Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Cai Xuansi


Bab 287 Cai Xuansi


“Tuan ku tidak memiliki masalah dalam penglihatan, justru tuanku sungguh berdedikasi dia tidak gampang tergoda wanita cantik.” Tun Ri tersenyum tipis dia kembali lagi menemui Lu Change.


Wu Mengchen jelek wajahnya dia menggertakkan giginya sambil tangan itu, mengepal karena merasa sangat kesal.


Mari kita lihat, bagai mana Long Fai cara berpenampilan, apakah dirinya tidak memiliki standar kecantikan bagi wanita seperti dirinya.


Karena pertandingan sudah usai, bahkan para warga yang sedang menonton sudah pergi meninggalkan tempat ini secara bersamaan.


“Kamu mengatakan bahwa aku tidak memenuhi standar kecantikan untuk Tuan mu Long Fai, mari aku ingin melihat.” Wu Mengchen berkata kepada diri sendiri sambil menatap kepergian Tun Ri dan Lu Change.


Setelah itu, dia pergi juga meninggalkanku tempat ini langsung berpetualang untuk mengarungi dunia.


Nama kerajaan yang sudah di ambil Tun Ri adalah Naga Azhure. Nama ini cukup mendominasi bahkan dirinya ada jejak gemetar ketika mengingat nama-nama itu.


Dia tidak tahu alasan guncangan di dalam tubuhnya ketika mendengar dan mengingat nama Naga Azhure.


Namun meski demikian dia sangat keseal karena di ejek bahwa anda jelek dan tidak pantas untuk Long Fai.


Wanita sangat suka di puji dengan kata-kata manis. Wanita juga sangat marah kalo penampilan itu tidak memuaskan sehingga berbagai cara untuk mempercantik diri seperti meminum obat umur panjang sehingga keawetan tubuh masih muda dan kecantikan itu masih terjaga hingga ratusan tahun.


kemudian Wu Mengchen menghilangkan rasa kekesalan tersebut langsung terbang ke langit sangat cepat dan kecepatan itu, sepertinya menembus ruang dan waktu.


Hanya membutuhkan kurang lebih 1 menit, Wu Mengchen sudah Tiba-tiba di dunia yang lain. Dunia atas rata-rata para praktisi yang memiliki kultivasi jenius sudah bisa merobek ruang.


Dan Wu Mengchen sudah berpindah dunia dia sekarang sedang berada di tempat hutan yang sudah pasti dirinya tidak mengenali.


Kebetulan, ketika berpindah dunia dia menemukan dunia ini sudah menjelang malam.


“Hutan ini sungguh sangat lebat. Sebaiknya aku mencari pohon yang menjulang tinggi agar aku aman terhindar dari serbuuan monster nokturnal.” Wu Mengchen menganggukan kepalanya. Walaupun dia bisa bisa melawan menggunan kekuatannya, tapi dia tidak ingin masalah ini menjadi merepotkan.


Dia melompat ke atas dan mencari pohon raksasa yang sekiranya sangat kokoh untuk beristirahat.


Hanya membutuhkan kurang lebih 1 0 teguk kopi, dia sudah menemukan pohon raksasa yang besar dan ranting satu ke lainnya juga cukup lebar dan pas untuk beristirahat.


Namun, ketika dia sedang tertiduran dan tubuhnya hendak di arahkan timur, dari kejauhan dia melihat ada hamparan savana. Wu Mengchen melihat dari kejauhan melihat api unggun dan ada satu pemuda sekitar umur 10 sampai 15 tahun yang sedang berjemur hangat Api unggun.


Dirinya juga melihat bahwa pemuda itu, sepertinya sedang memanggang daging barbeque yang cukup lumayan besar.


Seseolah tersihir oleh daging panggang tanpa sengaja dirinya langsung mendekati pemuda yang sedang memanggang daging Barbeque karena ingin tahu.


"Swosh!"


Wu Mengchen melompat ke atas langsung terbang Untuk menghampiri Pemuda yang sedang memanggang daging barbeque.


ketika dirinya hampir saja sudah dekat sekitar 10 meteran tiba-tiba dirinya berhenti di tempat. Wu Mengchen terkejut karena melihat pemuda itu yang memakai baju yang dirinya kenal.


Baju itu sama persis yang digunakan oleh Tun Ri, walaupun berbeda warna tapi ada logo yang dia kenal seperti naga yang melingkar.


Logo itu adalah Logo Naga Azhure.


“Apakah, dia juga satu kelompok dengan Tun Ri?” Wu Mengchen berkata kepada diri sendiri. namun yang membuatnya dirinya aneh setelah melihat pemuda itu.


Sedang mengamati dari jauhan tiba-tiba daging barbeque yang sudah matang aromanya memasuki hidungnya.


“Bau ini sungguh harum...” Wu Mengchen berseru kagum dia tidak tahan akhirnya tanpa sadar menjadi lapar. Dia bergegas jalan ke depan untuk menghampiri pemuda itu yang sedang memanggang daging barbeque.


Setelah dekat, Wu Mengchen berkata: “Halo bolehkah aku bergabung denganmu..”


Pemuda itu, akhirnya kaget. “Ahhh sial.. aku terkejut..”


Pemuda itu sungguh kaget, padahal dia ingin memakan dengan pertama akhirnya tidak jadi, karena daging itu jatuh ke tanah.


Pemuda itu marah langsung menoleh ke Wu Mengchen untuk memarahi tapi sekali lagi dia terkejut karena orang yang berada di sampingnya itu sepertinya memiliki pasien cantik walaupun dirinya tidak bisa melihat seutuhnya.


Tapi rasa keterkejutan itu hanya sebentar saja Kemudian kembali seperti semula.


“Kamu mengagetkanku sial...” Pemuda itu, menggerutu dia akhirnya mengambil sepotong daging yang jatuh ke tanah dan dimasukkan ke mulutnya.


Wu Mengchen awalnya sedikit malu tapi ketika melihat tatapan pemuda itu yang mengarah dirinya seperti terkejut karena melihat penampilan yang cantik dari dirinya akhirnya diam-diam tersenyum tapi hanya selang berapa detik senyumannya itu langsung mengeras karena pemuda itu tiba-tiba menjadi seperti biasa lagi.


Dia sangat kesal entah kenapa dia sungguh kesal ketika melihat raut wajah yang terpampang dari pemuda itu.


Tapi kekesalan itu tidak harus diungkapkan dia hanya berpura-pura meminta maaf: “Maafkan aku karena telah mengagetkanmu. Aku datang ke sini hanya ingin bertanya kepadamu apakah aku bisa duduk di sebelahmu?"


“Kamu boleh duduk di sini kebetulan ada api yang panas yang menyala-nyala sehingga menghangatkan tubuh ketika malam hari. Duduklah nona..” Pemuda itu berkata sopan.


Karena melihat tatapan sopan dan antusias dari pemuda yang sedang memakan daging barbeque akhirnya dia mengganggu kesejuk langsung duduk di sebelahnya.


Pemuda itu bernama Cai Xuansi. Dia juga berasal dari kelompok naga Azhure. Cai Xuansi berpetualang sendiri untuk mencari pengalaman.


Dia berasal dari wilayah Xinping, Jika saja Xiao Yun dan Long Fai melihatnya tentu saja akan mengetahui tapi dia berpetualang sendiri untuk mencari pengalaman.


Bukan hanya itu saja semua penduduk khususnya yang di atas umur 10 sampai 15 tahun bagi terutama laki-laki sudah antusias untuk berpetualangan.


Cai Xuansi bertanya kepada Wu Mengchen. “ Halo Nona kamu sendirian di sini.”


Wu Mengchen menjawab: “Aku baru datang ke sini untuk berpetualangan mencari pengalaman karena sayang luasnya dunia ini kita tidak bisa menikmati apakah gunanya kekuatan itu.”


"Hmmm!"


Cai Xuansi hanya menganggukkan kepalanya kemudian dia menawarkan daging kepada Wu Mengchen.


Wu Mengchen berterima kasih langsung memakan satu potongan daging bar bagi sembari berkata: “Kamu juga sedang berpetualangan di sini kebetulan aku pernah melihat pemuda yang memakai baju seperti hanya saja berbeda warna.”


Tiba-tiba mata Cai Xuansi, berbinar langsung menatap ke arah Wu Mengchen.


“Nona apa yang dikatakan kamu apakah benar?” Ucapan Cai Xuansi sungguh sangat semangat bahkan ketika rasa semangat itu dilihat oleh Wu Mengchen akhirnya berkata.


“Benar aku melihat pemuda hitam memakai baju sama sepertimu tapi hanya beda warna orang itu bernama Tun Ri. Apakah kamu mengenalnya?”


Cai Xuansi menggelengkan kepalanya tapi langsung menjawab dengan tersenyum gembira: “Nona Aku tidak tahu dia, tapi jika Nona berkata bahwa pemuda itu memakai baju yang sama seperti yang aku gunakan, jika tidak salah Dia berasal dari kerajaan naga Azhure.”


“Benar dia berasal dari Naga Azhure.” Wu Mengchen menjawab dengan ringan.