Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Qingua Bingung


Bab 412 Qingua Bingung


Mata Long Fai sepertinya bisa membunuh makhluk bermata empat itu. bahkan cengkraman itu bertambah lagi kekuatannya karena Long Fai tidak sabar untuk menanyakan bagaimana makhluk itu sombong kepada dirinya seketika langsung melemparkan ke jalan sehingga pakaiannya langsung kotor.


"Swosh!"


"Bang!"


“Apa yang terjadi?”


“Oh lihat, budak yang berani sekali kepada penduduk kita,”


“Sial! Apakah budak ini tidak diajari sopan santun bisa-bisanya melawan kasta atas mungkin saja dia bosan hidup,”


“Mari kita melihat dulu bagaimana akhir hidup dari budak yang memakai baju hitam itu. Cih!"


Kemudian makhluk yang memiliki mata empat melihat penduduk semuanya sedang menonton akhirnya berteriak memarahi mereka semua.


“Oi, kalian brengsek Kenapa hanya menonton saja cepat bantu aku dan bunuh dia!”


Barulah beberapa suku yang sedang menonton dengan gembira tersadar dan mengikuti intruksi dari makhluk bermata empat untuk membunuhp Long Fai.


Long Fai melihat lusinan berbagai suku sedang mengeroyoki ke arah dirinya, kemudian langsung mempraktekkan jurus Tai Chi yang paling sederhana dalam teknik tersebut.


Long Fai berlari dan mensleding tekel beberapa suku yang di depannya dengan kedua tangannya seperti menunjuk dengan gaya pedang langsung mengenai titik-titik urat spiritual dari makhluk tersebut.


Tarian tangan dari Long Fai, sungguhlah sangat lihai bahkan serangan itu lusinan yang sedang mengeroyokinya tidak merasakan sentuhan tangan Long Fai.


Barulah mereka semua sadar ketika Long Fai tiba-tiba meloncat sekitar 10 meter dan langsung mendarat di atas atap rumah para penduduk karena pada saat itu, lusinan makhluk yang sedang mengeroyoki Long Fai tiba-tiba terjatuh lumpuh tidak bisa menggerakkan sedikitpun tangannya seseorang mereka semua mati.


“Ahh sial apa yang telah terjadi dengan tubuhku Kenapa tidak bisa digerakkan!”


Long Fai mendengar lolongan para makhluk itu yang marah bercampur bingung apalagi juga ada jejak ketakutan karena mungkin saja baru pertama kali melihat ada teknik yang begitu sangat aneh tidak terasa rasa sakit ketika menyerang tapi efeknya langsung mematikan.


Long Fai hanya menatap dari atas atap rumah sambil tersenyum mengejek. Kamudian Long Fai melontarkan kata-katanya.


“kalian, kalian, kalian semua, adalah sampah dan hama bagi di mataku, Cih! Apakah ini yang dinamakan makhluk terpandang yang selalu menindas makhluk rendah sungguh sangat ironi kalian semua di mataku hanyalah pantat kuda!”


“Apakah kalian tahu apa itu pantat kuda? Pantat kuda adalah pantat yang berwarna hitam penuh kotoran dan sangat menjijikkan ini sama persis kalian semua sungguh sangat kotor menjijikan dan tidak enak dipandang!”


Semua lusinan makhluk yang tubuhnya lemas tidak bisa bergerak seperti kain pel, tiba-tiba marah dan berteriak.


“Bajingan memangnya siapa kamu, berani sekali membuat kegaduhan di tempat ini! Tempat ini adalah wilayah kami, tentu saja apa yang kami lakukan itu adalah kebebasan tidak perlu meminta izin kepada semua orang.”


“Kami menindas makhluk kerendahan itu juga terserah kami tidak ada hubungannya dengan Kamu brengsek bebaskan kami dasar sialan!”


Long Fai kemudian dimarahi oleh lusinan makhluk yang sedang terbujur lemas di tanah hanya mengangkat bahu. Kemudian mendekati satu persatu dari makhluk yang terkapar kemudian, mengeluarkan seruling hitam andalannya tiba-tiba Long Fai langsung menyiksa menampar semua pantat makhluk yang sedang terkujur lemas di tanah.


"Pak!"


“Aduh!”


“Hahah ohh pantat Ini sungguh bergelombang seperti agar-agar hahaha!”


"Pak!"


“Aduh hentikan!”


Long Fai pada saat itu menyiksa lusinan beberapa makhluk yang masih terbujur lemas kaku di tanah dengan menampar bokongnya beberapa lusin kali sampai Long Fai merasa puas.


Tentu saja, ada banyak makhluk yang dari kejauhan bersembunyi untuk melihat situasi. Tidak juga ada yang ingin menyerang Long Fai akan tetapi tiba-tiba ada pemandangan aneh tubuhnya tidak bisa digerakkan seperti menjadi patung sehingga dari awal sampai akhir ingin menolong akhirnya hanya berdiri kaku sambil melihat satu warga dipukuli bokongnya.


Ada darah yang bercecer seperti mata air akibat luka yang sangat banyak dari bokong tersebut akibat disiksa oleh Long Fai.


Long Fai tidak suka membunuh akan tetapi hanya menyiksa secara intens sehingga membuat puas. Setelah sekiranya sudah puas untuk menyiksa, kemudian Long Fai berjalan lagi tanpa melihat ke belakang dan seperti tidak ada hal apa-apa.


Barulah ketika Long Fai sudah menghilang dari pandangannya tiba-tiba tubuh yang sudah lemas seperti kain pel seketika kembali seperti semula bisa digerakkan.


Karena pelecehan keanehan tersebut akhirnya satu penduduk berdiri sambil mengelus-ngelus bokongnya dan berkata kepada semua warga.


“Pemuda itu sungguh sangat aneh, baik kita laporkan kepada Nona Qingua yang bertanggung jawab menertibkan wilayah ini.”


“Kamu benar, lebih baik kita semua melapor kepada Nona Qingua bagaimana mungkin kita akan mudah ditindas kepada orang manusia yang sangat rendah dan penampilannya seperti pengemis.”


“Sial! Apakah kita harus melapor kepada nona? Aku takut jika Nona akan terkesimak melihat penampilan pemuda yang tadi menampar bokong kita,”


Mereka Semuanya setuju bahwa penampilan wajah Pemuda tersebut sangatlah tampan sehingga memiliki hati yang cemburu. Karena itulah mereka sedikit ragu-ragu untuk melapor Qingua karena takut saja Nona Qingua akan jatuh hati kepada pemuda tersebut.


Kemudian, sosok Long Fai sudah sangat jauh dari tempat perkelahian tadi, dia hanya tiba di tempat yang memiliki Jalan setapak yang sangat lebar banyak orang dan suku lainnya sedang bertulang tapi ada yang aneh, karena semua warga itu seperti sedang menyamping di pinggiran karena ada kereta kuda yang sedang membawa gerobak bangsawan.


Long Fai kemudian juga ikut menyamping sambil melihat kereta kuda tersebut dengan tenang.


“Apakah ada acara tertentu Kenapa ada kereta kuda yang sangat megah lewat di sini?” Long Fai berkuman kepada diri sendiri sambil melihat dari kejauhan kereta kuda itu sampai melewati ke arah dirinya.


Di dalam gerbong kereta kuda, Qingua sedang melamun memikirkan umur yang telah hampir satu ribu. Dengan umur hampir satu abad tapi belum merasakan bagaimana berhubungan intim karena dirinya memiliki persyaratan tinggi untuk menjadi pasangannya.


“Hmm apakah tidak ada pria yang kuat dan tampan seperti pangeran peri?” Qingua tersenyum pahit kemudian kepalanya menoleh ke kiri tanpa sadar melihat ada sosok pemuda yang sangat tampan bahkan ketampanannya melebihi dari Shin Jing itu sendiri.


Pemuda itu seperti perih dan berdebu walaupun memakai baju biasa namun Aura yang dipancarkan semula sangat luar biasa.


“Pemuda itu sungguh sangat tampan!" Qingua berseru kagum sudah ada satu kriteria dari pemuda itu. Yaitu, Dia memiliki wajah yang sangat tampan seperti.


Sekarang dirinya harus mengidentifikasi apakah pemuda itu yang memiliki wajah tampan sangat kuat? Jika dia tidak memiliki kekuatan yang kuat maka dirinya akan menyerah.


Mata Qingua tiba-tiba upilnya yang tadi berwarna hitam seketika berubah jadi merah dan menatap tubuh Long Fai dari atas sampai ke bawah.


Qingua hanya mengerutkan keningnya. Karena Pemuda itu sungguh sangat biasa dan sangat sampah tidak ada jejak kultivasi yang mengalir dari urat-urat yang menyebar di tubuhnya.


“Bagaimana mungkin apakah Pemuda itu hantu?” Qingua percaya bahwa walaupun ada makhluk rendah pasti masih ada jejak cultivasi yang mengalir walaupun secara samar. Akan tetapi pemuda itu sungguh tidak memancarkan energi kultivasi di tubuhnya sehingga Qingua perang kapan pemuda itu hanyalah berpura-pura atau dirinya baru pertama kali melihat kualitas makhluk yang sangat rendah.