Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Cu Liu Fan Bertindak


Bab 557 Cu Liu Fan Bertindak


Patung raksasa kebetulan disampingnya ada batu yang sangat besar yang menancap, seketika dicabut dan di gedor-gedor ke arah sekumpulan Paus.


Bum!


Bum!


Bum!


“Tidak ... Sepertinya di seluruh perbatasan sudah ada perangkap dari Arthur! Brengsek kita harus melompat ke perbatasan ayo!" Salah satu paus sungguh sangat panik. Dia berkeringat deras sampai punggungnya basah kuyup seperti mandi.


Bum!


Bum! Patung raksasa mencoba mengejar sekumpulan paus sehingga ada beberapa sebagian yang pecah akibat ditumbuk oleh patung raksasa.


Sebagian yang sudah kabur sangat jauh, tiba-tiba monster raksasa langsung tidak tinggal diam. Dia melemparkan batu yang sedang dipegang langung melesat sangat cepat.


Swush!


Bang!


Ahhh! Tiga paus meledak bonyok akibat terkena terjangan batu raksasa.


“Ahh sial!" Erikson juga langsung bermanuver dan mencoba memukul lesatan batu raksasa yang sedang ingin menghantam dirinya.


Bang!


Batu hancur tetapi sebagai gantinya, tanganya juga hancur. Kemudian Erikson berteriak: “Kita tidak bisa melawannya! Kita haru mundur dan bermunajat kepada sang Dewa agung!"


Erikson menggertakan giginya sambil memegangi tangan yang sudah hancur dan terbang sangat jauh.


Hahaha! Kamu rasakan! Makanya jangan sombong. Kamu belum melihat kehebatan Long Fai. Jika kamu melawan langsung Long Fai sudah dipastikan kamu akan kencing di celana. Untung saja yang dihadapi kamu adalah patung raksasa biasa. Walaupun patung biasa kamu tidak bisa mengalahkan.


Kita kembali dimana Erikson yang sudah melarikan diri untuk melapor kepada Cu Liu Fan. Sepertinya Erikson ingin meminta bantuan lagi. Bahkan ada kemungkinan dia meminta kekuatan berkah dewa dari Cu Liu Fan.


Dia masih keras kepala. Apakah dia pikir dengan jika meminta bantuan kepada Cu Liu Fan akan bisa mengalahkan Long Fai? Humpp... Tentu saja sekuat tenaga Erikson untuk meminta bantuan kepada Cu Liu Fan tidak akan merubah fakta bahwa dia tak akan bisa mengalahkannya.


Tetapi Erikson sayangnya tidak mengetahuinya kehebatan Long Fai. Dia hanya tahu bahwa


Cu Liu Fan yang sudah seperti Dewa, bisa mengalahkan Long Fai dengan mudah. Karena Erikson sudah menganggap bahwa Cu Liu Fan adalah Dewa yang maha kuasa.


Beberapa saat kemudian Erikson dan beberapa paus yang selamat langung sudah tiba di kerajaan Radiant.


Wajah Erikson sudah pucat seperti kertas putih tanpa noda sambil memegangi bahu yang lengan tangannya sudah hilang setelah memukul lesatan batu tersebut.


Cu Liu Fan yang sedang duduk seperti dewa sambil menikmati vasilitas tiba-tiba melihat bahwa Erikson dalam keadaan yang sangat bahaya akhirnya langsung mengerutkan keningnya.


Erikson setelah mendekati Cu Liu Fan akhirnya mengatakan dari A sampai Z. Tidak ada yang disembunyikan ketika dia melaporkan masalah bahwa perbatasan Aksu dan Naga Azhure sungguh sangat susah untuk ditembus.


“Ada apa dengan penampilan mu? Dan kamu sudah diberikan kekuatan dari ku kamu masih kalah? Ya Ampun....” Cu Liu Fan menggerutu dan dia tak menyangka bahwa perbatasan antara Aksu yang sekarang dan perbatasan Naga Azhure pihak seorang untuk menyusup dan mengambil informasi penting hanya berakhir tragis.


“Saya juga kaget Tuan! Kami semua tidak berharap bahwa perbatasan Naga Azhure, sungguh sangat jahat. Ada beberapa puas yang meninggal seketika akibat penjaga seperti patung emas raksasa. Aku mohon Dewa suci untuk mengusir iblis Arthur tersebut!” Erikson berlutut sambil memegangi bahu yang sudah hilang sambil merintih kesakitan.


Hmmm sepertinya yang dipikirkan. Akhirnya Erikson meminta bantuan lagi agar Cu Liu Fan untuk turun tangan. Kalaupun tidak, Cu Liu Fan meminta agar tubuh Erikson di isi kembali energi berkah yang lebih melimpah.


Tanpa pikir panjang, Cu Liu Fan melambaikan tangannya seketika ada energi lagi yang meluap-luap sehingga Erikson seketika gembira dan girang karena mendapatkan berkah dewa cu Liu Fan.


Setelah memberikan berkah dewa, Erikson berkata kepada Cu Liu Fan lagi, “Tetapi Tuan. Saya masih merasakan bahwa kekuatan para penjaga Naga Azhure sungguh sangat kuat. Sepertinya saya tidak yakin untuk memenangkan pertandingan ini."


Cu Liu Fan berkerut, “Apalah kamu meragukan kekuatan berkah Dewa ini?”


“Tidak ... Tidak ... Saya tidak meragukan kekuatan yang diberikan oleh Anda. Hanya saja untuk melawan mereka semua dengan saya sendiri, sepertinya berat sebelah....”


”Saya ingin meminta bantuan Anda Tuan. Jika saya mengalami hal yang tak terduga, maka saya akan cepat meminta bantuan kepada Anda tanpa pergi ke wilayah Radiant.” Erikson menjelaskan.


“Kamu ingin aku ikut ke wilayah perbatasan dan ikut bertarung?” tanya Cu Liu Fan.


“Ini benar Tuan ....” Erikson menjawab dengan ragu.


Mata Cu Liu Fan terpejam sebentar. Dia berpikir tidak masalah juga untuk membuang-buang keringat untuk menunjukkan bahwa Cu Liu Fan adalah kekuatan transenden dan tidak bisa diganggu gugat. Bahkan tindakan ini juga memungkinkan untuk melepaskan sayap agar dia tahu kebesaran dewa Cu Liu Fan agar wilayah Naga Azhure menyembah dirinya. Jika mereka semua menyembah, otomatis kekuatan iman akan bertambah lagi.


Dewa yang kuat dilihat dari kekuatan Iman. Semakin banyak orang yang percaya dan menyembah, maka dewa itu juga semakin kuat.


Akhirnya setelah memikirkan, Cu Liu Fan berkata: “Baik aku ikut dengan mu. Tetapi ini hanya satu kali. Setelah satu kali, kamu tidak ada lagi kualifikasi untuk mendatangi aku untuk berurusan mahkluk rendah seperti dia.”


Akhirnya Erikson tersenyum lebar. “Terimaksih atas bantuannya Tuan.”


Swosh!


Akhirnya kita melihat mereka berdua pergi terbang untuk menuju ke perbatasan Aksu dan Naga Azhure. Apakah jika Erikson membawakan Cu Liu Fan untuk mengalahkan penjaga perbatasan dari pesuruh Long Fai akan bisa mengalahkan? Tentu saja itu hanyalah mimpi! Bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan penjagaan Long Fai yang begitu sangat ketat.


Akan sangat dikhawatirkan jika dia kalah dan melarikan diri sambil terkencing-kencing hahaha!


Mereka tidak membutuhkan satu jam dengan bantuan Dewa Cu Liu Fan, akhirnya sudah mendarat di perbatasan Naga Azhure dan Aksu.


Cu Liu Fan melihat kesekeliling bahwa ada beberapa sebagian benteng yang hancur. Mungkin itu disebabkan pertempuran tadi antara Erikson dan penjaga patung raksasa.


Kemudian Erikson menunjukkan jarinya ke arah dengan marah.


”Tuan! Dia adalah patung yang sudah membunuh sebagian para paus,” ucap Erikson sungguh sengit.


Cu Liu Fan alisnya berkerut. Dia tidak merasakan rasa bahaya sehingga tatapannya menjadi menghina. Dia pergi memasuki kedalam wilayah Naga dan mencoba mendekati patung tersebut yang sedang duduk bersila.


”Ini adalah patung sampah. Aku bahkan bisa menghancurkan patung ini hanya sekali tinju.” Cu Liu Fan menghina dan dia sudah sampai di hadapan patung raksasa yang sedang bersemedi.