Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Membebaskan Sun Wukong


Bab 493 Membebaskan Sun Wokong


Dalam gunung disaat Xuanzang sudah menerobos formasi dewa yang dilakukan Bodhi, akhirnya setelah mengusap-usap pantatnya dia menyadari ada sosok makhluk yang seluruh tubuhnya ada buku kuning sedikit emas.


Mata Xuanzang seketika terkejut dan dia melihat Sun Wokong dari kepala sampai kebawah. Setelah sudah melihat secara seksama, dia mengeluarkan lukisan yang telah diberikan oleh Long Fai.


Kecocokan antara gambar dan sosok didepan mendekati 98% sehingga Xuanzang mengangguk dan bertanya kepada Sun Wokong.


“Akhrnya aku menemukan mu," ucapnya sambil sedikit menghela nafas.


“Apa magsud mu Bisku kecil?" Sun Wukong yang didalam kawat jeruji besi yang panas tidak berani menyentuhnya.


“Namamu adalah Sun Wokong 'kan?" Xuanzang memberikan secara detail.


“Ini benar, aku adalah Sun Wukong? Tunggu! Bagaimana kamu mengenali ku. Apakah kita saling bertemu?” Sun Wokong sungguh bungung dia tidak mengerti sama sekali.


“Amitaba! Hamba ini sebelumnya tidak mengenali mu, tetapi Taun ku yang memberikan petunjuk." Setelah itu, Xuanzang membuka luiskan yang seluruh gambarnya sama persis dengannya.


Sun Wukong tiba-tiba matanya jahat dan berkata dengan muram. “Apakah kamu pesuruh dari sang Bodhi!"


Melihat Sun Wukong mengeluarkan aura mendominasi yang lebih kuat dari pada Xuan Lin, sekali lagi, dia berkeringat deras sambil menjawab, “Ahh tidak.. tidak... hamba ini tidak tahu siapa yang kamu sebutkan. Tetapi hamba ini hanya datang ke sini untuk mengambil misi agar kamu bebas."


Telinga Sun Wokong seperti tergelitik setelah mendengarkan perkataan Bisku Xuanzang. Pasalnya dia adalah Biksu biasa tidak memiliki kultivasi sedikit sama sekali setelah menggunakan pengelihatan emasnya.


Hanya saja dia mengatakan hal yang sangat lucu baha biksu itu akan menyelamatkan dirinya.


“Hahaha lebih baik Biksu ini buang jauh-jauh untuk menyelamatkan ku. Tidak ada gunanya. Apakah kamu tahu, jeruji ini terbuat dari besi Neraka yang bahkan aku tidak akan berani menyentuhnya.” Sun Wokong menjelaskan kepada Xuanzang. Bahkan dia memperlihatkan tanganya menyentuh jeruji sehingga seketika merah dan melepuh.


Xuanzang yang melihatnya, sungguh ketakutan dan merinding. Dia juga takut jika tangannya menyentuh jeruji tersebut yang setiap saat bercahaya kuning membara.


Akhirnya, Xuanzang duduk bersila selama tiga hari. Selama tiga hari dia memikirkan cara agar bisa menyelamatkan Sun Wokong agar dia bebas.


Hanya saja selama tiga hari, Xuanzang memiliki kepala yang berasap akibat memikirkan bagaimana cara agar bisa membebaskan Sun Wokong.


Tetapi dia percaya bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan sehingga Xuanzang tidak akan menyerah, apalagi dia sudah pergi jauh ke alam dewa dengan tidak sengaja.


Entah kenapa, Xuanzang tiba-tiba melihat ada monster hutan kecil yang mengebor tanah. Akibat melihat peristiwa yang tidak sengaja akhirnya Xuanzang mencoba memperagakan seperti apa yang dilakukan monster kecil hitam itu ketika mengebor tanah.


Xuanzang langsung menggali tanah menggunan tangan yang ramping. Entah kenapa tanah gunung itu sungguh lembut untuk digali.


Sun Wukong yang melihat tercengang dan dia merasakan bahwa dirinya selama ribuan abad, sia-sia. Alih-alih mencari jalan keluar dengan menggunakan kekuatan terkuat, dia tidak menyadari bahwa ada cara yang lebih sederhana seperti menggali tanah.


Akhirnya dia ikut menggali tanah. Hanya saja tanah yang didalam jeruji itu, sungguh sangat keras dan sedikit panas.


Akhirnya dia menyerah. Bahkan dia tidak berharap lebih bahwa Xuanzang bisa melakukan hal itu.


Satu hari, dia hari, Xuanzang masih gigih menggali tanah yang gembur itu sehingga tidak terasa sudah seminggu berlalu akhirnya dia bisa membuat terowongan untuk pergi ke tempat di dalam jeruji Sun Wokong.


Mungkin ini adalah kemampuan Xuanzang sebenarnya sebagai orang yang bijak telah dicintai Budha dan Tao, sehingga alam pun akan tunduk di hadapannya.


Sepuluh hari berlalu, akhirnya Xuanzang bisa menerobos dan dia sudah tiba dihadapan Sun Wokong walaupun seluruh baju putih sudah digantikan warna hitam dan kotor.


Fyuhh!


Xuanzang menyeka keringat di dahinya sambil menatap Sun Wokong dengan senyuman lebar.


”Amitaba! Hamba ini percaya kepada takdir! Dan takdir terikat dengan kamu.” Xuanzang tersenyum dan mebujuk Sun Wokong agar pergi melalui terowongan yang dia buat.


“Ayo kita pergi dari sini," ucap Xuanzang sungguh serius.


Kemudian, Xuanzang dan Sun Wokong sudah keluar dari jeruji sehingga dia memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari gunung yang melihat ke atas sungguh sangat tinggi dan berliku-liku seperti labirin.


Pada saat itu, Xuanzang mendengar ada suara aliran sungai akhirnya dia memiliki ide gila.


“Di dalam gunung ini, ada sungai bawah tanah. Ini kebetulan! Ayo kita pergi menelusuri sungai bawah tanah itu dan kita ikuti arus air tersebut," ucap Xuanzang sungguh bahagia.


Sun Wukong sungguh terpana lagi, sepertinya biksu kecil ini memiliki pengalaman yang bagus walaupun tidak memiliki kekuatan.


Hanya saja Sun Wukong belum berani membunuh, dia harus menunggu terlebih dahulu agar terbebas dari gunung kutukan Bodhi tersebut.


Selama dua bulan, Sun Wokong mengikuti Xuanzang di sungai bawah tanah dengan kesusahan yang tinggi. Apalagi tidak ada penerangan hanya mengandalkan basis kultivasi dirinya untuk membuat cahaya agar bisu Xuanzang bisa melihat.


Banyak ikan besar-besar yang ditemui. Xuanzang juga meminta agar Sun Wokong menangkap beberapa ikan untuk dimakan. Alhasil Sun Wukong menuruti perkataan Xuanzang.


Dua bulan berlalu, akhirnya Xuanzang menemukan titik pencerahan sehingga mereka berdua menemukan ujung sungai ini keluar dari gunung kutukan.


Bahkan, mereka berdua meneteskan air mata karena terharu. Hampir dua bulan terkurung di gunung kutukan tersebut akhirnya bisa keluar.


Beberapa saat kemudian mereka keluar dari gunung kutukan dan mereka menemukan di tempat air terjun dan sekelilingnya hutan yang hijau.


Xuanzang melepaskan semua bajunya dan dia mencuci baju itu. Kemudian *********** dia tutupi menggunakan sebuah daun.


”Sun Wokong ayo kita beristirahat dulu, kita memasak ikan lagi," kata Xuanzang sambil menjemur baju biksu di batu besar.


“Baik!"


Tetapi pada saat itu dari semak-semak, keluarlah beberapa wanita kayangan yang akan mandi di tempat tersebut.


Alhasil Xuanzang menutupi karena bertelanjang dada.


“Ahhh kamu penyusup tak tahu malu! Dasar kamu ahhh bunuh dia!”


Xuanzang panik dia sungguh ingin mengatakan sesuatu tetapi bingung kata apa yang pas untuk diucapkan.