
Bab 237 Kejahatan Tidak Akan Menang
Saat ini bagian tubuh manapun dia tidak bisa dikendalikan. Bukan hanya itu saja ketika dia ingin menggunakan jurus petir pemusnah dia sepertinya merasakan bahwa petir itu lebih kuat daripada senjata As milik dirinya.
Tangan kanan Lie Jie membuat segel yang sangat rumit. setelah itu seketika dari tangan kanannya mengeluarkan petir yang sangat berwarna-warni.
"Mencicit!"
"Mencicit!"
"Mencicit!"
Seketika ada petir berwarna hitam pekat namun sedikit ada warna merah keluar dari lengan kanannya.
Pada saat itu....
"Sikat!"
"Jeder..!"
Petir berwarna hitam langsung mengamuk turun dari dunia para dewa langsung menyambar ke arah monster ular. Bahkan tidak itu saja, ketika petir pemusnah itu belum sampai mengenai monster ular setiap planet dilewati akan hancur.
"Bam!"
"Bam!"
"Bam!"
Seperti apa yang dinamakan petir pemusnah, setiap benda yang dilalui oleh petir akan musnah menjadi hancur tidak terkecuali para planet-planet di sekitarnya.
Di samping monster ular berkepala tujuh, dia tidak beraksi langsung disambar petir pemusnah sehingga tewas seketika.
Namun anehnya ketika petir pemusnah itu menghantam planet yang sedang dipijak oleh Long Fai, planet itu tidak mengalami kehancuran, sehingga ini mengakibatkan rasa keinginan dari Lie Jie.
“Pemuda ini sungguh aneh.. sebenarnya siapa identitasnya aku sungguh penasaran..?" Kata Lie Jie setelah mengeluarkan petir kesengsaraan akhirnya tubuhnya bisa dikendalikan.
Bukan hanya itu saja setelah mengeluarkan petir itu kekuatannya menjadi meningkat.
Di alam atas, Long Fai yang melihat monster ular itu sudah musnah tak tersisa akhirnya tertawa bahagia. “Hahaha rasakan dasar monster sialan yang jelek mati kau..!”
Setelah itu, dia melihat ada batu hitam yang sebesar apel tergeletak di tanah dengan aura yang sangat menakutkan dan sangat mengkilap.
“Oohh benda apa ini apakah ini adalah inti dari monster itu?” Kembali Long Fai berjalan mendekati inti monster hitam itu. ketika dia ingin mengambil inti batu monster, tiba-tiba di depannya ada sosok berpakaian serba hitam wajah itu ditutupi oleh kain langsung mengambil inti monster.
“Ehhh.. sialan Kamu mencuri batu milikku...! tidak akan kubiarkan kamu lolos karena kamu mengambil hak orang yang seharusnya kamu tidak miliki maka kamu akan mendapatkan kesialan detik ini juga..” Dua detik kata-kata Long Fai diucapkan, langsung sepertinya hukum dunia menolong Long Fai dan memberkatinya, hukum surga langsung memberikan kesialan kepada sosok misterius.
Sosok misterius yang berpakaian hitam adalah seseorang wanita dia sudah mengincar inti monster, sejak dari awal pertempuran keempat orang itu. Karena sudah mengambil inti monster, dia langsung berlari meninggalkan wilayah ini.
Namun apa yang tidak dia duga adalah sepertinya dia terkena sial. karena ketika dia sedang terbang tiba-tiba dari sampingnya entah muncul dari mana ada burung sebesar anjing langsung menghantam ke tubuhnya.
"Aduh!"
Wanita berpakaian hitam tidak bereaksi dia langsung terjatuh tak terkendali ke bawah sehingga tersangkut di pepohonan namun apa yang membuat dia merasa malu adalah, pakaian bagian bawah tersangkut langsung lepas dari badannya sehingga ketika dia terjatuh akhirnya pakaian dalam yang berwarna pink terlihat mata telanjang Long Fai.
"Woww sungguh warna Pink..!” Long Fai berseru. Kemudian dia meraih inti monster yang terjatuh sambil memandang wanita itu dengan tatapan lucu.
“Hahaha rasakan kamu pencuri ini adalah akibatnya mengambil hak dari Raja ini, hahaha sungguh sangat malu pakaian dalammu berwarna pink hahaha sungguh menggemaskan..!” Long Fai tertawa terbahak-bahak.
“Bajingan kamu dasar mesum..!” wanita berpaket hitam langsung menutupi bagian bawah menggunakan kainnya sendiri. Setelah itu, dia langsung menyerang Long Fai.
Namun anehnya ketika dia ingin berlari dan hampir saja 10 meter akan dekat dengan Long Fai, iba-tiba dia tersandung lagi dan terjatuh di tumpukan kotoran monster yang sangat banyak.
Otomatis yang melihatnya tidak bisa menahan tawanya lagi. "Pfff hahaha dasar wanita akhirnya kamu mendapatkan kesialan hahaha rasakan kotoran itu hahah..”
“Kamu...” Wanita itu ingin menangis dia tidak tahu kenapa mendapatkan kesialan, bahkan ketika dia menyerang Long Fai, sepertinya dia tidak melihat ada kotoran yang menumpuk pada waktu itu, Hanya saja ketika dia tersungkur, tiba-tiba ada kotoran yang muncul secara ajaib, sehingga dia tidak bisa memikirkan kejadian aneh ini.
“Kamu jahat... kamu telah mempermalukan aku..!” Wanita berpakaian gelap dadanya tengah-tengah dia mencoba berdiri sambil menstabilkan tubuhnya dia harus berpikir jernih sehingga tidak ceroboh.
“Yang baik akan selalu menang dan jahat akan menemukan kesialan. dan kamu karena telah mencuri apa yang seharusnya tidak kamu miliki ini adalah akibatnya kamu mendapatkan kesiangan dariku hahaha rasakan.” Long Fai berkata langsung tanpa rasa takut.
“Kamu bedebah..!” Wanita berpakaian hitam langsung melototi ke arah Long Fai.
“Kenapa... apakah kamu tidak terima Jika kamu tidak terima ayo bergegas lawanlah aku aku sudah siap untuk memukulimu..!” kata Long Fai sambil menatap ke arah wanita berpakaian gelap sambil mengacungkan jari tengahnya ke arahnya.
“Kamu siala...!” wanita berpakaian gelap langsung berlari ke arah Long Fai sambil mengabaikan bau busuk akibat kotoran yang menempel di tubuhnya.
Tapi apa yang tidak dia ketahui adalah tiba-tiba dia terpeleset oleh kulit pisang.
“Ahhh tidak...!"
"Bug!"
"Aduh!"
Wanita berpakaian hitam terjatuh sambil duduk sehingga pantatnya yang membentur ke tanah merasakan rasa sakit.
“Hahaha pakah matamu buta..? Sudah jelas-jelas di depanmu ada kulit pisang Kenapa diinjak akhirnya terjatuh lagi hahaha..” Long Fai tertawa sampai sakit perut.
“Kamu... tidak akan ku maafkan kamu dasar sialan...!” Wanita berpakaian gelap sungguh tidak tahu kenapa dia terpeleset oleh kulit pisang.
Dia masih merasakan rasa sakit di bokongnya. Tapi, dia langsung berdiri untuk menyerang Long Fai. Saat ini dia sudah berhati-hati dan tidak gegabah untuk menyerbu Long Fai dengan penuh mantap. Jika dia sekali lagi melakukan keteledoran mungkin terjadi akan terpeleset jatuh lagi sehingga di permalukan Long Fai.
“Mungkin aku tadi mengalami kesialan tapi sekarang tidak akan! Aku akan membunuhmu sekali lagi..” Wanita berpakaian serba hitam melototi ke arah Long Fai sangat ganas.
Dia menggunakan pedang dengan atasan berkerikita dan langsung ditebaskan ke arah Long Fai.
Namun reaksinya Long Fai sungguh sangat lambat, sepertinya meremehkan wanita itu. Kemudian Long Fai mengambil seruling hitamnya untuk menghalau pedang yang sedang diarahkan kepada dirinya.
"Dentang!"
Percikan seperti kembang api akibat tabrakannya antara pedang milik wanita berpakaian hitam dengan seruling yang dimiliki Long Fai.
"Mustahil..!"
Mata wanita berpakaian hitam langsung menyusut tajam. Dia ingin mundur seketika tapi reaksinya terlambat tiba-tiba, kaki kiri Long Fai langsung menjejak perut wanita berpakaian hitam.
"Bang!"
"Puf!"
"Uhuk...uhuk...!"