
Bab 89 Menjadi Suami Sementara
Satu Jam kemudian.....
Satu jam kemudian, Su Yan dan Nalan Rua akhirnya babak belur semua tubuh penuh lebam. Bahkan kedua wajah itu seperti kepala babi.
Nalan Su mengentikan petarungan itu karena tidak tega.
"Nak berhentilah, kamu bukan lawanya." Nalan Su meraih dua wanita itu yang terkapar karena kelelahan.
Long Fai, menatap Nalan Su seraya berkata: "Maaf kan aku, ini hanyalah pertempuran."
Nalan Su menggelengkan kepalanya: "Itu tidak masalah ini karena anak aku yang keras kepala bahkan Su Yan sangat keras kepala."
"Hmmp baiklah!" Long Fai mengangguk. Kemudian sekarang gilirannya Bai An.
"Bai An apakah kamu ingin bertarung dengan aku..!" Long Fai berteriak.
"Aku...?" Bai An Awalnya ragu-ragu. Tapi setelah itu dia nekat.
"Baik bos aku akan mencoba melawan kamu dan aku akan menggunakan semua kekuatan aku!" Teriakan Bai An sangat percaya diri. Sehingga Long Fai hanya mengangguk tersenyum dan berkata. "Ayo maka dari itu mulai lah..!"
"Baik boss!" Bai An serius. Kemudian semua tinju tiba-tiba mengeluarkan cahaya kuning teransparan, setelah itu dia langsung melesat sangat cepat mengarah Long Fai.
"Tidak dia sangat cepat, bahkan ini jika aku melwan akan kalah..!" Dalam hati, Nalan Su yang melihatnya cukup terkejut. Dia setelah melihat bakat kekuatan Bai An dia ingin sekali menarik untuk menjadi bawahan bagi dirinya. Tapi dia juga mengetahui bawasanya Bai An sudah memiliki atasan yaitu Long Fai.
Tinju itu sangat kuat bahkan dunia ini akan runtuh. Namun ketika sosoknya sudah tiba di depan Long Fai, tanpa sadari tinju yang mendominasi tiba-tiba hilang kekuatanya, untuk saat ini Bai An seperti menjadi orang biasa..
Long Fai langsung mencengkram tangan Bai An lalu, dia banting dengan gaya salto. Akhirnya Bai An terjatuh dengan punggung yang menyentuh tanah.
"Bug!"
"Engah!"
Namun ketika Bai An sedang terlentang di tanah, dia menendang kaki Long Fai.
"Swoshh!"
"Bang!"
Ketika Bai An menendang kaki Long Fai, dia merasakan rasa sakit di kakinya. Dia seperti menendang plat besi yang sangat keras.
Long Fai tersenyum. Lalu dia menggunkan serulingnya untuk memukul pantat Bai An.
Long Fai berjongkok dia langsung memukul pantat Bai An.
"Ahhh!"
Bai An menjerit kesakitan dia langsung berdiri dan melompat menjauhi Long Fai.
"Kamu apakah tidak ada yang lain selain menyiksa bokong aku!" Bai An mengusap-usap pantatnya dia merasakan kebas di area bokongnya.
"Hahaha apakah kamu ingin tahu alasan aku selalu menyerang Bokong terlepas apa itu wanita dan pria." Long Fai tersenyum.
"Apa bos katakan!" Bai An sangat marah dia bahkan ingin menangis.
Long Fai mengangguk dan menjelaskan: "Baiklah aku akan menjelaskan kepada kamu. Semua tubuh manusia, itu sangatlah keras, penuh tulang, tapi di bagian bokong itu elastis dan kenyal. Jika aku menampar bokong, setidaknya tidak terlalu sakit."
"Sakit pantatmu..!" Dalam hati Bai An ingin menangis. Terlepas di pantat atau tidak baginya adalah, sama-sama sakit dan Bai An saat ini tidak menginginkan sama sekali.
"Apakah kamu akan menyerah!" Long Fai tersenyum tipis.
"Ayo lanjut lagi!" Bai An mencoba menenangkan batinnya. Dia memandang Long Fai lalu tiba-tiba....
"Sikat!"
"Swosh!"
Bai An meleparkan kapaknya sangat cepat mengarah Long Fai. Serangan Bai langsung di tinju menggunakan kepapan Long Fai.
"Bang!"
"Swoshh!"
"Hati-hati, aku akan menyerang!" Long Fai mengingatkan Bai An menggunkan nada tinggi. Begitu Bai An melihat Long Fai yang sedang berlari kepada dirinya, dia sangat serius.
Namun setelah Long Fai sudah tiba di dekatnya, dia seperti karung sampah, yang selalu di pukuli oleh Long Fai.
"Ahhhh!"
"Ouhh!"
"Aww bokong aku..!"
"Engah!"
"Bug!"
Sekarang wajah Bai An sama seperti Nalan Rua Dan Su Yan.
Ho Tu yang di atas, tiba-tiba semakin tertarik dengan kekuatan Long Fai. Dia mengingat ada pria di alam atas yang sampai tergila-gila masih menyukai dirinya. Jika dia meminta bantuan kepada Long Fai apakah ini menjadi pilihan bagus?
Mata Ho Tu cerah dia akan memutuskan jika pelatihan Long Fai sudah selesai, maka dia akan meminta bantuan kepada Long Fai.
"Boss aku menyerah, ini sungguh menyiksa.!" Bai An kepalanya banyak yang benjol. Dia juga tidak jelas ketika berkata.
"Baiklah, kamu mundurlah." Long Fai tersenyum lalu memandang Wang Roulan: "Apakah kamu ingin mencoba?"
"Tidak aku sudah mengaku kalah, aku takut pada akhirnya seperti dia semua." Wang Roulan cemberut.
Mengelengkan kepalanya, Long Fai mendekati Wang Roulan dan memeluk pinggannya. "Apakah kamu ingin di peluk?"
"Huh!" Wang Roulan tersipu. Dia sangat malu jika sedang bermesraan ketika banyak orang yang melihat.
"Ohh ratu aku, kamu sangat cantik ketika malu, hhahaha!" Long Fai tertawa lebar.
"Hentikan kata-kata iblis kamu, aku sama sekali tidak tergoda hmp!" Wang Roulan tersenyum sambil terkekeh.
Ketika Long Fai sedang bermesraan tiba-tiba di atas langit ada retakan ruang dan munculah dua sosok wanita yang paling anggun. Wanita itu bernama Ho Tu dan Ming Qing yang Long Fai temui di pelelangan.
Entah kenapa, Ho Tu dia sengaja tidak memakai cadarnya sehingga penampilan yang sangat cantik mengakibatkan kehancuran negara di perlihatkan oleh Long Fai.
Long Fai juga mengenali wanita itu, dia tidak tahu magsud wanita ini bertemu kepada dirinya.
Selain Long Fai dan lainya, hanya Tun Ri yang bergejolak di dalam hatinya. Dia tahu siapa wanita ini dia adalah permaisuri Ho Tu
Ketika dia menjadi raja di dunia iblis, dia tanpa sengaja melihat Ho Tu yang masih anak kecil dan sakit-sakitan di hutan yang buas.
Pada saat itu dia ingat bahwa Ho Tu adalah anak lemah yang biasa. Namun tanpa di sadari telah berlalunya dan jutaan tahun, Ho Tu berubah menjadi sosok yang menawan.
Untuk saat ini Tun Ri tidak akan mengatakan bahwa aku adalah pria yang pernah menyelamatkan kamu dulu. Dia harus bersembunyi dan fokus meningkatkan kekuatanya, bahakan dia berniat meminta bantuan kepada Long Fai. Dia hanya meminta mengajari ketrampilan hebat seperti Bai An. Untuk masalah balas dendam mungkin dirinya yang cukup bertindak.
Di samping Long Fai, yang melihatnya juga awalnya sedikit terpana. Namun setelah itu mencoba menenangkan penampilan.
"Kamu apa yang ingin kamu lakukan di sini." Long Fai tidak tahu, dia hanya berkesimpulan tujuan dia datang ke sini adalah untuk meminta bambu emas untuk di jual.
Ho Tu berkata: "Mungkin kita sudah bertemu di acara pelelangan. Tapi kamu belum tahu siapa aku, aku adalah Permaisuri Ho Tu dari dunia atas, aku datang ke sini mau mengucapkan selamat atas kenaikan kamu untuk menjadi Raja. "
"Mungkin aku di sini selain mengucapakan selamat kepada kamu, ada suatu hal yang ingin aku bahwa kamu bisa membantu aku."
"Membantu kamu? Apa yang ingin aku bantu dari kamu?" Long Fai bingung.
Ho Tu kemudan menggertakan giginya sambil memerah, berkata: "Long Fai aku meminta bantuan kamu untuk menjadi suami sementara aku, "
"Apa...!"