
Bab 679 Serangan Kedua.
“Memang benar, hidup sederhana adalah ketenangan yang indah, sayang sekali aku sudah tidak bisa maju dan mundur. Terlebih lagi status ku sudah menjadi Tuan Suci Nantian. Banyak musuh yang tidak sabar membunuh ku di segala sisi,” angguk Long Fai, sekarang hanya hidup dan memberantas berbagai rintangan yang akan dihadapi di masa depan.
“Itu tidak apa-apa Tuan. Tuan memiliki kekuatan yang hebat, mereka tidak lebih dari semut belaka,” jelas Mu Tiangguang. Dibandingkan dengan dewa yang lain, itu tidak ada apa-apanya dihadapan Long Fai, karena Long Fai adalah bapak dari segal...