga menjadi musuh raja ini.”


Long Fai bertanya dengan serius, “Yang mulai Raja, saya menganut sistem kebebasan dan saya sungguh sangat tidak terbiasa jika kebebasan yang saya lakukan, akan terhambat oleh Anda. Terlebih lagi saya juga sudah menebak pikiran Anda. Sang Raja hanya ingin mengambil hal bisins yang saja jalanin, 'kan?”


Melihat tampang yang sangat percaya diri dari Long Fai, Mercy langsung marah dan berteriak: “Pikirkan yang terbaik buat kalian, jika kalian tidak mendapatkan balas yang di kemudian hari karena telah menolak ajakan baik dari ayah!"


“Cukup nak, ayo kita pergi. dia sudah tidak memberikan wajah kepada kita. Jangan ? terlalu peduli untuk membuang keringat hanya untuk


mendisiplinkan manusia biasa seperti dia." Kemudian Ludacris menatap Long Fai.


“Aku harap ini adalah pertemuan terakhir. Aku takut jika pertemuan selanjutnya diantara kalian sudah menjadi musuh.” Akhirnya mereka pergi dengan wajah yang sangat suram. Tentu saja dia langung melakukan kudeta untuk memusnahkannya seluruh penduduk Ashley dan Long Fai.


“Saya juga berharap tidak ingin bertemu dengan mu biat saya bisa hidup tenang,” angguk Long Fai