
Bab 122 Penyiksaan Terus Menerus
Long Bing dan Ro Ru, berhenti berjalan. Kemudian Long Bing menatap wajah Long Fai tidak ada expresi sama sekali seseolah Long Fai bukan darinya.
"Aku sudah ingat sekarang, bahwa aku sudah di tipu oleh kamu. Aku bukan tunangan kamu, jadi hari ini kamu di larang memanggil aku dengan sebutan itu." Long Bing menatap ke arah Long Fai dingin, seperti menjauh ribuan mil.
"Ohh kenapa, aku menyukai kamu dari pandangan pertama bisakah kamu selamanya menjadi tunangan aku?" Long Fai pura-pura bodoh.
Ro Ru yang melihat Long Fai ingin sekali membunuh langsung. Dia mengeluarkan aura yang membunuh kepada Long Fai sungguh besar.
Bahkan Hu Mulan dan Jiang Feng yang masih pingsan muntah darah karena aura yang di keluarkan Ro Ru.
Long Fai marah dan menghampiri mereka yang terus menerus mengeluarkan darah dari mulutnya akibat tekanan aura dari Ro Ru.
"Hentkan...! Apakah kamu akan membunuh rekan aku, kenapa kamu kultivator tidak berperasaan..!" Long Fai setelah menghampiri mereka berdua yang tergeletak terkapar, langsung menatap Long Bing dan Ro Ru.
"Ro Ru, hentikan, dia adalah teman Long Fai. Kita harus berbelas kasih toh dia juga merawat aku ketika amnesia." Long Bing menatap ke arah Long Fai tidak ada raut belas kasih sedikit sama sekali.
"Binger dia adalah rekan kamu, kenapa kamu begitu jahat?" Long Fai berkata dia mengajukan perkataan bodoh kepada Long Bing yang sudah ingatanya pulih.
"Jangan memanggil aku sebutan seseolah kamu akrab dengan aku. Dari jaman kuno, tidak ada pemuda yang setara dengan aku, bahkan kamu yang fana, aku harap kamu tidak percaya dari untuk meraih hati aku. Aku tidak butuh belas kasih, aku tidak butuh kasih sayang, yang aku butuhkan hanya kekuatan untuk menjadi abadi." Kata Long Bing sangat tenang dan tanpa expresi.
"Apakah kamu paham sampah... Kamu bukan level dia jadi hilangkan ambisi kamu untuk mengambil hati yang mulia hahah bodoh, manusia fana ini sungguh bodoh." Ro Ru menambahkan Api.
Long Fai berdiri dengan tenang memasiki mode serius. "Apakah menjadi abadi harus merelakan sifat baik untuk menjadi iblis? Jika menjadi abadi menjadi jahat, aku tidak ingin menjadi abadi. Karena iblis jahat adaalah musuh alam. Karena kamu abadi yang jahat, maka kamu musuh bagi yang baik."
"Jadi apa? Apakah kamu ingin menyerang aku, hahaha kamu adalah orang yang menyedihkan, bahkan dewa sekalipun tidak ada yang mau membantu kamu." Ro Ru mencibir. Dia melihat Long Fai dengan tatapan sarkasme.
"Jadi apa? Mulai sekarang aku akan membasmi yang jahat dan bergandengan tangan kepada orang yang membutuhkan." Long Fai menatap ke arah Ro Ru sangat tenang. Kemudian berkata lagi kepada kedua orang. "Teman aku tidak sadarkan diri apakah di sebababkan kalian berdua?"
"Itu aku, aku hanya membuat gertakan kecil karena teman kamu sangat lemah, dan pingsan. kamu tidak perlu menuduh sang ratu ini, bagi ratu melakukan hal yang tidak penting akan mengotori tangan." Ro Ru mengaku tanpa takut.
"Baiklah, aku juga sudah tahu, hanya kalian yang melakukan!"Long Fai tangannya menunjuk ke Ro Ru. Terus berkata lagi: "Karena kamu yang membuat teman aku menjadi seperti ini, maka aku harus membuat pelajaran kepada kamu."
Kemudian Long Fai berjalan sangat tenang dan mengambil seruling di pinggangnya untuk menyiksa Ro Ru.
"Hump sangat percaya diri, aku hanya lambaian saja bisa membunuh kamu dengan mudah." Ro Ru tidak tahu kepercayaan diri yang di lakukan Long Fai saat ini.
"Mari coba kita lihat.." Long Fai berkata tenang. Setelah dekat Ro Ru, dia memukul kepala Ro Ru.
Bahkan Long Bing yang melihatnya menggelengkan kepalanya, Long Fai ini sungguh berani dan lancang.
"Hmpp! Kamu dasar semut...!" Ro Ru tanganya melambaikan ke arah Long Fai yang sudah dekat. Dia berniat membunuh Long Fai dengan satu lambaian. Tapi, tiba-tiba matanya menyusut dia merasa bahwa kekuatanya hilang seseolah di penjara.
Saat ini, Long Fai meraih tangan Ro Ru yang sedang melambai ke depan setelah meraih menggunakan tangan kiri, lalu tangan kanan langsung memukul kepala Ro Ru.
"Pak!"
"Ahhh!"
Ro Ru menjerit seperti babi yang di semebelih begitu keras. Bahkan kepalanya langsung berdarah sangat deras.
"Kamu berisik seperti babi, lebih baik diam...wahai kultivator sampah..!"Setelah berkata, Long Fai mencengkram mulut Ro Ru menggunakan tangan kirinya. Setelah itu dia memukul kepala lagi sehingga tanduk Ro Ru akibat benturan seruling milik Long Fai langsung patah.
"Pak!"
"Crack!"
"Bug!"
Long Fai menghampiri Ro Ru dan menendang perutnya.
"Bang!"
"Bang!"
"Bang!"
"Ahhh...!"
"Bajingan.... kamu sialan..!" Ro Ru mengeram dia bangun sambil tertatih-tatih dan mencoba mengeluarkan kekuatanya, namun sama sekali tidak berfungsi.
Long Fai memukul Ro Ru lagi.
"Pak!"
"Ahhh.. Ini sungguh sakit..!"
Di sisi Long Bing merasa ada yang aneh, dia ikut menyerang. Tapi serangannya langsung tidak berfungsi sedikit sama sekali.
"Apa yang terjadi!" Melihat lambaian tanganya tidak mengeluarkan serangan, Long Bing raut wajahnya ada jejak keterkejutan.
Namun reaksi Long Bing terlambat. Dia langsung di pukul kepalanya, sampai berdarah, dia menjerit. Dia merasakan rasa sakit yang belum pernah dia rasakan selama sisa hidupnya.
Setelah memukul, Long Fai meninju pipi Long Bing sampai gigi Copot. Akibat tinju itu, Long Bing terjatuh terhuyung-huyung.
"Bug!"
Namun Long Fai tidak berhenti di situ saja, dia masih memukul Long Bing sehingga menjerit terus menerus.
Tangan Long Bing mencoba menahan agar pukulannya tidak mengenai kepalanya. Tapi tetap saja tangan itu mengalami luka yang sangat parah akibat pukulan seruling terus menerus yang di lakuakan oleh Long Fai.
Ro Ru yang melihatnya tidak tega, dia berteriak. "Hentikan... kamu bajingan....!"
"Engah!"
Long Fai langsung melirik Ro Ru. Hanya dengan lirikan saja, Ro Ru langsung muntah darah terus menerus seperti mata air.
Long Fai berhenti memukul mereka berdua. Namun di matanya ada jejak tidak kepedulian terhadap kedua orang itu.
Long Fai memandang Long Bing yang menangis dan wajah itu di lumuri darah dan berkata: "Kamu adalah kultivator. Aku ingat kata-kata arogant yang tadi kamu ucapkan, tapi aku akan bertanya balik kepada kamu. Apakah dengan menjadi iblis kamu menjadi tak terkalahkan? Apakah kamu menjadi dingin tanpa expresi seperti es sudah tak terkalahkan? Apakah kamu menjadi acuh tak acuh sudah tak terkalahkan? Apakah kamu kira apa yang kamu lakukan sudah tak terkalahkan? Lihatlah babi, kamu masih semut di mata aku, kamu masih sampah bagi manusia fana ini."
"Kata wanita tidak bisa di percaya, semuanya itu palsu. Kenapa kamu menangis, bukankah menjadi abadi sudah melupakan rasa kesedihan?"
"Pak!"
Long Fai menampar Long Bing dan berkata lagi. "Coba jawab kenapa kamu menangis,"
Long Bing tidak bisa menjawab, bahkan dia tidak bisa mengelak. Kata-kata Long Fai sangat menyakitkan dan terlalu sadis.
"Kamu tidak menjawab? Apakah menurut kamu aku terlalu sadis? Bukankah kamu yang membuat aku seperti ini?" Long Fai menggelengkan kepalanya melanjutkan perkataan lagi: "Ayo lawan aku, jika kamu mempunyai kekutan lawan aku, aku beri satu kesempatan untuk melawan."
"Apakah kamu tuli? Kenapa kamu tidak membuat suara? Di mana sifat kesombongan kalian? Apakah hanya seperti itu saja?