Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Long Bing


Bab 116 Long Bing


Di alam dewa, berita kematian dewa darah, menggemparkan seluruh alam dewa. Karena kematian yang sangat aneh dan tidak di ketahui.


Para patung yang di sembah kepercayaan mulai gugur. Para dewa juga menyelidiki apa sebab kematian dewa darah.


Namun penyelidikan itu, tidak membuahkan hasil.


"Ini aneh, mungkin yang membunuh dewa darah adalah sama-sama dewa? Tapi dewa siapa setahu aku tidak ada dewa yang berani berurusan denganya jika tidak darah anda tersedot?" Ada pria tua yang sangat kekar sedang berkata ingin tahu kematian dewa darah. Dan orang itu juga mempunyai gelar dewa darah yang peringkatnya di atas dari dewa yang di bunuh Long Fai.


"Aku juga tidak tahu, dia membunuh dewa darah sangat mulus tanpa ada jejak yang bisa aku deteksi?" Ada pria yang memiliki rambut kuning di dahinya, dan matanya juga kuning pandangannya tajam, dia memakai pakaian warna kuning yang menjawab pertanyaan dewa darah. Orang ini bernama Tang Yi. Walau dia tidak memiliki gelar dewa, namun kekuatanya sudah di sandingkan dengan para dewa.


Apa lagi di bagian sisi kepala ada tanduk yang melengkung, ini membuktikan bahwa Tang Yi bukan dari ras manusia namun dia berasal dari ras monster kambing.


Namun Tang Yi berkata lagi sambil tersenyum: "Bukan kah dengan kematian dewa darah kamu akan senang hati mendapatkan peningkatan wilayah?"


Namun dewa darah menggelengkan kepalanya. "Tidak, tapi ada orang lain yang sudah merebut gelar dewa darah tersebut.


Di dunia dewa, jika dewa itu satu sama se aliran maka dengan membunuh, dia bisa mendapatkan kekuatan dewa yang di bunuh. Tapi untuk membunuh tidaklah gampang penuh kesusahan. Tapi dia bingung, orang yang membunuh salah satu dewa darah, sangat halus dan bersih. Bahkan anda tidak menemukan bekas pertarungan yang sengit dan merusak di sekitar sini.


Bagai mana ada dewa darah yang sangat licik untuk membunuh? Bahkan jika anda mengatakan Long Fai pembunuhnya, dia tidak akan mengaku. Dia tidak merasa membunuh dewa darah karena Long Fai tidak tahu bahwa nyamuk yang dia tepuk adalah dewa darah.


Sementara itu, Long Fai yang sedang menjarah perhiasan berbagai peralatan, tiba-tiba tanpa sadar ada ingatan jurus dewa darah yang di berikan oleh Artefak Naga. Long Fai yang sedang semangat, tersesat sejenak.


"Ada apa ini? Aku mendapatkan gelar dewa darah?" Long Fai bingung sebentar. Tapi dia tidak peduli lagi dan dia terus mengais rejeki yang di sekitar ruangan clone dewa darah.


Long Fai melihat kotak peti yang sepanjang setengah meter berwarna hitam. Karena tidak tahu, Long Fai membuka kotak peti itu. Setelah membuka, dia melihat pedang hitam yang atasnya bergerigi teratur dan memiliki warna darah yang sangat menyala.


Karena kematian dewa darah, maka pedang milik dewa darah itu sendiri tanpa di ketahui yang pasti sudah muncul di tempat Long Fai berada.


Raja darah, dia tidak sembarang untuk memegang pedang itu karena terdapat kebencian mahluk yang sudah mati penuh kebencian. Jika anda memegang pedang ini, maka anda akan gila dan membantai dan membunuh apa yang anda lihat di depanya.


Tapi ketika Long Fai yang memegang, entah kenapa dia hanya merasakan rasa hangat di bagian gagang pedang itu.


"Pedang ini, cukup bagus. Maka aku akan di gunakan untuk memenggal musuh." Kata Long Fai sambil tersenyum. Walau pedang ini tidak memiliki peringkat tapi, jika Long Fai yang menggunakan akan mematikan.


Long Fai menaruh pedang itu di punggung. Setelah itu dia mencari tempat yang lebih jauh untuk menemukan ke dasar tepat dimana ada harta santo pelindung. Di reruntuhan ini, Long Fai yang terus ke dalam tidak ada jebakan yang berfungsi menghadapinya.


Satu jam kemudian, Long Fai menginjak tanah yang sangat rapuh, akhirnya dia terperosok ke bawah.


"Sial..!"


Peti apa ini, kenapa bisa membekukan area di sekitarnya?" Long Fai bingung. Tapi sesaat kemudian matanya cerah dan berguman sendiri: "Barang ini, sangat bagus cocok di gunakan kulkas hehehe."


Long Fai mendekati peti itu dan membukanya. Jika anda melihat, sebenarnya ada aray segel peringkat dewa yang di tanam di peti mati ini. Namun entah kenapa tangan Long Fai seperti dewa yang agung hanya membuka peti itu, aray itu seketika tidak berfungsi.


Ketika Long Fai membuka, tiba-tiba ada wanita yang sangat menawan yang sedang tertidur sangat nyaman di kotak ini. Dan di kepalanya ada tanduk naga yang menumbuhi di setiap sisi kepala.


Baju yang di kenakan wanita ini semuanya serba putih. Dan setiap nafas yang di keluarkan seperti mengeluarkan jejak kedinginan.


"Ras naga es?" Kata Long Fai di Artefak lantai dua dia sudah belajar dan menghafal ras monster di seluruh alam sehingga dia mengetahui. Ketika Long Fai sedang menatap diam-diam wanita itu, tiba-tiba mata wanita membuka dan setiap tatapan bisa membekukan area di sekitar. Namun Long Fai tidak terpengaruh dan tidak menyadari.


"Ahh sial," Long Fai kaget di langsung mundur.


Wanita itu bangun dari tidurnya.


"Dimana aku? Siapa aku? Apa yang sedang aku lakukan?" Gumaman wanita naga membuat Long Fai berkata. "Oh dia amnesia."


Long Fai mendekati wanita cantik itu dan berkata. "Kamu apakah ingat nama kamu?"


Wanita itu, menoleh tanpa expresi ke arah Long Fai dan berkata: "Nama aku? Aku tidak ingat." kemudian wanita naga menggelengkan kepalanya.


"Oh jadi seperti itu?" Long Fai memegang dagu dan mencoba berpikir keras. Setelah itu dia ingat dan berkata. "Jika kamu tidak ingat, maka aku akan memberikan nama baru kepada kamu. Karena kamu adalah naga es maka aku akan memanggil kamu Long Bing. Apakah kamu suka?"


"Ok nama aku Long Bing." Long Bing langsung setuju.


"Eh? Apakah begitu mudah?" Long Fai bingung dia melihat wanita ini sangat polos. Tiba-tiba dia menyringai licik. Karena dia amnesia, sebaiknya aku manfatkan sebagai tameng.


"Binger, sekarang kamu adalah tunangan aku. Sebagai tunangan maka kamu semestinya melindungi aku dari bahaya." Long Fai tersipu dan diam-diam dia jahat di hatinya.


"Aku tunangan kamu? Apa itu tunangan?" Long Bing tidak tahu karena inggatan masih di segel.


"Ini..! Long Fai bodoh dia tidak menyangka, wanita ini tidak tahu apa-apa.


Setelah itu, Long Fai akhirnya menjelaskan apa itu tunangan kepada Long Bing. Seperti tidur bersama, hidup bersama sampai tua. Dan saling melindungi satu sama lain. Singkatnya, Long Fai menjelaskan apa yang dia ingat hubungan pacaran romantis di kehidupan di bumi kepada Long Bing.


"Apakah kamu tahu." Long Fai tersenyum.


"Sedikit bisa di terima." Long Bing menjawab tanpa berpikir


"Baiklah jika seperti ini ayo pergi dan kita saling berpegang tangan." Kata Long Fai sambil tersenyum.