Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Rencana Jahat


Bab 55 Rencana Jahat


Long Fai setelah menendang pantat Bai An, dia melihat gubuk yang jebol. Dia tidak menyangka bahwa kualitas ini belum sangat bagus.


Untuk memperbaiki, dia meraih kayu-kayu yang copot dan di kumpulkan. Setelah itu, Long Fai menggunakan jurus peningkatan benda.


Setelah selang beberapa waktu, Long Fai sudah membenarkan dinding rumah yang jebol.


"Ini sudah selesai!" Diam-diam Long Fai mengangguk. Tapi, dia juga melihat dari ke jauhan bahwa mungkin orang yang membuat rencana adalah Nona Dayan Sumei.


"Lanlan, apakah lebih baik aku membunuh raja?" Secara tiba-tiba Long Fai berkata seperti itu, sehingga Wang Roulan yang melihatnya terheran.


Wang Roulan menjawab kata-kata Long Fai. "Apakah kamu gila? Dia adalah Raja, dan kamu adalah pria biasa, dengan setatus Raja, bukankah di belakang dia memiliki prajurit yang sudah terlatih apa lagi, jumplah itu tergolong lebih banyak. Untuk membunuh Raja apakah kamu sudah mempunyai bawahan?"


"Bawahan itu tidak perlu, aku saja yang akan membunuh!" Kata Long Fai dia membuat postur kaisar.


Tentu saja, kenapa Long Fai memiliki rasa kepercayaan diri adalah karena dia sudah memiliki bawahan, tepatnya di Artefak Naga lantai satu dengan banyak monster-monster yang sangat menakutkan tentu saja untuk membunuh Raja tidaklah sulit.


Namun opsi itu sangat mencolok, bisa jadi dengan tindakan itu dia akan menarik kerajaan sebelah.


Tapi jika dia tidak membuat tindakan, maka dia akan menerima panah gelap oleh kerajaan Dayan.


Bahkan dengan kegagalan rencana ini, pihak raja akan membuat tembakan lagi. Namun begitu Long Fai tidak akan takut bahkan dia semangat hingga darah mendidih. Dia akan membuktikan siapa sampah sebenarnya kepada keluarga Long Bastard.


Ketika Bai An sedang terbang kepada dirinya, Long Fai melihat bahwa Bai An sedang mengelus-elus pantatnya merasa kesakitan.


Melihat tingkah Bai An, dirinya merasa lucu sehingga suasana hati menjadi tenang.


Ketika Bai An sudah dekat Long Fai berkata. "Kamu harus extra menjaga wilayah hutan ini, karena aku akan pergi ke tempat lelang. Kamu tidak perlu khawatir,"


Setelah berkata, Long Fai memerintahkan juga kepada anjing hitam untuk berjaga.


"Lanlan, apakah kamu tahu tempat pelelangan yang menurutnya terkenal?" Kata Long Fai berkata kepada Wang Roulan yang ada di sebelahnya.


"Untuk tempat pelelangan yang menurut aku terkenal, maka kita harus pergi ke ibu kota dinasti Dayan, di sanalah ada tempat pelelangan yang sangat terkenal, kalau tidak salah tempat itu bernama Rumah Penjualan Wanjie.


Pavilium Wanjie adalah tempat pelelangan terkenal di ibokta dinasti Dayan, adapun Kota Tanah Hitam adalah nama ibu kota dinasti ini.


Menurut rumor, sebelum kota Tanah Hitam terbentuk, dulunya adalah tanah hitam yang sangat tandus.


Hingga pada suatu saat ada seseorang abadi yang merubah tanah tandus itu. Namun rumor adalah rumor dan tidak tahu kepastian dan kebenaran akan hal tersebut.


"Pavilium Wanjie?" Long Fai belum mengetahuinya, karena dia adalah anak yang menyedihkan dan tidak tahu kebesaran dunia.


"Betul, untuk melakukan perjalanan, setidaknya akan membutuhkan satu hari perjalanan. Tentus saja jika menggunakan hewan terbang akan di singkat." Kata Wang Roulan dia mencoba menjelaskan kepada Long Fai.


"Ayo jika kita melakukan perjalanan sekarang lewat udra, mungkin akan begitu mudah dan kita berdua akan menikmati pemandangan gemerlapnya bintang." Long Fai berkata sambil memandang wajah Wang Roulan.


Di tatap Long Fai, Wang Roulan tersipu namun, dia mencoba tenang dan berkata. :"Lewat udara memang mempersingkat waktu, tapi apakah kamu mempunyai hewan kontrak dengan jenis yang bisa terbang?"


"Hmmp kamu tidak perlu khawatir, aku adalah orang yang bisa di andalkan hehehe!" Setelah berkata dengan bangga, dia mengeluarkan burung hitam dengan kaki empat, berekor dan memiliki empat sayap.


Burung raksasa itu, berkicau di atas langit dan mendarat di hadapan Long Fai. Dengan penampilan burung yang begitu garang, bulu hitam pekat, ini bisa di sebut burung neraka ashure.


Wang Roulan yang melihat saja, tentunya sangat bergidik. Bahkan Wang Roulan tanpa sadar mundur karena melihat tatapan mata merahnya.


Namun setelah itu, di berseru karena tiba-tiba kepala burung raksasa mengendus-endus tubuh Long Fai seseolah burung ini sudah luluh.


"Ini.. apakah ini burung peliharaan kamu?" Kata Wang Roulan dia tidak percaya.


"Hehehe bagai mana? Apakah dengan ini kita bisa berangkat." Long Fai berkata sambil menatap ke arah Wang Roulan.


"Hmmpp!" Wang Roulan menganggukan kepalanya. Namun dia masih belum kehilangan dalam keterkejutannya.


Tapi sebelum berangkat, Long Fai mengemasi sejumplah barang yang hendak di lelang, seperti cangkul, pedang bahkan tanaman rumput. Long Fai sudah tahu bahwa apa yang dia produksi adalah barang tingkat tinggi.


Setelah sudah mengemasi tentu saja Long Fai menggunkan baju setelan putih seperti sarjana baik hati.


Dengan jubah dewa, dia bisa mengubah bentuk pakaian yang dia kenakan.


"Ayo kita naik Lanlan...!" Long Fai semangat, karena ini adalah awal mula memandang dunia yang luas.


Setelah Wang Roulan naik ke atas, Long Fai berteriak.. "Ayo..mulai...!"


"Pekikkkk!" Suara monster burung hitam dan langsung mengepakkan sayapnya.


~


Di Istana kerajaan.


"Apakah yang di katakan kamu benar? Dayah Xiobai mengerutkan keningnya setelah dia mendengarkan kata-kata Lin Bei.


"Raja.. Ini benar.. semua yang di tanam oleh Long Fai setidanya kualitas peri. Tapi untuk merebut semua sumber daya tidaklah mudah." Kata Lin Bei.


Dia menceritakan dari awal pertemuanya dengan Bai An, bahkan dia menceritakan bahwa kekuatan Bai An sangat menakutkan. Apa lagi dengan perpaduan kapak.


Dayan Xiobai juga serius. Namun dia masih bisa percaya diri karena dia adalah raja, yang pada sejatinya kata-katanya adalah hukum.


Bahkan dengan pasukan yang ada di belakang untuk melawan Long Fai dan Bai An itu hanyalah masalah sepele.


Dayan Xiobai berkata. "Long Fai bukan kah itu tuan muda dari keluarga Long?"


"Itu benar ayah.. dia adalah tuan muda sampah yang terkenal." Kata Dayan Sumei dia berkata langsung kepada ayahnya.


"Ini adalah rejeki nomplok, ketika tuan muda di keluarkan tanpa sadar mendapat berkah dari warisan abadi. Namun kebahagian itu hanya sebentar, karena aku semua yang dia miliki seharusnya di serahkan raja." Kata Dayan Xiobai dengan mata menyipit.


"Meimei..ayo kita pergi ke keluarga Long untuk bekerja sama merebut harta milik Long Fai." Kata Dayan Xiobai.


"Baik Ayah...!" Kata Dayan Sumei dia tersenyum penuh kemenangan ahirnya dia sudah membayangkan jika sumber daya yang di miliki Long Fai sudah di miliki oleh pihak kerajaan maka, setatus kerajaan ini akan meningkat.


Setelah itu mereka membawa pengawal untuk berkunjung ke tempat keluarga Long untuk tujuan yang di sebutkan tadi.