
Bab 529
“Husst! Hustt! Husst!” Nafas Ho Tu sungguh sangat cepat setelah memasuki masa klimakss. Dia masih memeluk tubuh Long Fai dengan manja.
Bahkan dia belum ingin melepaskan tongkat pedas yang masih terbenam di lubang milik sendiri.
Posisi Ho Tu diatas Long Fai sehingga Ho Tu sungguh sangat leluasa untuk mendominasi. Bahkan setelah sudah melewati masa kritis, meskipun Ho Tu sedang memeluk Long Fai, dia masih semangat untuk menggoyangkan pinggulnya.
“Kamu sungguh sangat ganas sekali." Long Fai tersenyum.
“Kamu sungguh sangat jahat, mengabaikan aku selama ini. Konsekuensinya sekarang gairahku tidak bisa terbendung.” Wajah Ho Tu yang sedang memeluk Long Fai dari atas, sungguh merah dan mengeluarkan nafas yang memabukkan.
Bahkan pinggulnya masih menggoyang-goyangkan pinggulnya agar lubang itu terus-menerus bergesekan dengan tongkat pedas yang masih keras.
Long Fai hanya tersenyum saja dia pasrah dengan perlakuan Ho Tu yang sekarang sedang ganas.
Semakin lama, goyangan pinggul Ho Tu semakin cepat dan wajahnya juga semakin memerah.
“Aku keluar lagi suami ahhh!"
Spalash!
Spalash!
Ho Tu tubuhnya langsung kejang-kejang penuh nikmat setelah memuntahkan cairan selai dari gua surgawinya.
Pada hari itu, Ho Tu sungguh sangat puas sampai tidak memiliki tenaga untuk melanjutkan lagi.
Long Fai yang masih perkasa langsung berdiri dan mengambil selimut untuk menutupi tubuh halus Ho Tu.
“Ckckck kamu kalah!” Long Fai menggelengkan kepalanya langsung keluar dari tempat tidur itu dan menemui Murong Ruyue.
Hanya saja Long Fai tidak memerlukannya, dia langsung meraih anak sendiri yaitu Long Xiaoyu.
“Hmmm! Apakah kamu sungguh ingin melihat putri kita? Sehingga kamu mengabaikan aku...” Murong Ruyue seketika cemberut sangat imut bibirnya sehingga Long Fai tidak tahan untuk memberikan kecupan.
Cup!
“Nah ... setidaknya satu kecupan sudah cukup buat kamu hahaha! little Xiaoyu kami sungguh sangat cantik! Jika kamu sudah dewasa, carilah pemuda yang kuat seperti ayah, hahahh!” Long Fai berdiri sambil memutar-mutarkan tubuh Long Xiaoyu sungguh sangat gembira.
Long Xiaoyu sungguh sangat putih seperti boneka persoalan bahkan jika anaknya dipindahkan ke dunia bumi, sangat yakin bahwa Long Xiaoyu adalah pemenang dalam peringkat atas bayi yang paling cantik dan imut
Long Fai hanya tinggal di dataran naga cuma dua hari. Selama dua hari, Long Fai memanjakan seluruh wanitanya di kasur yang sangat hangat.
Setelah dua hari berlalu, Long Fai meminta izin kepada mereka semua agar dirinya pergi lagi ke tempat dunia Arcadia.
Long Fai mencium terus-menerus pipi Long Xiaoyu karena aku tidak sangat langit dan harum. Akan tetapi tanpa sengaja tangan kecil itu langsung mencakar wajah Long Fai sehingga seketika wajahnya bergaris dan berdarah.
Ahh!
“Litle Xiaoyu kamu sungguh sangat ganas. Akan sangat berbahaya jika kamu mencakar selain ayah.” Long Fai langsung mengusap pipinya yang berdarah dan seketika Langsung kembali seperti semula seolah tanpa ada luka cakar dari Long Xiaoyu.
Eaaa... eaa... eeaaa huekk...!
Long Xiaoyu yang masih kecil tidak tahu dia hanya tertawa dan gembira setelah bermain cukup lama dengan Long Fai.
Setelah itu, Long Fai langsung memberikan anaknya untuk digendong Murong Ruyue.
Seketika Long Xiaoyu menangis Long Fai sangat keras sehingga benua dataran laga langsung mendung hujan semuanya.
Kalarak jeder!
Duar!
Langit mendung bahkan banyak petir yang berkilat tajam di langit sehingga seluruh dataran naga ketakutan dengan fenomena yang tidak bisa dijelaskan.
Setelah Long Fai membopong anaknya tidak menangis lagi, langsung diserahkan kepada Murong Ruyue. Hanya saja jika Long Xiaoyu menangis maka akan mengakibatkan ledakan petir hujan dan badai di dataran naga.
Long Fai seketika langsung bingung dan meminta bantuan kepada artefak naga agar menghilangkan efek dari tangisan anaknya.
Seketika artefak naga mengeluarkan mainan boneka Barbie, setelah itu Long Fai langsung meraih boneka barbienya sehingga Long Xiaoyu seketika berhenti menangis dan tertawa.
Eaa.... Aaaaa... Hoekk!
Long Fai akhirnya lega dengan kekuatan anaknya akan takut jika dunia akan hancur juga ada seorang yang membuat kita bahagia terhadap Long Xiaoyu.
“Baik. Aku pergi terlebih dahulu untuk menyelesaikan sesuatu.” Long Fai menganggukkan kepalanya ke seluruh wanita yang sedang berkumpul di ruangan tertentu. Seketika Long Fai setelah berpamitan menghilang di udara tipis.
Long Fai tipe di artefak lantai 1 dan menemukan mayat zombie putih sedang memotong tebu yang mudah untuk ditanam di wilayah bangsawan Ashley.
Setelah itu, Long Fai hanya memerintahkan ke seluruh mayat hidup untuk mengambil tebu muda dengan kisaran berat 10 ton saja.
Menurut penjelasan dari mayat hidup di dunia Arcadia sudah dua hari setelah dirinya pergi ke dataran naga. Waktu yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lama. Akan tetapi, para mayat hidup sudah membuat ladang dan menebangi pohon yang tidak perlu agar tanah itu menjadi luas dan terkena matahari agar memudahkan pohon tebu menjadi sehat.
Kebetulan, keluarga Ashley bagian Selatan berbatasan dengan keluarga Kamaru. Keluarga Kamaru adalah beberapa keluarga yang memiliki bisnis menjual gula kelapa yang sangat terbatas.
Dengan harga yang sangat terbatas dan sangat susah untuk diproduksi, setiap bulannya keluarga Kamaru setidaknya mengantungi uang per bulan 4 juta keping emas.
Sekarang di perbatasan wilayah keluarga Kamaru dan Ashley, banyak penduduk Kamaru yang bingung dengan para penduduk keluarga Ashley.
Karena mereka semua melihat banyak orang yang memiliki perawakan aneh dengan wajah pucat sedang mencangkul tanah dan digemburkan.
Bahkan mereka juga melihat orang aneh itu menanam tumbuhan seperti bambu sangat banyak.
”Apa yang mereka tanam Kenapa dia membuka ladang tanaman yang sangat luas sekali bahkan sampai menghilangkan sebagian pohon yang sudah besar?” Para penduduk yang melihatnya saling bertanya. Bahkan Baron wilayah desa Case yang kadipaten Kamaru, sungguh melihat dari hari pertama sampai sekarang mereka orang-orang aneh sedang membuka lahan yang sangat luas.
Baron Case yang memiliki nama Gustav Satrinof pergi untuk menemui Baron desa Samathi. Desa Samathi yang ikut dengan kadipaten Ashley, bernama Kradao Yousef juga sedang mengawasi pihak penduduk yang sedang menanam tebu.
Untuk mayat hidup ditugaskan untuk mencangkul area yang sangat luas karena dia sejatinya tidak pernah merasakan kelelahan. Untuk menanam, ditugaskan penduduk desa sekitar.
Gustav langsung melewati perbatasan antara kedua Kadipaten dan pergi ke tempat rumah bangsawan Baron Karado Yousef.
Beberapa menit kemudian, Gustav sudah tiba di depan rumah bangsawan Karado Yusef.
Dia mendekati Karado yang sedang duduk di depan rumah bangsawan sambil melihat luasnya ladang yang ingin ditanami pohon tebu. Tiba-tiba dirinya melihat Gustav yang mendekati dirinya.
“Apakah keluarga Ashley sedang melakukan proyek besar-besaran? Seperti wilayah desa Samathi sedang ditanami jenis pohon seperti bambu sangat luas.”'Gustav masih menatap ke arah Karado.
Karado akhirnya langsung menjelaskan, “Aku tidak tahu spesifiknya, tetapi Adipati Ruben Ashley memerintahkan penduduk untuk menanam pohon yang sudah direncanakan sebagai pengganti gula.”
Bahkan Karado sudah mencicipi pohon tebu tersebut dan rasanya sangat manis sehingga sekarang setelah menjalankan proyek besar-besaran wilayah Kadipaten Ashley, sudah sangat yakin optimis bisa menguasai pasar dalam pembentuk gula nomor satu di kerajaan Aksu.
“Pengganti gula?” Gustav masih belum cukup yakin karena apa yang dirinya lihat, tumbuhan itu seperti bambu sehingga bagaimana mungkin mengeluarkan rasa manis seperti bunga kelapa.
“Jika kamu tidak percaya maka cobalah!" Karado langsung meraih beberapa batang tebu dan dikupas langsung diserahkan kepada Gustav. Gustav seketika langsung mencicipi satu potong tebu itu.
Seketika matanya menjadi bersinar karena rasanya sungguh sangat manis seperti gula yang keluarga bangsawan Kamarku produksi.
Meskipun demikian rasa manis tebu sedikit ringan daripada rasa gula yang berwarna merah itu.
“Apakah kamu percaya?" Karado kemudian tersenyum.
“Ini benar... ini sungguh sangat manis ... bagaimana kamu mendapatkan tumbuhan seperti ini!” Gustav berseru kagum tetapi ini juga menjadi ancaman dari keluarga bangsawan lainnya karena jika kemunculan pohon tebu tersebut akan merusak harga pasaran.
“Aku tidak tahu, yang terpenting Adipati Ruben mendapatkan tanaman ini hasil kerjasama dengan seorang yang aku juga belum mengetahui secara spesifiknya.” Karado tidak peduli siapa orang yang bekerja sama dengan Ruben yang terpenting wilayah Kadipaten Ashley sejahtera setelah keluarnya produk gula terbaru.
Wilayah Ashley adalah wilayah yang tidak terlalu suka dengan gereja santanic. Mereka menyembah gagasan terbaik hanya sebagai kedok saja.