Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Adegan Manis Yang Pupus


Bab 53 Adegan Manis Yang Pupus


"Brengsek.. ayo kita maju secara bersamaan!" Lin Bei setelah itu, maju bersama panglima satunya. Dengan panglima satunya dia bermama Wei An, mereka maju bersama.


Lin Bei tidak menyangka bahwa panglima perang akan mati seketika hanya sebuah kapak biasa.


"Swosh!"


"Swosh!"


"Swosh!"


Mereka berdua, maju dan keduanya tiba-tiba tubuhnya bergemuruh seperti mengandung jejak kekuatan yang menakutkan.


"Sigh bocah brengsek kamu berani membunuh maka, aku sebagi rekan tim akan membalas dendam itu kepada kamu..!" Lin Bei dia memiliki garis derah turtel emas, dengan itu dia memiliki pertahanan dan fisik kuat.


Namun dalam pandangan Bai An, kekuatan Lin Bei, masih kentut, di bandingkan kura-kura emas yang di pelihara Long Fai di kolam itu.


Dengan gagah berani, Bai An ketika Lin Bei sudah dekat, dia langsung mengayunkan kapak biasa itu sebagi memotong kayu untuk menebas tubuh Lin Bei.


Lin Bei yang melihat, tentu saja mencibir. Dia sudah yakin bahwa bakat darah turtelnya tidak akan mempan terhadap tebasan kapak biasa itu, sehingga dia meninju kapak itu, dan berkata. "Nak bajingan mati kamu....!"


"Sikat!"


"Dentang!"


"Crack!"


"Puf!"


"Apa... Mustahil!" Ketika Lin Bei memukul kapak itu, dia seperti kehilangan kekuatan di bagian kepalannya, sehingga kepalan itu langsung hancur dan terpotong, sambil terpental di udara seperti meteor dan berputar-putar di udara.


"Bom!"


Bahkan akibat tabasan Bai An, dia Lin Bei, terpental menabrak gunung, hingga gunung runtuh.


"Uhuk!"


"Uhuk!"


"Uhuk!"


"Brengsek siapa dia sebenarnya, apakah dia Long Fai, ini tidak mungkin, Long Fai mempunyai kekuatan seperti itu..!"


"Yah.. betul, aku harus mundur... Jika tidak, maka aku akan mati, jangan naif harus mundur dan sampai kan kepada Raja, bahwa operasi ini gagal."


Dengan pergelangan tangan hilang dia terbang dengan sangat cepat dengan panik. Bahkan dia meninggalkan rekan satunya Wei An.


Wei An yang melihat kepengecutan Lin Bei, wajahnya tidak sedap di pandang, anda sebagai panglima perang, namun memiliki hati yang pengecut, itu tidak baik dan tidak layak sama sekali.


"Haha sekarang siapa yang pengecut, lihatlah rekan kamu lari terbirit-birit hingga kencing pff sungguh memalukan!" Bai An menghina Wei An, dia menghina karena Bai An melihat raut wajah Wei An tidak sedap di pandang.


"Hmmp Nak.. kamu baru membunuh orang, tidak perlu berbangga diri." Karena marah, Wei An menatap wajah Bai An dengan ganas dan berapi-api.


"Hahaha kamu kakek tua, di bandingkan kapak aku, kamu hanyalah pantat babi!" Kata Bai An, sambil mengacungkan jari tengah.


"Kamu sialan bedebah..!" Wei An tak tahan karena di ejek, dengan itu, dia bergegas ke arah Bai An untuk memukul dengan sekuat tenaga.


Dengan bakat darah king-kong dia juga mempunyai ketahanan yang kuat.


"Swosh!"


"Bang!"


Wei An membuat kepalan dan sudah tiba di depan Bai An sekitar beberapa inci.


Tangan kanan Bai An yang sedang memegang kapak lansung dia angkat untuk menghalau kepalan itu.


"Bang!"


"Uhhhrt!" Walau kapak itu tidak memiliki keruskan, namun daya dorong Wei An, dia tidak bisa menahan sehingga Bai An terhempas dan meluncur seperti meteor dan menabrak hutan-hutan dengan berputar-putar di tanah.


Untung Saja dia terhempas di hutan biasa, jika ini dia terlempar ke dalam hutan peri Long Fai maka dia takut terkena kutukan.


Wei An melihat dari kejauhan dengan terbang, bahwa Bai An terpental lusinan kali. Bahkan dia menduga bahwa bocah itu mungkin saja, mengalami luka yang sangat keritis.


Namun dia sekali lagi, tidak mempercayai bahwa tiba-tiba bocah itu melompat seperti Hulk dengan cepat, bergegas datang ke dirinya.


"Bajingan apakah dia monster!" Wei An tertekan sampai mati, dia juga menyalahkan kepada Lin Bei, yang melarikan diri, dengan itu dia membuat jurus untuk menyerang Bai An.


"Bentuk seribu tangan budha!" Kata-kata di keluarkan, tiba-tiba, di belakang Wei An ada lusinan tangan emas raksasa yang sedang meluncur untuk menghalau laju Bai An.


Lusinan tangan emas itu, begitu menyilaukan dan Bai An, dia menghindar dari kiri ke kanan kadang terbang ke atas.


Tapi, karena jumplah tangan emas itu lusinan, ahirnya, Bai An tertangkap dan di cengkram oleh tangan emas raksasa.


Begitu Bai An di cengkram, tangan itu langsung melemparkan ke arah gubuk Long Fai yang dia tinggali.


Lemparan itu seperti bola kasti dan sangat cepat. Bahkan ketika lemparan dan Bai An sudah tetjatuh di tahah, dia masih berguling-guling sambil menabrak pohon lusinan kali.


"Brengsek!" Bai An panik, karena dia sedang terhempas dan berguling-guling tidak terkendali sedang menuju gubuk Long Fai tinggali.


Dia takut jika terkena kutukan karena merusak gubuk yang sedang tinggali Long Fai. Namun dia ingin berhenti ketika sedang terhempas, namun hempasan jurus Wei An sungguh kuat sehingga dia tak berdaya, menabrak gubuk Long Fai.


~


Di dalam gubuk, Long Fai sudah mempersiapkan kamar untuk Wang Roulan tinggali, bahkan dia sudah membuat baju untuk Wang Roulan yang sangat bagus dan bahan kualitas tinggi.


Dengan ketrampilan menjahit yang dia pelajari lusinan tahun di Artefak Naga lantai dua, dia Long Fai sudah mahir hingga mendapat gelar Dewa Menjahit.


Dewa menjahit, adalah Dewa Menjahit, sebagai gelar dewa, mengapa dia tidak mengetahui kekuatan yang terkandung ketika dia sedang menjahit, bahkan dirinya curiga bahwa gelar ini hanya sebuah nama. Namun dia masih percaya kepada Artefak Naga bahwa semua yang ada di dunia Artefak adalah menakutkan, dan anda harus mempercayai.


Walau dia belum tahu secara ditail kekuatan Dewa Menjahit, dia harus mempercayai secara mentah-mentah.


Namun apa yang di pikirkan Long Fai, tentu saja berbeda apa yang di lihat oleh mata telanjang Wang Roulan. Ketika dia melihat Long Fai sedang menjahit, dan membuat pakaian, dia melihat bahwa setiap gerakan yang di lakukan Long Fai ketika membuat baju, ada jejak tao yang mengikuti dengan indah bahkan jejak energi ini, memasuki ke sebuah baju yang sedang di buat.


Bahkan Wang Roulan sudah menyimpulkan bahwa entah barang yang tidak berguna, jika itu di olah oleh Long Fai maka, barang itu menjadi tingkat tinggi.


Setelah beberapa saat, Long Fai setidaknya sudah membuat lima lusin baju untuk di kenakan Wang Roulan.


Bahkan, dia menyuruh untuk Wang Roulan mencoba baju yang dia buat. Ketika Wang Roulan sudah memakai baju yang di buat dirinya, Long Fai sangat berseru dan dengan itu, dia berkata seperti ini. :"Uhhh Lanlan, kamu sekarang sangat cantik, aku hampir berpaling."


Dengan rayuan Long Fai, Wang Roulan menjadi manis di hatinya. Dengan senyum menwan, dia menghampiri Long Fai dan memeluk dengan lemah lembut.


"Fai, terimakasih, ini aku sangat menyukainya!" Kata Wang Roulan dia sangat lembut kepada Long Fai.


"Sighh percayalah kepada aku, bahwa aku adalah serbaguna, oh iya aku juga sangat senang ketika kamu menyukainya." Dengan itu, Long Fai memeluk pinggang Wang Roulan. Dia melihat bibir merah cery milik Wang Roulan yang begitu manis, sehingga tak sabar untuk mencium.


Wang Roulan juga memerah ketika dia melihat bahwa Long Fai hendak mencium, dengan itu mata sendiri terpejam sambil menunggu ciuman Long Fai yang begitu bergairah.


Namun ketika Long Fai sedikit lagi, sekitar satu senti meter hendak mencium bibir manis Wang Roulan, tiba-tiba ada suara.


"Bom!"


"Dentang!"


Pada saat itu, ketika Long Fai hendak mencium Wang Roulan, tiba-tiba kepala bagian pipi kiri tertabrak pantat milik Bai An, sehingga dia juga ikut terpental dan menabrak dinding hingga jebol ke luar dari gubuk.


"Long Fai...!" Wang Roulan juga kaget.


Di sisi Long Fai setelah berhenti karena tertabrak pantat Bai An dia ingin menangis tapi tidak ada air mata dengan itu dia memarahi Bai An. "Bajingan Bai An.. kamu merusak semuanya.!"