
Bab 242 Mengadu
Karena Su Hao sangat penasaran, dan ingin berterimakasih kepada ketiga orang ini yang sedang tertidur lelap akhirnya dia duduk sambil menunggu.
Bahkan dia merasa ketika dia sedang berada duduk di sekitarnya Long Fai ada jejak perasaan yang sangat aman. Dia tidak tahu dari mana jejak rasa keamanan tersebut.
Dia sudah berbaktikulasi jejak rasa aman itu berasal dari obat nyamuk. Ketika dia sedang menunggunya agar Long Fai bangun, dia juga melihat ada bekas makanan yang sangat lezat,
“Bau apa ini sungguh sangat harum?" Su Hao mendekatkan diri ke arah kayu bakar yang masih ada jejak daging sedikit.
Kemudian setelah mendekati kayu bakar dia juga mendekati daun pisang yang masih terdapat minyak minyak yang sangat kecil akibat makanan yang sudah habis.
Jari Su Hao, menolak bekas minyak itu yang terdapat di daun pisang, kemudian dia memasukkan minyak itu ke dalam mulutnya.
sontak seketika matanya langsung cerah: “Minyak ini sungguh sangat nikmat..”
Akhirnya Su Hao mencolek-colek minyak itu hingga bersih tak tersisa untuk dimasukkan ke dalam mulutnya karena saking lezatnya.
“Ini sungguh sangat lezat, setidaknya bisa mengganjal perutku yang sudah lapar.” Kata Su Hao.
Kemudian karena minyak-minyak itu sudah habis tak tersisa dia kembali duduk di samping Long Fai yang sedang tidur terlelap.
_
_
_
Pada saat ini siluman kucing sudah pergi ratusan meter bahkan wajahnya semakin mengkerut karena mengorbankan basis kultivasinya dan umurnya sehingga menjadi sangat tua.
Setelah itu dia merubah ruang untuk pergi ke istana sendiri.
“Ahhh tolong... carikan aku obat penawar racun cepat..!” Pemuda siluman kucing itu berteriak sangat tidak sabar karena semakin dia ditunda untuk mencari obat, maka semakin kekuatannya terserap habis dan umurnya juga habis sehingga tidak menutup kemungkinan akan meninggal seketika.
Tiba-tiba para petinggi kultus siluman mendekati Pemuda siluman kucing seraya berkata. “Ini ada apa Kenapa terlalu gaduh..!”
“Tidak tuan.. tolong aku... aku terkena racun yang sangat aneh dan sangat mematikan..!” Kata Pemuda siluman kucing sambil meronta-ronta.
Kemudian salah satu petinggi untuk siluman mendekati untuk mengecek tubuhnya. sontak setelah mengecek tubuhnya tiba-tiba raut wajahnya menjadi serius. karena dia baru pertama kali melihat dan merasakan jenis racun yang sangat aneh.
“Kamu aku sarankan kepadamu jangan menekan rasa ini dengan konservasi atau umur kamu biarkan dia..!” Kata pria dengan mata tiga menginstruksi Pemuda siluman kucing agar melepaskan proses konstipasinya atau umurnya untuk tidak menekan racun itu.
Akhirnya Pemuda siluman kucing menuruti apa kata dari petinggi itu. Seketika setelah dia tidak menekan langsung itu menggunakan basis kultivasinya dan umurnya, tiba-tiba dia merasa bahwa racun itu mau masuk ke tubuhnya dan merasuki kepikirannya.
pada saat itu dia sepertinya merasakan kelelahannya lah amat luar biasa rasakan tuk yang belum pernah dia rasakan selama ratusan tahun akhirnya menyerangnya.
“Hoammmzzz kenapa aku menjadi ngantuk.. hoammzz!” Pemuda siluman kucing menguap dan langsung terjatuh tertidur sangat pulas.
Pria paruh baya yang memiliki mata 3 akhirnya berkata kepada diri sendiri: “Jenis racun apa itu.. sungguh aneh? Jika dia terlambat berapa menit mungkin sudah tewas karena terkecoh dengan jenis racun itu sendiri.”
Pria paruh baya yang memiliki mata 3, bahkan dia sudah memutuskan jika pemuda siluman kucing sudah siuman akan dia introgasi untuk diceritakan dari awal dan akhir Kenapa dia menemukan racun yang sangat aneh ini.
Hanya membutuhkan satu jam akhirnya Pemuda siluman kucing itu bangun.
“Hoammmzzz tidur ini sungguh sangat nikmat sudah berpuluh tahun bahkan ratusan tahun aku baru merasakan tidur yang sangat nyaman ini.” Kata pemudan siluman kucing. Tapi ketika dia sedang menikmati masa-masa kehangatan karena tubuhnya merasa kesegaran akibat tidur, tiba-tiba di kepalanya langsung dipukul oleh benda sesuatu.
"Pak!"
"Aduh!"
“Tuan... apakah racun ku sudah hilang...oohh sial..!” Pemuda siluman kucing berteriak sambil menoleh kiri ke kanan.
Seketika mulut pria paruh baya yang memiliki tiga mata, bibirnya langsung berkedut hebat dia langsung memukul kepala Pemuda siluman kucing lagi.
"Pak!"
"Aduh!"
“Ini... Kenapa kamu memukulku...!” Pemuda siluman kucing ingin menangis lagi.
“Kamu tidak perlu bertala-tele... cepat ceritakan Kenapa kamu memiliki racun tersebut.” Pria paruh baya yang memiliki mata tiga langsung cemberut.
“Jadi seperti ini, nah seperti itu.” Akhirnya Pemuda siluman kucing memberitahukan dari awal dia mengejar seseorang yang mencuri buah anggur yang sudah ratusan tahun, dan dia dipertemukan oleh seorang pemuda yang sedang telat tidur yang di sampingnya ada dua wanita cantik.
Pemuda siluman kucing juga menceritakan racun itu berbentuk benda kecil berwarna hijau yang sedang dibakar mengeluarkan asap terus-menerus. Ketika asap itu memasuki ke hidung, langsung racun itu bereaksi.
“Hmmm baiklah baiklah baiklah ini sungguh sangat aneh.” Kata pria paruh baya yang memiliki tiga mata sambil mengelus-elus jenggotnya yang berwarna putih.
Setelah mengangguk terus-menerus kemudian dia berkata lagi: “Ayo kita pergi ke tempat di mana kamu menemukan orang yang sedang tidur itu.”
“Tapi... racun itu sungguh bahaya..!” Pemuda siluman kucing sangat ketakutan bahkan dia masih memiliki wajah yang menua akibat efek itu sendiri.
“Tidak ada tapi kita harus melihat dari kejauhan...!” Pinta pria paruh baya yang memiliki tiga mata.
“Ahhh baiklah Tuan ayo kita pergi biar aku yang membantu jalannya..!” Pemuda siluman kucing tidak berdaya langsung terbang di depan pria paruh baya yang memiliki tiga mata untuk menunjukkan tempat di mana itu.
Akhirnya kedua orang itu pergi meninggalkan istananya untuk menemukan pria yang sedang disebut sebutkan itu.
Hanya membutuhkan kurang dari 3 menit dia akhirnya sampai di tempat di mana Long Fai sedang tidur. Namun, ketika dia ingin melangkah ke depan, tiba-tiba dia merasakan ada aura racun yang memasuki tubuhnya.
“Hentikan...!” Pria paruh baya yang memiliki tiga mata langsung menginstruksi pemuda siluman kucing. setelah menginstruksi pria bermata 3 langsung berkata lagi: “Mungkin di sini adalah batas dari racun itu, maka kita harus menunggunya sampai benda yang kamu sebutkan sudah hilang efeknya.”
“Ahh baik... tuan...!” Pemuda siluman kucing mengangguk setuju akhirnya dia menunggu Long Fai yang sedang minyak tidur, sembari menunggu obat nyamuk itu hilang efeknya.
Tapi di luar jangkauan racun obat nyamuk, dia sangat tidak nyaman karena banyak monster nyamuk yang menempel ke arah dirinya untuk menyedot darahnya.
kemudian pria bermata tiga menatap Pemuda Sulaiman kucing dengan serius, sehingga Pemuda siluman kucing itu bergidik bulu kuduk merinding.
“Tuan.. kenapa kamu melihatku seperti ini apakah sesuatu..?” Pemuda siluman kucing bingung, namun langsung diinstruksi oleh pria paruh baya yang memiliki tiga mata. “Diam di dahimu ada nyamuk besar jangan bergerak aku akan tampar nyamuknya..!”
Tiba-tiba....
"Pak!"
“Aduh...!”
“Tuan tamparan kamu sungguh sangat keras..!” Pemuda siluman kucing tidak bisa tertawa sama menangis.
“Diam... jika tamparan itu tidak keras maka nyamuk itu akan lolos..!” Pekik Pria paruh baya yang memiliki tiga mata.