Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Musim Semi Yang Pupus


Bab 389 Musim Semi Yang Pupus


Lin Kun setelah membuka baju bagian atas dan memainkan kedua gunung yang angung seketika dari kedua tonjolan putingnyaa, langsung menembakkan cairan putih ke dalam penuh wajah Lin Kun.


"Splash!"


“Uhh!"


Lin Kun tidak membiarkan air putih itu terbuang sia-sia langsung menggunakan mulutnya untuk menyedot kedua gunung lembut nan agung silih bergantian.


“Cairan gunung milik mu sungguh sangat nikmat, aku sangat menyukai,” kata Lin Kun dalam raut wajahnya ada jejak kelembutan yang begitu jelas.


“Uhh jika kamu merasa nikmat, sebelum mimpi ini berakhir, minumlah sesuka kamu!" balas Fenghuang Lin dan wajahnya ada jejak raut merah yang mempesona.


Fenghuang Lin tahu bahwa ini adalah mimpi, dan dia sungguh beru pertama kali merasakan musim semi dengan Lin Kun.


Walaupun ini adalah musim semi pertama dan di alam mimpi, tapi sungguh membuat tubuhnya serasa memasuki langit ke tujuh.


Kemudian Lin Kun cakar iblisnya memainkan Cipay nya sehingga benda milik Fenghuang Lin langsung melumer karena mengeluarkan cairan kental manis.


Satu jari dimasukkan kedalam lubang Cipay setelah sekitarnya sudah longgar, langsung menggunakan dua jari untuk memasukan ke lubang Fenghuang Lin. Sampai pada suatu saat, satu kepalan tangan Lin Kun masuk kedalam goa surgawi Fenghuang Lin sehingga saat ini Fenghuang Lin terengah-engah penuh nikmat.


Tangan Lin Kun dilumuri lendir dan darah yang cukup banyak, namun dalam raut wajah Fenghuang sendiri penuh kenikmatan.


Pemanasan sudah selesai, dan Lin Kun hendak memasuki Tintin ke dalam Cipay yang penuh lendir. Akan tetapi tiba-tiba tanpa sebab ada batu yang meluncur dari atas langit sehingga langsung bangung dari tidurnya.


"Bam!''


"Ahhh mimpi indahku!"


Lin Kun langsung bangun karena pada saat itu, ketika dia membuka mata ada sebuah benda yang menimpa dirinya.


Benda tersebut berupa cangkang kura-kura emas dan pada saat itu, kura-kura emas tersebut berteriak lewat kesadarannya.


”Aku lapar, aku ingin memakan nasi dan rumput!” Dewa turtle berkata terus terang walaupun itu hanyalah bercanda, bagaimana mungkin yang sudah setara Dewa akan begitu mudah kelaparan.


Dewa Turtle semata-mata hanya ingin bercanda dan usil kepada Lin Kun.


Tentu saja, Lin Kun yang sangat marah di dalam hatinya hanya berkata lembut tapi, giginya sudah menggertakkan.


“Apakah Turtle ini tidak bicara baik-baik, aku kehilangan mimpi yang indah! Wooo!” Lin Kun menangis karena tidak bisa merasakan musim semi bersama wanita cantik walaupun di alam mimpi.


“Lancang!" Dewa Turtle langsung menampar Lin Kun sehingga meluncur ke atas dan atap itu sendiri jebol.


Lin Kun berputar-putar di udara sampai pada suatu saat, akhirnya menimpa Huang Chen dan Duan Xiaochu.


"Bam!"


Lin Kun langsung mencoba berdiri dan dia ingin menangis tapi tidak ada air mata, karena sudah melewati musim semi bersama wanita Fenghuang Lin di mimpinya.


Setelah itu ketika hendak meninggalkan tempat ini, Lin Kun di hentikan oleh Huang Chen.


Baru saat itulah Lin Kun tersadar bahwa ketika di hempasan oleh Dewa Turtle, dia menimpa dua orang.


Lin Kun langsung memalingkan tubuhnya dan berkata hormat, “Tuan, ini aku minta maaf karena telah membuat mu tidak nyaman, kebetulan ini masih malam hari dan aku mau melanjutkan tidurnya kembali maafkan atas kesembronan ku.”


Huang Chen tentu saja tidak terima langsung berteriak: “Sial apakah kamu tidak tahu kami adalah orang dari pihak Sekte Teratai Salju!”


“Sekte Teratai Salju?” Tiba-tiba, pandangan mata Lin Kun menyipit tajam, dia ingat bahwa ada tiga gadis yang menjadi bawahannya Long Fai. Gadis tersebut bekas Sekte Teratai Salju.


Lin Kun juga tahu perseteruan yang telah dilakukan pihak Sekte dan ketiga gadis tersebut sehingga langsung berkata kepada Huang Chen dan Duan Xiaochu.


“Oh, kamu ternyata berasal dari sekte Teratai Salju, kamu datang ketempat wilayah ini untuk mempersembahkan nyawa kalian, atau bagaimana?” kata Lin Kun dengan mencibir.


Duan Xiaochu tentu saja langsung berkata: “Oh jadi kamu komplotan dari pria tua yang murid ku sebutkan hah! Huang Chen serang dia, cepat! Aku akan ke toko tersebut untuk memenggal kepala pria tua itu!”


Huang Chen menjawab, “Baik kepala Sekte, serahkan kepada murid ini!”


Kemudian Huang Chen meluncur untuk menyerang Lin Kun. Namun, Lin Kun langsung menggunakan jurus serpak terjang kodok langsung menendang perut Huang Chen sehingga akibat tendangan tersebut, Huang Chen meluncur sangat cepat dan langsung cedera.


Lin Kun meraih batu sebesar 🍈 melon langsung meloncat untuk membunuh Huang Chen seketika.


“Orang yang ingin mencelakakan pihak Tuan maka tidak diijinkan hidup!”


"Sikat!"


Setelah Lin Kun mendekati Huang Chen, seketika langsung memukul kepalanya hingga pecah dan meledak.


Huang Chen tewas seketika tanpa bereaksi karena serangan Lin Kun sangat cepat dan efektif.


Sementara itu, Duan Xiaochu mengetahui dari pertama bahwa Lin Kun aneh dan intuisinya bahwa Lin Kun sangat berbahaya dan sepatutnya harus melarikan diri untuk merencanakan pembalasan selanjutnya.


Benar saja, Duan Xiaochu tanpa sepengetahuan Lin Fan sudah lari terbirit-birit kabur dari hutan gundul tersebut.


Bahkan dia yakin kesepuluh pembunuh bayaran sudah mati di tangan pemuda Lin Kun.


Sementara itu, Lin Kun yang telah membunuh Huang Chen hanya menyisakan badan dan otak bergantungan langsung di bawa ke tempat kolam untuk di makan ikan piranha.


"Sikat!"


Lin Kun meloncat terbang dan sudah mendarat di samping toko Kelontong Long Fai yang ada kolam kecil.


Kemudian jasad tubuh Huang Chen langsung di lemparkan ke kolam tersebut. Namun sebelum itu, Lin Kun meraih cincin penyimpanan untuk di cari harta berharga untuk di jual di Toko Long Fai yang kebetulan akan bukak di hati mendatang.


Song Chufeng kebetulan melihat Lin Kun melemparkan jasad Huang Chen akhirnya mengerutkan matanya. Dari kejauhan sepertinya jasad yang di bunuh tanpa kepala adalah jasad Huang Chen yang perak di temui pada waktu itu.


Akhirnya Song Chufeng sudah yakin bahwa pihak Sekte Teratai Salju tidak akan menyerah untuk mengambil ketiga gadis tersebut.


Malam hari ini, untuk melapor Long Fai tidaklah sopan mungkin kamu ketiga pagi hari langsung melaporkan bahwa tadi malam beberapa anggota Sekte Teratai Salju mencoba menyusup ke tokonya.