Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Ini Lah Hidup


Bab 335 Ini Lan Hidup


10 batang dupa telah berlalu, akhirnya paha Dinosaurus dari kulitnya meletup-letup seperti ada lemak yang sedang keluar.


Bahkan, letupan minyak itu sungguh menciprat ke berbagai arah kemana-mana, kini Fang Yuan yang sedang memanggang matanya menyipit salah satunya karena takut terciprat dari letupan minyak.


Long Fai yang sedang mengangkat kaki Erlang di sebuah batu besar yang terletak di depan rumah Fang Yuan, akhirnya berkata. “Tidak lama lagi, daging itu akan matang. Nah, ini aku memberikan sebuah golok kepada mu agar lebih mempermudah untuk memotong.”


Fang Yuan menerimanya dan menjawab. “Baik, ngomong-ngomong, daging ini harus di beri tatakan agar tidak kotor ketika di tiriskan?”


“Hmm kamu ambilah, di hutan ini banyak pohon pisang. Ambil daun itu kita gunakan sebagai tatakan alas daging Dinosaurus.” kata Long Fai.


Setelah di intruksi oleh Long Fai, akhirnya Fang Yuan maju ke samping rumah untuk memotong beberapa daun pisang agar di jadikan sebagai alas daging yang sudah matang.


Di dunia Fantasi, pohon pisang dua kali lipat besar dari pada di Bumi, mungkin karena Aura yang tersebar di udara sehingga mempersubur tumbuh-tumbuhan.


"Sring!"


"Sring!"


"Sring!"


Fang Yuan memotong lusinan daun pisang, dan di taruh ke tanah seperti alas karpet agar daging Dinosaurus itu tidak kotor karena tersentuh tanah.


Setelah sekiranya sudah cukup, Fang Yuan langsung mengecek daging Dinosaurus apakah sudah matang dan layak untuk di makan.


Daging yang sangat besar, dan ini memungkinkan bahwa matang tidak terlalu merata, sehingga walaupun Fang Yuan melihat di permukaan sudah matang, sayangnya di dalam masih mentah.


Sementara itu, Long Fai tersenyum melihat ketidaksabaran dari Fang Yuan. Akhirnya berkata sambil tersenyum. “Kamu bersabarlah sebentar lagi akan matang.”


Fang Yuan mengangguk serius kemudian berkata: “Baik, aku akan menunggunya Tuan aku tidak sabar ingin merasakan rasanya daging Monster, karena aku dulu hanyalah manusia biasa, untuk memakan daging Monster sungguh tidak berani.”


Pernyataan Fang Yuan memang benar, selama sisa hidupnya sebelum bertemu Long Fai, dia ketika lapar hanya memburu monster kecil seperti Kelinci dan lainya. Selagi Monster itu ganas, dia tidak begitu bodoh untuk memburu karena, bisa jadi nyawa akan terancam.


Keseharian Fang Yuan adalah mencari ikan di sungai memburu Monster kecil bahkan jika tidak mendapatkan buruannya hanya memakan buah-buahan seperti pisang dan buah liar di hutan.


Cerita ini sangat lah menyedihkan. Tapi sekarang dia sudah memiliki kekuatan untuk mengalahkan Monster, sehingga melihat daging yang begitu besar, sekarang tidak sabar untuk mencicipi.


Mungkin di ibaratkan seperti Anda yang awalnya miskin tiba-tiba, Anda mendapatkan lotre milyaran uang.


Karena Anda mendapatkan uang sebegitu banyak, Anda ingin membeli makanan yang enak dan sebagainya. Ini persis seperti cerita Fang Yuan.


Saat ini, letupan minyak yang keluar dari daging Dinosaurus semakin banyak, bahkan secara sengaja Fang Yuan mencolek permukaan daging itu menggunakan jari telunjuk langsung di masukan ke mulutnya.


Mata Fang Yuan seketika berbinar matanya. Karena dia baru pertama kalinya merasakan rasa yang sungguh kaya akan rempah-rempah.


Rasa asin gurih manis, sekarang terpadu menjadi satu sehingga membuat citra rasa yang menjadi maha karya paling enak di dunia.


“Ini adalah bumbu rahasia yang aku buat. Kamu tidak perlu tahu, jika kamu ingin mempunyai bumbu seperti ini, sekarang bersihkan area hutan ini sekitar beberapa meter. Setelah itu, ayo.. mari kita menaman!” Long Fai membalas perkataan dari Fang Yuan. Untuk sekarang dia tidak perlu untuk tergesa-gesa mengarungi berbagai dunia.


Sekarang Long Fai hanya ingin bersantai-santai di tempat sunyi seperti ini apalagi jauh dari keramaian penduduk.


Rumah Fang Yuan contohnya, karena di pedalaman hutan dan tidak terlalu dekan dengan pemukiman yang sangat ramai ini adalah hal yang nyaman.


Terhindar dari masalah, terhindar dari musuh-musuh yang selalu menambak kepada dirinya, bahkan wanita yang hanya pandangan pertama langsung jatuh cinta.


Sekarang Anda harus duduk seperti raja, jika ingin keperluan Anda harus memerintahkan pelayanan Fang Yuan untuk melakukan sesuatu.


Inilah hidup yang begitu mudah, dan Anda menikmati hidup yang sebenarnya, jika seperti ini.


Di samping lain, begitu Fang Yuan mendengar instruksi Long Fai akhirnya berbinar. Karena sudah mendengar bahwa hutan di.sekitarnya akan di tanami rempah-rempah yang di gunakan sebagai bumbu penyedap rasa.


Tentu saja Fang Yuan sungguh sangat bergembira sehingga tidak sabar untuk menantikan.


Dua batang dupa berlalu, akhirnya daging Dinosaurus sudah matang. Minyak itu mentes sangat deras ke tanah, dan Fang Yuan yang melihat sangat tidak ikhlas karena minyak itu memiliki citra rasa yang sangat lezat.


Fang Yuan menaruh daging Dinosaurus sangat hati-hati ke tanah yang sudah di tataki oleh daun pisang yang cukup banyak.


Asap yang yang sungguh harum mengepul sehingga ketika tercium baunya sungguh membuat Long Fai dan Fang Yuan ingin segera mencicipi.


Long Fai tidak sabar, dan langsung mengeluarkan belati untuk memotong daging Dinosaurus.


“Ayo.. makan..!"


“Nyam..nyam..nyam.. sungguh enak..!" Long Fai menganggukkan kepalanya terus menerus. Daging yang sungguh lezat dan tidak terlalu alot.


Sementara itu, Fang Yuan setelah memasukkan potongan daging pertama, langsung berseru kagum.


“Wow.. daging yang sangat empuk, minyak yang begitu banyak, sehingga meleleh di mulut dan ledakan citra rasa sungguh membuat diriku seperti terbang bebas ke surga!” Fang Yuan terharu karena baru pertama menikmati makanan yang sungguh sangat enak.


Asap itu yang harum, mengepul sampai jauh sehingga secara tidak sengaja, tercium oleh wanita yang sedang lewat di sekitaran hutan ini.


“Hmm bau yang sangat harum..” Wanita itu mendengus dan dia mencari sumber dari bau yang sangat harum.


Akhirnya wanita itu, melompat ke atas dan mencari bau yang sangat enak ini, bahkan dia baru pertama kali mencium bau yang aneh tapi sangat harum.


Satu batang dupa berlalu, akhirnya wanita itu menemukan sumber asal dari bau yang harum ini.


Wanita itu melihat ada gubug kecil dan di depan itu ada dua pemuda tampan yang sedang memakan daging yang cukup besar, apa lagi porsi daging itu, sungguh sangat luar biasa.


Melihat bahwa sepertinya daging itu sungguh enak, akhirnya wanita itu mendekati dan di perutnya keluar bunyi keroncongan.