
Bab 640. Tuan Shura Vs Long Fai
"Aku tidak mengira bahwa aku sudah memiliki dua cucu. Dan satu lagi, anak ku adalah keberadaan yang aku kagumi,” gumam Yi Jingliing menggelengkan kepalanya.
Long Fai jika bukan karena terlempar masa lalu, dia tidak tahu bagaimana Ibunya meninggal.
"Baiklah ibu, dan kalian semua aku akan pergi lagi. Perkenalkan dia adalah Song Xiaorou.” Long Fai memperkenalkan Song Xiaorou kepada wanitanya.
Song Xiaorou gugup, dia belum mengonfirmasikan bahwa dirinya adalah kekasih Long Fai karena dia statusnya adalah istri orang. Tapi meskipun begitu Zhang Gong sudah meninggal dan apa artinya ini? Kamu juga sudah melakukan hubungan intim dengan Long Fai.
Apakah dengan melakukan hubungan intim sudah sepenuhnya menjadi wanita Long Fai sepenuhnya?
Long Fai kembali ke dunia luar dan dia sudah tiba di reruntuhan kerajaan bawah tanah kegelapan. Long Fai tahu bahwa para fraksi pemburu artefak dewa mengincar dirinya.
Long Fai tidak takut. Mempunyai artefak mematikan makhluk hanya sebuah pikiran membuat percaya diri. Akan tetapi jika selalu mengandalkan artefak ini, maka jika sewaktu-waktu bertempur tidak asyik.
Pada saat itu ada pilar cahaya berwarna darah setebal gunung tiba-tiba muncul dan membentuk gerbang dunia lain, Long Fai yang melihatnya juga berkerut.
Long Fai bisa melihatnya di sekilas terlihat bahwa ini adalah senjata suci, dan juga merupakan senjata suci yang sangat aneh! Karena Senjata suci itu seperti gerbang raksasa menutupi langit.
Roar!
Tepat di sekitar gerbang senjata suci ini, sebenarnya ada sepuluh jiwa yang sangat mengerikan yang mengaum pada saat yang bersamaan.
Kemudian Long Fai melihat di tengah-tengah ada sosok pemuda yang berpakaian serba merah dengan tatapannya sedang ke arah dirinya begitu sengit.
"Kamu begitu kejam, itu mahkluk bawahanmu adalah hewan surgawi, kamu membunuh dan dijadikan sebagai senjata peliharaan mu. Jangan seperti itu, ada pepatah bahwa orang yang melakukan kekejian maka dia akan meninggal dengan keji juga.” Long Fai tersenyum.
Pemuda berpakaian merah berkata dengan tenang, ”Di dunia ini tidak ada yang benar dan salah, selama memiliki kekuatan, itu dianggap wajar. Aku Sang Shura sungguh tertarik dengan mu, bergabunglah dengan fraksi kami dan kamu akan tak terkalahkan. Tapi jika kamu menolak maka nasib mu sama seperti mahluk yang ada di kandang kurungan ku.”
"Aku menolak. Sungguh menjijikan bergabung dalam fraksi jahat seperti mu. Aku Long Fai di sini akan memberantas seluruh fraksi pemburu artefak!” Long Fai menjawab dengan tegas.
“Baik maka kamu mati.” Selama dirinya ada di dalam kurungan ini, dia bisa menguasai kekuatan para mahluk yang sudah dijadikan tumbal. Dia sudah menumbalkan salah satu dewa kehidupan, sehingga dia mati pun pada akhirnya akan terlahir kembali.
Setelah Raja Shura mengucapkan kata-kata kematian, dia langsung mengangkat bilah tulang di tangannya dan memimpin dalam menebas ke depan, membentuk pelangi darah panjang yang mengalir ke arahnya, sangat menakutkan.
Merasakan aura ini, bahkan langit dan bumi bergetar menunjukkan ketakutan.
Menghadapi pedang ini, Long Fai tidak mundur. Dia memiliki ratusan artefak pedang tak terhingga di dalam tubuhnya. Kemudian Long Fai memgeluarkan Pedang Phoenix Api dengan warna yang sudah menyala-nyala, itu seperti api yang berkobar atau bintang jatuh. Saat dia mengayunkan pedangnya, langit dan bumi bergetar.
Bayangan pedang yang menakutkan membentuk pusaran air dan dengan cepat bertabrakan dengan pelangi energi darah. Kemudian energi dari dua niat pedang meledak pada saat yang bersamaan, berubah menjadi aliran cahaya dan menghilang antara langit dan bumi.
Di langit, suara keras terus berlanjut, dan cahaya pedang yang menyala serta cahaya ajaib dari bilah tulang terus bertabrakan, terpisah, dan bertabrakan lagi.
Bom!
Tuan Muda Shura terkejut dan marah saat melihat bilah tulang yang dibuat oleh Tuan Wu dengan mengorbankan naga kuno akan kalah oleh senjata pedang yang berkedip-kedip merah dari Long Fai.
Cahaya Darah Menghancurkan Dewa!
Raja Shura mengaum dan menggunakan kekuatan darah langsung menyerbu ke arah Long Fai. Kedua tangannya berubah diselimuti darah yang sangat kental dan berbentuk pedang yang sangat tajam.
Tuan Shura mengangkatnya dengan kedua tangan dan menebasnya dengan keras. Langit terbelah menjadi dua dan pedang itu menyerang Long Fai dibagikan perutnya.
Tapi sebelum cahaya pedang mendekat, Long Fai tiba-tiba mengangkat pedang Phoenix Api di tangannya, dan menebas ke depan juga, seketika ekosongan retak, Long Fai tampak acuh tak acuh, dia mengangkat pedangnya dan melangkah ke dalam kehampaan, dan muncul di belakang Tuan Shura.
Setelah menyelinap dibelakang tuan Shura, Long Fai mengangkat pedang Phoenix api, seketika cahaya pedang naik ke langit, membentuk pedang raksasa merah, membelah langit, dan bayangan pedang yang menakutkan langsung berkedip. Pedang itu mencoba menusuk Tuan Shura dari belakang.
Tuan Shura sepertinya sudah menyadari. Dia tidak menghindari tapi meneriaki sebuah jurus.
"Sura Tangan Darah!"
Seketika ada ratusan tangan berdarah langsung terulur dari belakang. Di tengah tangan berdarah itu, masing-masing memiliki bola mata yang ganas, menatap dingin cahaya pedang Phoenix Api dan melepaskan cahaya jahat.
Boom!
Kekosongan mulai bergetar. Ratusan tangan berdarah yang memiliki mata langsung bergegas menuju bayangan pedang dengan acuh tak acuh. Tangan berdarah itu, tiba-tiba berubah menjadi ratusan ular piton darah, mengaum dengan ganas dan terus-menerus menabrak cahaya pedang. Dan segera cahaya pedang benar-benar tenggelam akibat kalah dengan cahaya darah Shura.
Dari kejauhan Long Fai juga mendengarkan Auman mahluk yang menjadi tumbal di gerbang sangkar Tuan Shura, sepertinya para mahluk itu yang sudah menjadi roh sungguh membenci Shura dan meminta kepada dirinya untuk membalas dendam.
Mendengar semua ini, Long Fai hanya mencibir: "Hati pedang itu transparan dan niat pedang itu tak tertandingi. Karena kamu telah melakukan kejahatan dalam hidup, kamu tidak perlu ada setelah kematian! Hancurkan semuanya!"
Boom!
Cahaya pedang merah berkobar memiliki Long Fai sungguh sangat menakutan langung menuju ular piton merah itu. Hanya saja setelah cahaya berkobar hampir mengenai ular piton darah, tiba-tiba ular piton darah memotong ruang sehingga berhasil melawati serangannya.
Tanpa pikir panjang, Long Fai menampar langsung menggunakan tamparan tertinggi.
Plak!
Ratusan ular piton darah hancur menjadi bubuk dan Long Fai menginjak kekosongan langung sekejap sudah dihadapkan Tian Shura.
"Tuan Shura apakah hanya seperti ini saja, kalo benar lebih baik kamu mati saja.” Saat suara Long Fai jatuh, dia meraung dipenuhi aura tekad, bahkan raungan itu lebih menakutkan dari pada guntur dan iblis.
Setelah meraung, ada cahaya keemasan terang, seperti api atau sinar matahari, terpancar dari tubuh Long Fai, begitu menyilaukan hingga hampir mustahil untuk membuka matanya.
"Apa!" Dia terkejut menemukan bahwa sinar emas itu itu sangat suci bahkan kekuatan Shura yang dimiliki oleh dirinya akan terkikis begitu sangat cepat. Dia merasakan bahwa sangkar surgawinya tidak bisa menahan kekuatan cahaya emas yang dikeluarkan dari tubuh Long Fai.
Ahhh!
Tuan Shura meraung dia juga menginjak kekosongan dan menyelinap pergi langsung memukul Long Fai secara tiba-tiba sehingga Long Fai meluncur seperti bola meriam.
Bang!